Copied to clipboard!
Pertashop

Kick Off Pertashop di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/2/2020) (Foto: Pertamina)



BERITA

Pertashop, Program Pertamina Distribusikan BBM Secara Merata ke Pelosok Desa

Author : Zainal Abidin

28 Feb 2020


PT Pertamina (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara atau BUMN penyedia berbagai jenis bahan bakar berkualitas, tahun ini menghadirkan program bisnis terbaru Pertamina sebagai usaha pemerataan distribusi bahan bakar hingga ke level Pemerintahan Desa, Koperasi serta pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia.

Rencananya Pertamina akan membuka gerai Pertashop dengan menggandeng seluruh elemen tersebut dengan target outlet Pertashop di 7.196 kecamatan, dimana 3.827 kecamatan belum punya satupun lembaga penyalur bahan bakar.

"Pertashop akan menghadirkan produk dengan harga dan kualitas dijamin sama. Dengan konsep ini, kita harapkan keberadaan Pertamina makin terasa manfaatnya dalam menyebarkan energi baik dengan harga dan kualitas terjangkau," terang Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid pada acara Kick Off Pertashop di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/2/2020).

Ini sekaligus merupakan upaya nyata Pertamina dalam mendorong pertumbuhan ekonomi negara agar semakin berkembang, salah satunya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Konsep dan Kategori Pertashop 

Konsep dari program Pertashop Pertamina ini memiliki tiga kategori, yakni Gold, Platinum dan Diamond. 

Untuk kategori Gold, mitra Pertamina, dalam hal ini Pemerintahan Desa, Koperasi serta UKM, berhak untuk melakukan penyaluran 400 liter BBM per hari di atas lahan seluas 144 m2. Syarat lainnya adalah memiliki jarak minimal 10 km dari SPBU terdekat atau sesuai dengan hasil evaluasi.  

Yang kedua adalah kategori Platinum dengan fasilitas kapasitas penyaluran 1.000 liter BBM per hari. Mitra Pertamina cukup memiliki lahan seluas 200 m2 serta memilik tangki penyimpanan 10 KL. Pertashop dengan kategori ini akan dibangun di kecamatan yang belum ada SPBU. 

Kemudian kategori yang terakhir adalah Platinum dengan fasilitas kapasitas penyaluran hingga 3.000 liter BBM per hari, punya tangki timbun 10 KL, dan dibangun di atas lahan seluas 500 m2. Lokasinya juga ada di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

“Pertamina mengembangkan dua pola investasi. Pertama, Pertamina yang berinvestasi dan desa yang menjalankan, atau yang kedua, desa yang melakukan Investasi dan ada rasio pembagian keuntungan,” pungkas Mas’ud.

Untuk menjadi bagian dari mitra Pertamina lewat pembangunan Pertashop, cukup dengan menyediakan lahan atau lokasi yang memenuhi kriteria luas masing-masing kategori dengan kelengkapan dokumen badan usaha atau badan hukum. 

Selanjutnya pihak Pertamina akan melakukan survei lapangan untuk melihat kelayakan dari omset dan jarak dengan SPBU atau lembaga penyalur Pertamina yang telah dibangun sebelumnya. 

Terakhir mengurus administrasi perijinan ke Pemda setempat dan mengajukan desain serta proses pembangunan. Kontrak kerjasama pendirian Pertashop ini berdurasi antara 10 – 20 tahun.

Menyambut rencana dari program PT Pertamina (Persero) ini, Pemerintah Pusat yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri, Nata Irawan menyatakan dukungannya. Ia lantas menghimbau kepada seluruh jajaran terkait agar bisa memberikan kemudahan dalam proses perijinan. (Z)