BERITA

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Libur Natal dan Tahun Baru Aman

02 Dec 2019

Libur Natal dan Tahun Baru di depan mata. Tentu saja, moment ini kerap menjadi waktu yang ditunggu-tunggu untuk pergi bersama keluarga liburan ke tempat wisata atau ke rumah nenek.

Adapun bagi PT Pertamina, moment Natal dan Tahun Baru menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan setiap tahun. Ya, mereka harus memenuhi bahan bakar untuk masyarakat.

Lantas bagaimana dengan tahun ini? Apa stoknya bahan bakar seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) tersedia?

Menanggapi hal tersebut Vice President Corporate Communicatioan Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, stok BBM dan LPG secara nasional dalam keadaan aman, termasuk sudah menyiapkan tambahan suplai untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM dan LPG yang biasanya meningkat di penghujung tahun, jelang Natal dan Tahun Baru.

Kata dia, Fajriyah, saat ini stok BBM secara nasional mencapai 25 hari sementara stok LPG mencapai 15 hari, dan angka tersebut dinamis, mengikuti trend peningkatan menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Menghadapi Natal dan Tahun Baru nanti stok BBM dan LPG sangat aman sejalan dengan optimalisasi kilang dan teknologi yang diterapkan, sehingga bisa lebih mudah mengolah minyak mentah menjadi berbagai produk BBM,” ujar Fajriyah dalam pesan tertulis, Senin (2/12/2019). 

Fajriyah sendiri menuturkan, jika beberapa produk BBM seperti avtur dan solar dalam kondisi surplus, dan Pertamina sudah mandiri dalam mengolah solar dan avtur sejak Maret dan April, sehingga Pertamina dapat melakukan ekspor pada pertengahan 2019. 

“Peningkatan stok BBM juga didukung suplai minyak minyak mentah domestik dari KKKS yang beroperasi di Indonesia, sehingga ketahanan kilang semakin meningkat,” ucapnya Fajriyah.

Menurut Fajriyah, Pertamina juga memiliki infrastruktur energi yang luas hingga pelosok negeri. Pertamina memiliki 112 TBBM, 9.677 KM jalur pipa, ± 10.000 mobil tangki dan 6.781 SPBU di seluruh Indonesia. 

Pertamina memiliki jaringan infrastruktur yang lengkap untuk distribusi. Dan ada juga skema distribusi reguler, alternatif dan emergency untuk memastikan ketersediaan BBM untuk masyarakat tambahnya. 

“Pertamina juga telah membangun 161 titik BBM Satu Harga untuk mendistribusikan BBM hingga ke wilayah pelosok atau yang dikenal dengan 3T, terdepan, terpencil dan terluar,” tutupnya. (Her)