Copied to clipboard!
Pertamina dan Langit Cerah

Langit Jakarta yang begitu cerah terjadi saat PSBB berlangsung, dimana tidak banyak aktifitas masyarakat menggunakan kendaraan (Foto : Kompasiana)



BERITA

Pertamina, Premium dan Harapan Langit Cerah

Author : Zainal Abidin

11 Sep 2020


Masyarakat Indonesia tentu sudah sangat akrab dengan jenis BBM (bahan bakar minyak) yang diproduksi oleh PT Pertamina (Persero). 

Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite adalah jenis BBM yang bisa djiumpai di ribuan SPBU Pertamina dari Sabang sampai Merauke.  

Namun diantara keakraban kita dengan produk BBM Pertamina sebagai badan usaha milik negara satu-satunya penyedia minyak dan gas di Indonesia, sebenarnya masih banyak juga orang yang kurang mengerti tentang pemilihan bahan bakar berkualitas untuk kendaraannya. 

Tapi sebelum OLX bahas hal ini lebih jauh, ada baiknya kita kenali dulu secara umum jenis BBM yang disediakan oleh PT Pertamina (Persero), sehingga setelah membaca tulisan ini, kita jadi lebih mengerti dan tidak akan salah pilih.

Research Octan Number VS Cetane Number 

Mesin kendaraan roda empat terbagi dalam dua jenis, bensin (gasoline) dan diesel (gasoil). Sementara untuk sepeda motor umumnya hanya menggunakan mesin bensin. 

PT Pertamina (Persero) menyediakan BBM untuk semua jenis mesin tersebut dan membaginya ke dalam dua jenis utama, pertama BBM gasoline dan kedua BBM gasoil untuk mesin diesel.

Untuk bisa tahu bahan bakar apa yang sesuai, setiap pemilik kendaraan harus mengenali terlebih dulu jenis mesin kendaraannya. 

Kedua mesin ini membutuhkan jenis bahan bakar berbeda dan tentunya harus yang berkualitas. Kualitas BBM untuk mesin bensin (gasoline) bisa dilihat dari kandungan oktan-ya yang dikenal dengan sebutan Research Octan Number atau RON. 

RON merupakan angka yang menunjukkan seberapa tinggi tekanan yang akan diberikan sampai akhirnya bahan bakar akan terbakar secara spontan. Semakin tinggi kandungan oktan-nya, maka semakin baik kualitas BBM dan performa yang akan dihasilkan oleh mesin.

Sementara untuk mesin diesel (gasoil), kualitas BBM-nya diukur dari nilai Cetane Number (CN) produknya. Semakin tinggi kadar CN produk gasoil maka semakin baik juga kualitas dan kinerja mesin yang menggunakan bahan bakar tersebut.

Efek Negatif Menggunakan BBM Berkualitas Rendah

Khusus untuk tulisan kali ini, OLX mau mengajak pembaca untuk lebih fokus pada pembahasan soal pemilihan bahan bakar berkualitas pada mesin bensin.

Mesin bensin atau gasoline selalu bergantung pada angka RON yang terkandung di dalamnya. Seperti yang sudah OLX singgung di atas, semakin tinggi kandungan oktan-nya, maka semakin baik pula kualitas BBM dan performa yang akan dihasilkan oleh mesin.

Sampai saat ini, PT Pertamina (Persero) masih menyediakan Premium, jenis BBM gasoline dengan kandungan oktan paling rendah (RON88). Kemudian berturut-turut ada Pertalite (RON90), Pertamax (RON92) dan Pertamax Turbo (RON98).

Bahkan Pertamina juga punya Pertamax Racing (RON100) untuk kebutuhan BBM mobil dengan spesifikasi kompresi mesin yang sangat tinggi seperti di mobil peruntukan balap.

Nah, sekarang kalau bicara mesin bensin kaitannya dengan jenis bahan bakar, tentunya harus sesuai dengan kebutuhan kompresi dari mesin itu sendiri. Semakin tinggi kompresi mesin kendaraan sudah pasti butuh BBM dengan angka oktan yang juga tinggi. 

Seperti yang kita ketahui, teknologi mesin kendaraan saat ini rata-rata sudah memiliki kompresi yang tinggi, sehingga sangat tidak kompatibel jika tetap menggunakan Premium dengan kandungan oktan rendah.

“Banyak kita dapati di SPBU, mobil paling laris di Indonesia, saya tidak usah sebut merek, antri isi Premium. Padahal jelas-jelas dari buku panduan mobil, bahkan dipertegas di kaca belakang dengan tulisan “Octane Number 92”, diharuskan ‘minum’ jenis BBM dengan RON minimum 92,” ujar Probo Prasiddhahayu, Pertamina Sales Area Manager Retail Banten dalam acara NGOVID (Ngobrol Virtual Dulu) FORWOT dan PT Pertamina (Persero), Jumat (11/9/2020).

Menurutnya, kebiasaan ini akan menimbulkan dampak yang tidak baik, jangka pendek maupun jangka panjang. 

“Jangka pendek tentunya kita akan merasakan kurangnya tenaga mesin dan tidak optimal. Pernah ada komplain dari konsumen, katanya mobil ini irit, tapi kok lebih boros? Ya jelas lebih boros! Premium ada kandungan timbal yang cukup besar, sehingga secara otomatis banyak BBM yang terbuang sia-sia akibat pembakaran kurang sempurna sehingga cenderung lebih boros,” jelasnya.

Efek lainnya disebut Probo mesin jadi 'ngelitik' kemudian oleh pemilik mobil dibawa ke bengkel untuk melakukan tune up.

“Persoalannya bukan di tune up, tapi salah menggunakan jenis bahan bakar. Pas servis kelihatan ada oksidasi, sehingga biaya perawatan yang tadinya mungkin hanya butuh ganti oli secara berkala saja, jadi merembet ke urusan servis lain-lain, bayarnya lebih mahal,” lanjutnya. 

Akibat menggunakan BBM yang tidak sesuai dengan kompresi mesin adalah piston menjadi rusak dan timbul kerak yang mengharuskan proses turun mesin. Artinya durability mesin tidak berumur panjang. 

Kualitas BBM Rendah Juga Berdampak Negatif Bagi Lingkungan

OLX tadi bicara bagaimana efek dari bahan bakar dengan kualitas rendah terhadap performa mesin kendaraan. Tapi sebenarnya efeknya tidak cukup hanya sampai disitu saja. Lebih luas lagi bisa memberi dampak yang buruk juga bagi lingkungan. 

“Gas buang kendaraan hasil dari pembakaran yang tidak sempurna, mungkin tidak langsung terlihat dampaknya, tapi kita bisa lihat langit Jakarta yang semakin pekat, semakin tidak bersahabat. Padahal kita sekarang lagi senang-senangnya berkegiatan di luar setelah lepas dari PSBB, walaupun akhirnya besok PSBB lagi,” sesalnya. 

Padahal sejak PSBB diterapkan pertama kalinya beberapa bulan lalu, kualitas udara di Jakarta menurutnya sempat membaik. Hal ini terlihat dari cerahnya langit Jakarta di sekitaran bulan April 2020 lalu. 

“Kemarin sempat saat PSBB berjalan kita bisa lihat langit Jakarta begitu cerah, tapi sekarang sudah mulai tidak cerah lagi. Nah ini merupakan dampak dari penggunaan RON yang tidak sehat,” pungkasnya.

Tentu pertanyaannya, mengapa PT Pertamina (Persero) masih mau menjual BBM dengan RON88 kepada masyarakat kalau sudah tahu jenis BBM ini tidak berkualitas dan berdampak negatif terhadap lingkungan? 

“Premium ini termasuk jenis BBM penugasan dari Pemerintah, artinya kami disini hanya  menjalankan tugas melalui Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018. Jadi ini tentang perubahan atas peraturan yang sebelumnya. Sehingga ketika ini sifatnya penugasan, untuk tetap menyediakan BBM jenis Premium di masyarakat, artinya kewenangan untuk tidak lagi menjual Premium bukan di Pertamina. Kita hanya menjalanakan tugas dari pemerintah saja,” terang Eko Kristiawan, Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III yang juga hadir sebagai nara sumber di acara tersebut. 

Lewat tulisan ini, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region III bersama Forum Wartawan Otomotif Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk semakin pintar dalam memilih menggunakan BBM yang berkualitas. Pertamina punya produk Pertamax Series dan Dex Series yang bisa dipilih oleh masyarakat. Karena dengan penggunaan BBM berkualitas ini, emisi gas buang kendaraan jadi lebih sedikit dan polusi udara dapat berkurang. 

Ujung-ujungnya, kita bisa mewariskan anak cucu kita dengan lingkungan udara yang bersih. Mari kita sama-sama mewujudkan hal ini.