Copied to clipboard!

Ilustrasi transmis matic dan manual.



TIPS

Pilih Mobil Matic atau Manual? Lihat Plus Minusnya

Author : Herdi Muhardi

20 Mar 2020


Mobil transmisi matic vs manual, lebih baik pilih yang mana, ya? Nah, ini kerap jadi pertanyaan yang terlontar ketika seseorang akan membeli mobil pertaman. Kalau OLXer sendiri, pilih mana?

Banyak orang bilang, mobil matic punya segudang nilai positif dibanding manual, apalagi untuk pengendara pemula. Dua di antaranya ialah, gampang dikendarai dan tidak cepat buat lelah.

Apa cuma segitu saja? Supaya lebih jelas, yuk pahami berbagai spek antara mobil matic vs manual berikut ini.

Ada beberapa perbedaan antara mobil dengan transmisi matic dan manual. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut uraiannya di bawah ini!

1. Kemudahan dan kenyamanan dalam berkendara

Banyak orang menganggap bahwa menyetir mobil matic lebih memberikan kenyamanan dibanding manual. Sedikit banyak itu benar adanya.

Pasalnya, saat akan mengoper gigi, pengendara mobil manual harus menginjak kopling terlebih dulu. Kondisi seperti ini cukup melelahkan terutama saat berada di jalanan macet dan juga menanjak.

Beda halnya dengan mobil matic. Pengendara hanya cukup mengoperkan gigi, mengerem, dan menginjak gas untuk menjalankan mobil.

Orang-orang yang baru belajar mengendarai mobil bisa cepat mahir bila mengendarai matic. Sementara orang yang mengendarai manual harus bisa membiasakan diri untuk mengoper gigi, menginjak kopling, dan menginjak gas. Mereka pun harus berkonsentrasi untuk bisa menyeimbangkan ketiganya.

2. Jumlah gigi mobil matic vs manual

Mobil dengan transmisi matic dan manual sama-sama dilengkapi dengan gigi penggerak. Namun, kedua jenis transmisi mobil tersebut punya jumlah gigi yang berbeda.

Mobil dengan transmisi manual biasanya memiliki lima sampai enam jenis gigi. Lima diantaranya berfungsi memacu mobil bergerak ke depan. Sementara satu sisanya untuk mundur.

Beralih ke mobil dengan transmisi matic. Umumnya, mobil-mobil matic di Indonesia terbagi menjadi dua jenis yaitu, otomatis dan semi otomatis.

3. Akselerasi mobil matic vs manual

Masih berhubungan dengan gigi yang dimiliki kedua mobil ini. Banyak yang menyebutkan bahwa mobil bertransmisi manual lebih agresif dan responsif dibanding kendaraan otomatis. Hal ini dikarenakan oleh perpindahan kopling yang dilakukan saat mobil berada di medan jalan yang berbeda-beda.

Belum banyak yang tahu, sebenarnya kerja transmisi matic  jauh lebih rumit dari yang manual. Pengendara mobil otomatis tidak bisa melakukan engine brake karena ketiadaan gigi. Hal inilah yang membuatnya tidak responsif seperti mobil manual.

4. Pengereman mobil matic dan manual lebih halus

Ketiadaan engine brake pada mobil dengan transmisi matic membuatnya sangat kurang baik dalam hal pengereman. Pertama, mobil matic akan terasa lebih kasar saat direm. Hal ini bertolak belakang dengan mobil manual yang sangat halus saat direm.

Tak adanya engine brake ini pun berpengaruh saat mengendarai mobil matic di jalan menurun. OLXer harus sangat berhati-hati jika tidak ingin kehilangan kendali atas kecepatan mobil.

Selanjutnya, bila terlalu sering menggunakan mobil matic di jalan menurun, daya cengkram remnya bisa longgar. Tak hanya itu, rem mobil matic akan cepat aus kampasnya bila sering di rem saat dalam keadaan ngebut.

5. Tingkat konsumsi bahan bakar

Biarpun gampang dan nyaman dikendarai, ternyata konsumsi bahan bakar mobil matic sangat boros, lho. Justru mobil transmisi manual yang katanya ribet, cukup irit bahan bakar bensin.

Konsumsi bahan bakar mobil matic yang boros ini disebabkan oleh perputaran transmisinya yang berat. Akibatnya, mesin mobil pun bekerja lebih ekstra. Tentunya hal ini cukup menyedot bahan bakar.

Kehadiran jumlah gigi mobil manual yang lebih banyak membuatnya berakselerasi lebih mudah. Imbasnya, kerja mesin jadi ringan dan konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.

Walaupun begitu, ada trik membuat konsumsi bahan bakar mobil matic jadi lebih irit. Caranya adalah dengan membiarkan mobil meluncur atau kerap disebut gas and glide di jalan lurus. Hasilnya, tenaga yang dibutuhkan lebih sedikit dan bahan bakar yang digunakan pun lebih sedikit.

6. Perawatan mobil

Selain transmisinya yang rumit, mobil transmisi matic punya komponen dan sistem mekanis yang lebih rumit dari kendaraan manual.

Beberapa contohnya seperti komponen elektrikal, mekanisme pendingin, dan juga pompa yang dimiliki. Kerumitan tersebut pun berdampak pada biaya perawatan mobil matic yang lebih mahal dari kendaraan manual.

7. Harga jual mobil bekas matic dan manual

Walaupun perawatannya ribet dan mahal, namun hal ini berbanding lurus dengan harga jualnya. Mobil matic bekas dapat dipastikan punya harga jual yang lebih tinggi dibanding kendaraan manual second. Perbedaan harga mobil bekasnya sendiri bisa mencapai Rp 2-3 jutaan.