BERITA

Ragam Garis atau Markah Jalan yang Wajib Diketahui

18 Sep 2019

OLXer yang sering mondar mandir pakai kendaraan baik mobil maupun sepeda motor pasti sering melihat rambu-rambu lalu lintas di jalanan. Tentunya rambu lalu lintas wajib dipatuhi agar kondisi jalanan jadi aman dan tertib untuk kita semua.

Tapi selain rambu yang dipasang di tepi jalan, OLXer juga pasti sering melihat garis-garis yang di cat di aspal. Perlu diketahui, itu bukan ulah iseng Dinas atau Kementerian Perhubungan apalagi dari petugas kepolisian. Sebaliknya, garis-garis ini disebut markah jalan, yang merupakan suatu tanda di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan.

Malah, markah jalan atau garis-garis di jalanan ini pada dasarnya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 tahun 2014. Selain itu, aturan soal marka jalan dituangkan dalam Pasal 106 ayat 4, yang berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan: 

a. Rambu perintah atau rambu larangan

b. Marka Jalan

c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

d. Gerakan Lalu Lintas

e. Berhenti dan Parkir

f. Peringatan dengan bunyi dan sinar

g. Kecepatan maksimal atau minimal

h. Tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain.

Jika OLXer melanggar marka jalan, maka sanksinya bisa dikenakan seperti dalam pasal Pasal 287 ayat 1, yakni:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Nah, ada baiknya OLXer kudu dan mesti wajib tau soal garis-garis atau marka jalan yang kerap kita jumpai di jalanan supaya tidak menyalahi aturan, apalagi kena denda. Berikut ulasannya.

1. Marka dua garis utuh atau garis ganda

Dilarang melewati marka tersebut dan dipasang jika jalan memiliki tiga lajur atau lebih. Artinya, pengendara tidak boleh melewati garis untuk mendahului pengendara lain

2. Marka garis putus dan utuh

Lajur jalan di sisi garis utuh dilarang melewati marka tersebut. Dan lajur jalan di sisi garis putus boleh melewati garis tersebut. 

Maksud dari marka ini adalah, pengendara yang berada di sisi garis putus-putus boleh berpindah jalur atau menyusul ke sisi sebelahnya. Sebaliknya, pengendara di sisi garis tanpa putus tidak boleh.

3. Garis kuning putus di sisi tepi jalan

Di Indonesia, memang jarang ditemukan garis seperti ini, namun demikian fungsi dari garis utama dengan warna kuning putus-putus ini sebagai tanda pengendara boleh mendahului atau menyalip kendaraan lain dari sisi tepi samping dengan memperhatikan kondisi pengendara lain.

4. Garis lurus tanpa putus

Di Indonesia, garis lurus tanpa putus biasanya berwarna putih, sedangkan untuk cat kuning bisa ditemukan di negara Eropa. Namun arti dari garis lurus ini adalah tidak boleh melewati marka atau mendahului dan menyalip kendaraan lain. Pengendara wajib berada di lajur masing-masing.

5. Garis putih lurus tanpa putus melengkung

Biasanya garis  ini ada di belokan atau tikungan yang artinya sama seperti nomor 4, tidak boleh mendahului kendaraan lain. 

6. Garis putih putus-putus

Garis putih putus-putus ini biasanya terletak di tengah jalan, dan memperbolehkan pengendara berpindah jalu atau mendahului kendaraan lain, namun tetap mempertimbangkan kondisi jalan dari arah lainnya.

7. Yellow Box Junction

Yellow Box Junction (YBJ) sering kita temui di persimpangan jalan di perkotaan. Adapun dengan adanya YBJ maka jalur persimpangan diharapkan bisa tidak terkunci apalagi saat kondisi jalan padat.

Meski banyak pengendara yang tak paham, namun seharusnya dengan adanya YBJ maka semua kendaraan dilarang melintas atau berada di kota garis kuning. (Her)