MODIFIKASI

Rombak Suzuki Thunder 250, Builder Asal Bayuwangi Ini Bawa Pulang Dua Gelar Best of The Best

30 Sep 2019

Kontes motor custom Suryanation Motorland Battle Seri 4 yang digelar di Bali, 28 September 2019 kemarin, menampilkan Enggal, builder asal Banyuwangi sebagai pemegang titel Best of The Best Region Denpasar.

Enggal Modified sukses menyingkirkan 150 motor karya builder-builder lainnya yang berkumpul di Lapangan Pantai Matahari Terbit untuk menjadi pemenang. 

Uniknya, builder Banyuwangi ini tidak membangun motor custom-nya dari base motor merek mahal seperti Harley Davidson maupun Triumph atau Royal Enfield. 

Cukup dengan Suzuki Thunder 250 yang disulapnya dengan konsep Boardtracker, dua gelar berhasil digebet Enggal, Best of The Best dan Free For All untuk kategori under 250.    

“Saya membangun motor ini selama 6 bulan. Sebelumnya motor ini milik seorang dokter yang dipakai sehari-hari. Ia mempercayakan sepenuhnya kepada saya untuk mengerjakan semua prosesnya, dari konsep hingga finishing,” cerita Enggal, sang builder.

Konsep custom yang dipilihnya terinspirasi dari sebuah majalah luar negeri dan juga internet. Namun diakuinya untuk mewujudkan konsep Boardtracker di Suzuki Thunder 250 ini tingkat kesulitannya kumayan tinggi.

“Kesulitannya membuat motor ini adalah untuk jalur rem dan jalur kopling, karena harus dibuat masuk ke dalam frame,” jelasnya.  

Hasil karyanya ini mendapat perhatian dari dewan juri yang terdiri dari Veroland dan Dodi Chrome Cycles. Bahkan Winston Yeh, builder dari Rough Craft asal Taiwan juga terlihat tertarik dengan motor custom yang dibangun Enggal.

Sedikit memberikan saran, Winston Yeh menyerukan para builder Indonesia agar banyak melakukan riset dan membuat jati diri sendiri sebagai builder.

“Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Indonesia dan jujur saya menyukai karya-karya yang dihasilkan. Masukan yang bisa saya berikan pada builder disini adalah banyak melakukan riset mengenai perkembangan custom dunia, kemudian fokus untuk membuat ciri khas yang menonjolkan jati diri dari builder. Ini yang akan menjadi nilai terkuat bagi seorang builder ketika membuat sebuah karya,” pungkas Winston Yeh. (Z)