PROPERTI

Satu Juta Unit Rumah Berhasil Dibangun Dalam Periode Pertama Kepemimpinan Jokowi

07 Nov 2019

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupr) mengumumkan data terbaru soal pencapaian program pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. 

Hingga bulan Oktober 2019 lalu, Kemenpupr mengklaim sebanyak 1.002.317 unit rumah yang sudah terbangun. 

Rincian realisasinya adalah sebagai berikut; 

Dirjen Penyediaan Perumahan : 189.614 unit 

Kementerian/lembaga lain : 10.582 unit 

Pemerintah Daerah : 27.358 unit 

Pengembang : 472.203 unit 

Program CSR : 101 unit 

Masyarakat secara swadaya : 6.582 unit. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 706.440 unit merupakan rumah MBR, non MBR 292.268 unit, serta masyarakat umum 3.609 unit.

Program satu juta rumah menjadi program unggulan Jokowi dan dipastikan di periode kedua masa kepemimpinannya sebagai Presiden, program ini akan lebih dikuatkan lagi untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan rumah.

“Semoga capaian yang sudah tembus satu juta unit ini menambah semangat setiap pemangku kepentingan di sektor perumahan baik pengembang, perbankan, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Kami optimistis tahun ini realisasinya bisa mencapai 1,25 juta unit karena kami juga masih punya cadangan pembangunan rumah swadaya melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perumahan,” ujar Khalawi Abdul Hamid, Dirjen Penyediaan Perumahan, dalam keterangan tertulis penghujung bulan Oktober lalu. 

Selain KPR bersubsidi dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), program satu juta rumah juga akan didorong dengan program pembangunan perumahan berbasis tabungan (BP2BT), pembangunan perumahan berbasis komunitas (P2BK), hingga dukungan pembiayaan dari program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

“Program ini jadi terobosan yang dilakukan pemerintah sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menyelesaikan masalah kebutuhan perumahan yang sangat besar. Tentu kita bersyukur sejak program ini dijalankan pada tahun 2015 lalu capaiannya terus meningkat,” pungkas Khalawi. (Z)