Copied to clipboard!

Ilustrasi salah satu tahapan proses produksi mobil Daihatsu di Indonesia. (Astra)



BERITA

Mobil Buatan Indonesia Sempat Diragukan di Jepang, Tapi Kini...

Author : Herdi Muhardi

23 Sep 2020


Indonesia termasuk negara yang mampu memproduksi sejumlah brand otomotif, baik sepeda motor maupun mobil. Bahkan, kendaraan yang dibuat di Indonesia tidak hanya diminati secara domestik, tetapi di luar negeri juga.

Indonesia sendiri jadi produsen mobil terbesar kedua di Asean setelah Thailand. Beberapa merek mobil seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, Mitsubishi, Mazda, DFSK, Wuling hingga Hino faktanya memiliki pabrik produksi di Indonesia. 

Bahkan mobil-mobil yang diracik dan dirakit putra putri anak bangsa ini mampu memenuhi standar kualitas masing-masing negara tujuan. Hal ini pun membuat produk dalam negeri mendapat pujian di pasar global.

Hannya saja, meski mengalami kemajuan dalam industri otomotif, ternyata orang Indonesia sendiri tak sedikit yang meragukan kemampuan hasil karya anak bangsa. Keraguan akan mobil-mobil buatan Indonesia yang berkualitas ternyata sempat dialami juga oleh PT Astra Daihatsu Motor.

Setidaknya menurut Direktur Marketing PT ADM Amelia Tjandra, saat pertama kali Daihatsu Indonesia hendak memproduksi Gran Max dan melakukan ekspor ke Jepang, saat itu cukup diremehkan.

“Jepang itu nggak percaya masa dari Indonesia (ekspor mobil). Kan mereka tahunya (Indonesia) negara antah berantah, taunya negara terbelakang,” ungkap Amel saat video conference dengan awak media beberapa waktu lalu.

Kata Amel, karena pihak Daihatsu Principal tidak percaya akan kemampuan atau skill orang Indonesia, maka dirinya sempat ditentang untuk membuat sebuah video dokumenter soal perkembangan Indonesia, untuk membuktikan bahwa Indonesia layak melakukan ekspor ke Jepang.

“Jadi tugas itu diterjemahkan, betul Indonesia ada banyak hutan, ada 17.000 pulau. Tapi tahu nggak ya mereka kalau mall terbesar di Asean (ada di Indonesia), sekolah internasional (ada di Indonesia), lapangan golf Jakarta banyak (ada di Indonesia) jadi info Indonesia kita speak by data, dan kami kirim videonya dan ditonton juga oleh dealer Toyota di Jepang, seeing is believing,” jelas Amel.

Benar saja, kala itu bos besar Toyota, Akio Toyoda melakukan peninjauan langsung pabrik Daihatsu. Hasilnya, Toyoda merasa pabrik Daihatsu sama seperti di Jepang, termasuk mirip dengan proses produksi mobil Toyota.

Oia, sekadar informasi Daihatsu-Toyota memang masih satu keluarga, bahkan beberapa mobil buatan Daihatsu juga diganti emblemnya menggunakan logo Toyota di Jepang.

“Akhirnya kita bisa ekspor, kita diterima, dan itu membanggakan karena banyak brand lain ekspor ke Jepang. Sementara itu bahkan dari UK (Inggris) sempat stop. Kita itu (di Indonesia) dari 2007 sampai sekarang, bahkan jumlah ekspor semakin tambah lho mereknya Daihatsu dan Mazda. Ini satu kebanggan bangsa Indonesia bisa ekspor ke Jepang,” kenang Amel.

Ekspor ke Jepang Sulit

Kata Amel, untuk mengekspor ke Jepang tidak semudah membalikan tangan. Sebab, Jepang memiliki standar keselamatan yang sangat ketat. Namun begitu, mobil buatan Indonesia sudah lama masuk ke sana, khususnya menggunakan mesin 1.5 liter

“Jadi yang masuk ke Jepang itu Gran Max dijual dengan nama Town Ace, Lite Ace, (termasuk Daihatsu Xenia menjadi Toyota Avanza). Selain itu ada juga dijual melalui brand Mazda. Saya sebagai org ADMm bangga karena kualitas Jepang,” jelas Amel.

Menurut Amel, jika sebuah negara berhasil memasarkan ekspor mobil di Jepang, maka hal tersebut menjadi pencapaian yang luar biasa. Belum lagi, jika ekspor tembus di Jepang, maka akan lebih mudah lagi. 

Namun kini, mobil dari Indonesia sudah banyak permintaan untuk dilakukan ekspor, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi disejumlah wilayah mulai dari Asia, Timur Tengah, Hingga daratan Amerika.