Copied to clipboard!



BERITA

Spare Partnya Disebut Langka dan Mahal, Ini Kata Suzuki

Author : Herdi Muhardi

10 Jul 2020


Ketersediaan spare part atau suku cadang jadi hal penting dalam sebuah bisnis otomotif baik roda dua maupun roda empat. Tak terkecuali ketika kondisi seperti saat ini, dimana akibat pandemi Covid-19 sektor otomotif termasuk yang cukup terkena imbasnya.

Pandemi Covid-19 juga dirasakan Suzuki Indonesia dalam memberikan pelayanan after sales kepada konsumen. Bahkan Spare Parts Department Head Suzuki Indomobil Motor, Christiana Yuwanti tak menampik, kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak pada cukup banyaknya dealer Suzuki yang tutup.

Namun begitu, lanjut Christina, Suzuki akan tetap mengusahakan ketersediaan suku cadang agar konsumen mendapatkannya barang yang diinginkan cukup mudah.

“Salah satunya melalui aplikasi MYSuzuki, kedepannya kami juga akan memasukan dealer roda 4 masuk dalam MySuzuki. Kami juga melakukan review agar setiap dealer wajib menyetok 100 item. Spare part jenis ini yang biasa dicari oleh konsumen,” ungkap Christina saat acara video conference dengan awak media.

Menurut Christina, Suzuki akan selalu berupaya menyediakan suku cadang tanpa batas usia kendaraan. Terlebih selama kendaraan tersebut masih dipasarkan dan diproduksi Suzuki.

“Kecuali telah discontinue. Jika telah discontinue maka batasannya adalah 10 tahun maka kami wajib mem back up,” ucapnya.

Suku Cadang Suzuki Mahal Karena Oknum

Tak hanya menjawab soal sulitnya mencari suku cadang, Christina juga mengungkapkan jika mendapatkan kendala atau info harga spare part mahal, maka bisa dilakukan pengecekan melalui website resmi Suzuki untuk melakukan perbandingan.

“Jika ada yang lebih mahal, moon dilaporkan ke kami agar dapat kami follow up,” ucap Christina.

Kata Christine, sebelum Suzuki meluncurkan sebuah produk, maka wajib melakukan survei terhadap kondisi suku cadang. Termasuk soal harga.

“Tidak boleh paling mahal. Jadi jika ada konotasi spare part mahal maka harus mengecek melalui website kami. Terkadang ini adalah permainan dari oknum tertentu,” terangnya.

Lain halnya dengan spare part second grade, Christina menuturkan, untuk jenis suku cadang tersebut pada dasarnya lebih ditujukan pada kendaraan komersial seperti angkot.

“Namun tentunya tidak menutup kemungkinan untuk second grade bagi roda dua. Tapi yang pasti jika dibandingkan antara genuine VS genuine (merek lain) pasti harga kami tidak lebih mahal,” tutupnya.