Copied to clipboard!

logo Renault.



BERITA

Strategi Renault Indonesia Supaya Semakin Agresif Meski Pandemi Covid-19

Author : Herdi Muhardi

01 Oct 2020


PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) selaku distributor resmi mobil Renault di Indonesia memang mengalami sedikit kendala akibat pandemi Covid-19.

Ya, merek mobil asal Perancis ini memang sempat memiliki rencananya untuk menghadirkan produk terbaru di pasar otomotif nasional. Namun hal itu urung dilakukan karena pandemi.

Menurut Chief Operating Officer (COO) PT MRI, Davy J Tuilan, salah satu imbas yang terjadi di Indonesia tak lain karena disebabkan lockdown total di India. Korelasinya, India menjadi salah satu basis produksi Renault, hal ini pula suplai mobil Renault ke Indonesia jadi terhambat.

“Lockdown itu berdampak pada progress peluncuran beberapa mobil baru yang kami datangkan dari India. Di Chennai, lokasi pabrik Renault di India, di sana adalah zona merah darah, karena memang banyak yang terkena Covid-19,” ungkap Davy saat acara video conference bersama awak media, Kamis (1/10/2020).

Kendati demikian, untuk saat ini kondisi pabrik Renault sudah sedikit lebih membaik. Bahkan kata Davy, India sedang bertarung dengan Covid-19, dan tetap melakukan protokol kesehatan di lokasi pabrik. Alhasil, lanjut dia, impor mobil Renault saat ini aman terkendali.

Dengan ini pula, Renualt Indonesia semakin percaya diri menatap pasar otomotif nasional agar kembali bergairah seperti sedia kala. 

Tambah Jaringan Dealer

Tidak hanya berjuang di tengah Covid-19, Renault rupanya ingin memperluas pasar. Bahkan 20 outlet sudah disiapkan selama 2020 namun dianggap masih kurang. Itu sebabnya, Renault berencana akan membuka jaringan dealer mencapai 42 unit pada 2021 mendatang.

“Mudah-mudahan tercapai. Melihat situasi saat ini, dengan adanya perkembangan Covid-19, mudah-mudahan bisnis dan ekonomi Indonesia sudah segera pulih, demikian pula bisnis otomotif,” terang Davy.

Seperti diketahui, saat ini dealer Renault sudah tersebar di beberapa wilayah, seperti di Jakarta, Serpong, Bintaro, BSD, Cibubur, Depok, Bandung, Cikarang, kemudian Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makassar dan juga Medan.

Menurut  Sales and Marketing Director MRI Budi DJ, berdirinya sejumlah dealer di berbagai wilayah tak lain sebagai salah satu strategi Renault di Indonesia.

“Kami juga ada investor baru yang bergabung, khususnya untuk wilayah di Kalimantan,” tuturnya.

Kata Budi, beberapa kota di Kalimantan seperti Pontianak, Palangkaraya, Balikpapan, Samarinda dan Banjarmasin tak lepas akan menjadi target pembangunan dealer Renault.

Selain itu, beberapa pulau seperti Jawa khususnya DKI Jakarta dan Sumatera akan ada beberapa dealer Renault selanjutnya.