PROPERTI

Tren Hunian Mini Sleep Box, Nyaman Nggak Ya?

09 Sep 2019

Beberapa hari terakhir ini ada berita viral soal hunian indekos ala sleep box di Jepang yang berlokasi di Jalan Rawa Selatan V, Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Hanya saja kosan dengan ukuran kamar dua meter, lebar satu meter dan tinggi 90 centimeter itu kini disegel pemerintah Jakarta Pusat karena dianggap tak memiliki izin usaha (untuk kosan). 

Selain itu, bentuk kamar kosan juga cukup kecil, ditambah minim fasilitas sehingga dinilai tak manusiawi untuk ditinggali manusia.

Kendati sempit, faktanya, kostan tersebut banyak dicari dan disukai pelanggan. Ya, hal ini karena harga sewa yang ditawarkan tergolong murah yaitu sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Sedangkan untuk bisa juga sehari Rp 50 ribuan.

Salah satu kostan berkonsep Sleep Box di Jakarta. (Instagram Satpol PP DKI Jakarta)

Di luar heboh kosan boksi di Jakarta, ternyata sewa hunian dengan bentuk minimalis juga diterapkan di beberapa negara. Tak terkecuali di Hongkong. 

Di kota yang disebut Asia World City (Kota Asia Dunia) ini memang seperti tak pernah tidur. Keramaian selalu terlihat siang dan malam. Belum lagi kemegahan disuguhkan dengan berderet gedung pencakar langit, serta gemerlap toko-toko di kota sehingga memberikan kesan meriah. 

Namun berbanding 180 derajat dengan segala kemewahan yang terpampang di depan mata. Penduduk Hongkong ternyata banyak yang tak memiliki kediaman sendiri seperti halnya rumah. Bahkan, pada 2018, Hongkong genap delapan tahun berturut-turut, menjadi kota dengan harga rumah termahal di dunia. 

Karena itu, banyak warga Hongkong mengeluhkan sulitnya untuk mencari hunian. Jika pun ada, harganya sangat mahal dan hanya berlaku bagi orang-orang tajir melintir.

Oia, jangankan punya rumah atau apartemen dengan cara membeli, untuk sekedar sewa hunian dengan kondisi layak, harganya sangat mahal. 

Salah satu hunian yang bisa disewa di Hongkong. (Capture Youtube VOX)

Oleh sebab itu, banyak warga Hongkong kini berdesakan tinggal di sebuah apartmen dengan ukuran sangat kecil. Bahkan, ada juga beberapa lokasi sewa hunian yang tidak lagi berbentuk kamar dengan ukuran 3x3 meter seperti yang ada di Indonesia. 

Sebaliknya, hunian yang disewakan justru mirip peti mati atau kandang hewan, karena bentuknya memang dibuat dari kayu-kayu, serta  seperti sangkar besi, sehingga hanya muat untuk satu orang. 

Tentu saja, jika OLXer melihat beberapa rumah susun di Jakarta, itu jauh ideal dan lebih manusiawi.

Tren Hunian Kecil 

Sleep Box Jakpod Hotel. (Booking.com)

Untuk menyiasati hunian kecil yang dianggap tidak layak, pada dasarnya konsep tersebut sudah diubah dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, ada juga jasa sewa kamar dengan bentuk kecil atau bentuk kapsul yang disebut sleep box. Kamar dengan bentuk kotak ini juga sudah masuk ke Indonesia lho.

Beberapa wilayah di kota besar di Tanah Air juga menerapkan sleep box. Hanya saja sleep box ini banyak digunakan untuk hotel. Oia, OLXer jangan harap ingin menginap bareng keluarga. Sebab, sleep box ini hanya muat untuk satu atau dua orang saja. 

Hotel-hotel yang menerapkan konsep sleep box, umumnya banyak ditawarkan karena harganya relatif lebih murah dan dipakai hanya sesaat. Selain itu, mereka yang menggunakan sleep box, biasanya memang sekadar ingin rebahan dan tidur dengan waktu sebentar.

Konsep Sleep Box Jakpod Hotel. (Booking.com)

Perlu OLXer ketahui, karena namanya saja sleep box, maka tempat ini cukup kecil sehingga tak memiliki kamar mandi atau dapur. Jika ingin buang air kecil Anda harus keluar dari sleep box terlebih dahulu dan masuk ke kamar mandi umum yang disediakan pengelola. Demikian juga dengan dapur. 

Di Jakarta, ada juga hotel berkonsep sleep box yaitu Jakpod Hotel yang salah satu lokasinya di Jakarta Pusat.  Fasiltas kamar bebas rokok, lounge bersama, Wi-Fi gratis, dan taman. Semua kamar memiliki TV layar datar dengan saluran kabel dan kamar mandi bersama. Akomodasi ini menyediakan resepsionis 24 jam dan layanan kamar untuk Anda.

Kamar-kamar di hotel kapsul ini memiliki AC dan lemari pakaian. Bahkan hotel ini ternyata menawarkan sarapan kontinental atau prasmanan.

Adapun konsep hotel dengan menerapkan sleep box, pertama kali digarap oleh arsitek Jepang Kisho Kurokawa pada 1979. Saat ini, sleep box sudah semakin populer dan dianggap sesuai untuk mereka yang ingin hidup sederhana. (Her)