Copied to clipboard!

Ilustrasi Toyota Corona pertama kali masuk pasar otomotif nasional sejak tahun 70-an.



BERITA

‘Virus’ Corona Ternyata Sudah Masuk Indonesia Sejak Tahun 70-an

Author : Herdi Muhardi

12 Feb 2020


Wabah virus Corona kini sudah mulai menyebar ke sejumlah penjuru dunia, termasuk beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Thailand bahkan juga Australia.

Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata belum ditemukan virus yang awalnya berasal dari Wuhan, China tersebut.

Jika mendengar kata Corona, ternyata nama tersebut bukan hanya untuk jenis virus saja, tetapi ada juga loh nama mobil. Ya, mobil tersebut adalah Toyota Corona.

Jauh sebelum virus yang asal muasalnya dari hewan tersebut muncul, nama mobil Toyota Corona sendiri sudah ada sejak tahun 1957.  Perlu OLXer tau, nama Toyota Corona sendiri punya sebutan lain yaitu Carina.

Jika melihat sejarah Corona, ternyata mobil ini juga bak virus, karena dijual tidak hanya di Jepang, melainkan ke berbagai pasar otomotif global, termasuk Indonesia.

Seperti dilansir Wikipedia, Toyota Corona merupakan sedan Sedan 4 pintu. Namun seiring perkembangannya hadir model Coupe 2 pintu yang dibuat antara tahun 1967 dan 1989. Adapun Toyota Corona hadir juga berupa model Liftback, Station Wagon, dan Van.

Kalau OLXer mau tau sejarah singkat Toyota Corona hingga akhirnya menyebar ke Indonesia, berikut ringkasannya.

Generasi Pertama (1957-1960)

Awal mula Toyota Corona adalah sebelum adanya Toyota Corolla. Mobil ini awalnya disebut Corona ST10 dengan mengusung mesin 995 cc.

Generasi Kedua (1960-1964)

Generasi kedua, hadir Corona PT20 yang diluncurkan pada 1960, Toyota mendesain Corona lebih besar dari model pendahulunya, dan mirip dengan sedan buatan Eropa pada jamannya. Generasi ini juga dipasarkan dengan nama Toyopet Tiara.

Generasi Ketiga (1964-1970)

Nah, ‘virus’ Corona terjadi di generasi ketiga, karena Toyota menjualnya secara massal di berbagai negara di dunia. Model yang tersedia adalah Sedan 4 pintu, Hardtop Coupe 2 pintu, Sedan 5 pintu (semi wagon yang mirip Liftback), Station Wagon, dan Van. Mesin yang digunakan berkapasitas 1500 cc.

Corona adalah Toyota pertama yang dijual secara resmi di Inggris, dan model ini juga sukses di Amerika.

Generasi Keempat (1970-1973)

Pada 1970 Toyota kembali meluncurkan sedan yang disebut Corona RT80 series Sedan dan Wagon, serta RT90-series Hardtop Coupe jauh lebih besar dan lebih modern dari generasi sebelumnya.

Ini adalah mobil kelas menengah yang sukses. Model Sedan dan Wagon bermesin 1500 cc, yang kemudian muncul facelift 1600 cc. Model sport Hardtop Coupe bermesin 1700 cc.

Oia, OLXer juga harus tau generasi keempat ini jadi awal mula ‘virus’ Corona mengaspal di Indonesia, dan dirakit secara lokal.

Generasi Kelima (1973-1979)

Generasi kelima disebut Corona seri T100 diproduksi dalam bentuk 4 pintu sedan, 2 pintu hardtop coupe, dan 4 pintu station wagon dengan mesin 1.6, 1.8, dan 2.0 liter.

Generasi Keenam (1978-1982)

Corona generasi ke-6 hadir dengan bentuk body yang agak kotak tetapi elegan. Menggunakan platform T130, Corona tersedia dalam versi Sedan, Hardtop Coupe, Wagon, dan model baru yang dilansir pada tahun 1979 yaitu Liftback 5 pintu.

Model facelift memiliki bagian depan miring dan lampu belakang baru.

Di Indonesia Corona generasi keenam hadir dengan mesin 2000 cc pada 1979 biasa disebut Toyota Corona RT132, bermesin 18R dan versi facelift dengan mesin 1800 cc pada tahun 1981 atau biasa disebut Toyota Corona TT132 bermesin 3T OHV .

Generasi Ketujuh (1982-1987)

Generasi ketujuh disebut Corona T140-series yang berbentuk kotak adalah generasi terakhir yang berpenggerak roda belakang (rear wheel drive). Corona ini dipasarkan di Jepang, Asia, Australia, dan Amerika Latin. Namun sayang model ini tidak dijual di Eropa, Amerika Utara atau Indonesia.

Corona CT141 bermesin diesel banyak digunakan untuk taxi di Singapore dan Hong Kong sampai pertengahan tahun 1990-an.

Corona FF (1983-1987)

Ini adalah Corona pertama berpenggerak roda depan (front wheel drive). Di Jepang dan beberapa negara lain, Corona T150-series ini disebut Corona FF untuk membedakan dengan Corona lama yang masih dijual.

Mulai sekarang Corona dipasarkan di Eropa dengan nama Carina, meskipun berbeda total dengan Carina T150-series yang hanya dijual di Jepang.

Di Indonesia, Corona ini tersedia dalam model GL dan versi facelift yang disebut EX Saloon bermesin 4A 1600 cc.

Generasi Kedelapan (1988-1992)

Corona Coupe T160 series berbasis Celica notchback coupe. Perbedaanya terletak di bagian depan, dimana Corona menggunakan lampu kotak fixed yang menggantikan lampu retractable (pop-up) pada Celica.

Untuk Corona Coupe bermesin 1600cc, 1800cc, dan 2000 cc. Model yang paling mahal adalah 2000 GT-R bermesin 3S-GE.

Corona T170-series Sedan, Liftback, dan Wagon dipasarkan di Eropa dengan nama Carina II. Di Jepang juga dijual Carina yang pada generasi ini sangat mirip dengan Corona, dan hanya berbeda lampu depan, grill, dan lampu belakang.

Corona Super Roomy dengan wheelbase yang lebih panjang adalah versi semi-limousine yang hanya dijual di Jepang dalam jumlah yang terbatas.

Generasi Kesembilan (1992-1997)

Generasi selanjutnya muncul Corona T190 dengan bentuk lebih besar, lebih lega, dan lebih solid dibanding model sebelumnya. Pertama kali diperkenalkan dalam pameran Jenewa Auto Show 1992 dan dipasarkan di Eropa dengan nama Carina E. Ini adalah model yang sukses di Eropa.

Di Jepang, Corona dibuat dalam trim level GX, Select Saloon, EX Saloon, dan EX Saloon G. Model Liftback disebut Corona SF. Di Indonesia, generasi ini disebut Corona Absolute, sedangkan di Thailand dan Taiwan dikenal dengan nama Corona Exsior.

Corona Absolute mengalami perubahan pada eksterior pada pertengahan 1994, yaitu desain baru pada bumper depan dan belakang dengan ditambahkannya lis plastik hitam.

Plat nomor belakang yang semula di bumper belakang dipindahkan ke bagasi sehingga desain lampu belakang juga diubah. Lampu sein depan pun dibuat lebih besar dari model sebelumnya. Gril krom diubah menjadi sewarna body.

Generasi Kesepuluh (1996-2001)

Diberi nama resmi Corona Premio, T210-series adalah Corona terakhir di Jepang, yang dijual dalam trim level Premio Standard 1.6, Premio E 1.8, dan Premio G 2.0.

Model 1.8 juga tersedia dengan 4WD. Corona Premio sebenarnya tidak masuk Indonesia secara resmi namun Corona Premio banyak digunakan sebagai kendaraan dinas TNI dan sebagai armada taksi di Batam.

Generasi Kesebelas (1997-2003)

Generasi terakhir ini Toyota Corona juga disebut Toyota Avensis yang dibuat khusus untuk pasar Eropa, dan dijual di beberapa negara Amerika Latin dengan nama Corona.

Di Yunani, T220 untuk mobil pribadi disebut Avensis, dan yang bermesin diesel untuk taxi disebut Corona.