Copied to clipboard!
Ekspor Mobil Suzuki

Suzuki XL7 jadi primadona ekspor baru bagi Suzuki Indonesia (Foto : Z)



BERITA

XL7 Dongkrak Ekspor Suzuki di Kuartal I 2020

Author : Zainal Abidin

23 Jun 2020


International Monetary Fund (IMF) memprediksi Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu bertahan dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif di tahun 2020 meski terpapar pandemi COVID-19. Hal ini didukung oleh data dari Kementrian Perindustrian yang menyatakan bahwa ekspor kendaraan roda empat CBU di Indonesia selama kuartal 1 2020 mencapai 87.879 unit.

Di tengah tantangan besar menurunnya pasar otomotif akibat pandemi COVID-19, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) sebagai produsen kendaraan merek Suzuki di Tanah Air  sukses membukukan pertumbuhan positif melalui ekspor Completely Built Up (CBU). 

Suzuki Ertiga, Carry dan XL7 menjadi model kunci kesuksesan Suzuki di sektor ekspor CBU di tahun ini dengan masih banyaknya permintaan produksi ketiga model tersebut dari luar Indonesia.

Sejak Januari hingga Mei 2020, ekspor mobil CBU Suzuki mengalami pertumbuhan hingga 22 persen lebih tinggi dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya. 

Selama periode tersebut, Ertiga masih menjadi primadona ekspor CBU dan menjadi kontributor ekspor terbesar Suzuki Indonesia, dengan jumlah 7.880 unit. Kemudian disusul dengan New Carry sebanyak 3.339 unit. 

PT SIM juga punya primadona ekspor baru yakni XL7 yang meluncur pada Februari 2020 lalu. Model ini ikut mendorong pertumbuhan ekspor Suzuki dengan kontribusi sebanyak 2.169 unit. 

Rencananya di tahun ini, Suzuki akan mengekspor kendaraan bentuk utuh (CBU) hingga ke lebih dari 50 negara di dunia.

“Sebetulnya kami optimistis pertumbuhan ekspor mobil CBU Januari-Mei bisa lebih tinggi dari 22 persen. Tapi mengingat saat ini kita dihadapkan pada pandemi dan penurunan produktivitas dari berbagai sektor, angka itu adalah sebuah pencapaian positif,” terang Aris Yuliyantoro, Assistant Dept. Head Production Planning Control PT SIM dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2020).

“Peningkatan ekspor ini membangun optimisme Suzuki untuk kembali beroperasi setelah menghentikan sementara kegiatan pabrik. Saat ini pasar internasional dalam masa pemulihan, dan untuk memenuhi permintaan ekspor, secara bertahap kami kembali berproduksi dengan menerapkan Suzuki Hygiene Commitment dan protokol kesehatan dari Pemerintah. Kami harap industri otomotif dan lainnya cepat pulih dan bangkit bersama agar bisa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia,” tutup Aris.