Minggu, Juni 26, 2022
More
    BeritaBan Mobil Ramah Lingkungan, Materialnya Minyak Kedelai Sampai Abu Sekam

    Ban Mobil Ramah Lingkungan, Materialnya Minyak Kedelai Sampai Abu Sekam

    Mereka ban asal Amerika Serikat, The Goodyear Tire & Rubber Company (Goodyear) terus berinovasi untuk mewujudkan ban ramah lingkungan.

    Kali ini, Goodyear mengumumkan telah menggarap ban yang 70 persen kandungan menggunakan  bahan berkelanjutan.

    Menurut Wakil Presiden Senior, Operasi Global dan CTO Goodyear, Chris Helsel, tidak hanya sampai 70 persen, Goodyear berambisi membuat ban ramah lingkungan hingga 100 persen pada 2030 mendatang.

    “Para ilmuwan serta insinyur kami telah membuat kemajuan besar dalam mewujudkannya. Ini merupakan pencapaian menarik yang menunjukkan komitmen kami untuk meningkatkan penggunaan material berkelanjutan,” ungkap Helsel dalam keterangannya.

    Dengan menggarap ban ramah lingkungan, Goodyear ingin menjadi sebuah perusahaan ban terdepan dalam dunia industri.

    Maka dari itu, dalam 10 tahun ke depan, Goodyear akan terus mengejar ambisi untuk membuat ban 100 persen terbuat dari bahan berkelanjutan.

    Material ban ramah lingkungan

    Ban ramah lingkungan terbaru dari Goodyear, sudah menggunakan bahan baku dari 13 material yang berbeda. (Goodyear)

    Saat ini, untuk membuat ban ramah lingkungan dengan kandungan 70 persen material berkelanjutan, setidaknya ada 13 macam bahan unggulan berbeda yang kini sudah digunakan.

    Ya, meski tidak disebutkan secara detail bahan baku yang digunakan, setidaknya ada beberapa material yang sudah dibocorkan Goodyear ke publik.

    Nah, OLXers mau tahu beberapa resep ban ramah lingkungan apa saja lihat ulasannya di bawah ini:

    • Karbon hitam

    Disebutkan untuk membuat ban ramah lingkungan Goodyear menyertakan karbon hitam dalam ban sebagai penguat kompon.

    Bahan bakau ini disebut dapat membantu meningkatkan umur ban, dimana secara tradisional dibuat dengan membakar berbagai jenis produk minyak bumi.

    Adapun kabron hitam ini dihasilkan dari kandungan zat berbeda, yaitu i metana, karbon dioksida, dan minyak nabati.

    Penilaian awal terhadap siklus hidup menunjukkan adanya pengurangan emisi karbon dibandingkan dengan metode produksi karbon hitam saat ini atau penggunaan sumber bahan baku berbasis bio atau limbah.

    • Minyak kedelai

    Material selanjutnya adalah, minyak kedelai pada ban merupakan inovasi penting Goodyear yang membantu menjaga kompon karet ban tetap lentur dalam perubahan suhu.

    Minyak kedelai adalah sumber daya berbasis natura, yang mengurangi penggunaan produk berbasis minyak bumi oleh Goodyear.

    Sementara hampir 100 persen protein kedelai saat ini hanya digunakan dalam aplikasi makanan atau pakan ternak surplus minyak yang signifikan tersisa dan tersedia untuk digunakan dalam aplikasi industri.

    • Silika

    Material lainnya yang digunakan untuk membuat ban yaitu Silika. Bahan baku ini membantu meningkatkan daya cengkeram dan mengurangi konsumsi bahan bakar.

    Oia, material silika yang digunakan untuk ban Goodyear ini ada tiga jenis dan unik, salah satunya dihasilkan dari abu sekam padi.

    Disebutkan, abu sekam padi merupakan hasil samping pengolahan beras yang sering dibuang khususnya ke tempat pembuangan akhir.

    Baca juga  "Berbagi Untuk Negeri" Astra Financial Donasi 15 Ventilator, 5 Unit Untuk Jawa Tengah

    Padahal, silika berkualitas tinggi telah dihasilkan dari abu limbah ini.

    • Poliester

    Material lainnya yaitu Poliester yang didaur ulang dari botol plastik dan limbah plastik lainnya.

    Limbah-limbah di atas mengubah poliester menjadi bahan kimia dasar dan sehingga menjadi poliester tingkat teknis yang layak untuk tali ban.

    Nah, itulah beberapa resep pembuatan ban ramah lingkungan yang dibocorkan Goodyear. Cukup unik kan!

    OLXers yang ingin berencana jual mobil lama kalian bisa langsung ke OLX Autos #JUJURLYAMAN.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here