Kamis, September 29, 2022
More
    TipsBan Motor Retak, Apakah Berbahaya?

    Ban Motor Retak, Apakah Berbahaya?

    Ban jadi komponen vital pada sebuah kendaraan bermotor. Namun terkadang, ban motor retak jadi salah satu hal yang kerap kali terjadi.

    Ya, jika ban motor atau mobil retak halus dan kecil seperti rambut pada bagian dinding samping, maka dari segi estetika ban jadi kurang sedap dipandang.

    Namun tak sedikit yang bertanya maka apakah ban retak justru lebih berbahaya dan perlu diganti?

    Malansir situs resmi ban Dunlop, ketika retak halus muncul, seharusnya tidak menganggap berbahaya dan langsung diganti. Retak halus di ban masih bisa ditoleransi, asalkan retakannya benar-benar halus dan dangkal.

    Ban retak harus diganti atau tidak

    Jika OLXers merasa ragu bagaimana ciri ban retak harus diganti atau tidak, maka perhatikan seperti ulasan sebagai berikut.

    Pertama, OLXers harus perhatikan keretakan ban secara lebih mendetail. Lihat apakah dalam atau tidak.

    Kedua, jika kedalaman retak halus masih sekitar satu milimeter atau kurang, pergantian tidak diperlukan. Pasalnya, secara durability dan kemampuan ban masih dapat diandalkan.

    Selain itu, struktur ban biasanya mempunya beberapa lapisan yang mampu bertindak sebagai pengaman, termasuk carcass ply atau tubeless inner liner yang dapat melindungi dari kebocoran.

    Tak hanya itu, serat benang nilon dan lapisan karet di ban yang mampu menambah kekuatan.

    Ketiga, lihat posisi keretakan. Jika muncul di area bekas tambalan ban, maka kondisinya bisa berbeda. Pasalnya, mungkin saja bagian dalam ban memang sudah terkelupas. Kalau itu yang terjadi, maka pergantian ban wajib dilakukan.

    Pemicu Ban Motor Retak Halus

    OLXers juga harus ban motor retak biasanya ada beberapa penyebabnya, antara lain:

    ● Faktor Cuaca

    Kondisi cuaca bisa berpengaruh terhadap kondisi ban. Terlebih ban menggunakan material utamanya adalah karet.

    Nah, ketika ban terpapar panas, kemudian terkena air, lalu berada di tempat lembab, secara berulang kali, maka karet luar ban bisa retak.

    ● Tekanan Angin

    Retak halus bisa pula dipicu oleh ketidaksesuaian tekanan ban. Tekanannya kurang atau justru berlebihan sama-sama berdampak buruk bagi ban.

    Terlebih lagi jika ban terus digunakan. Hal tersebut memperbesar kemungkinan terdapat retak-retak halus di ban.

    ● Kelebihan Muatan

    Pemicu ban retak juga bisa karena kelebihan muatan. Hal ini karena apabila menanggung beban lebih berat dari kemampuan, ban akan terbebani.

    Bukan cuma retak, mungkin juga ban akan langsung pecah. Oleh sebab itu, pastikan membawa beban sesuai aturan.

    ● Paparan cairan kimia

    Paparan cairan kimia juga dapat menghadirkan retak halus pada ban. Contohnya detergen yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi ban. Detergen bersifat panas sehingga dapat membuat ban retak. Maka dari itu disarankan jangan mencuci ban motor dengan menggunakan detergen.

    Cara Antisipasi Ban Motor Retak

    Jika OLXers bertanya apakah ban retak bisa diantisipasi, tentu saja jawabannya adalah bisa. Bahkan caranya cukup mudah

    Nah, mau tau caranya berikut penjelasannya:

    Pertama, tekanan ban harus dipastikan sesuai dengan rekomendasi. Jangan berlebihan ataupun kurang.

    Kedua, hindari muatan yang terlalu berat. Lihat acuan standar beban yang ditoleransi oleh ban dari load index ban.

    Ketiga, rajin membersihkan ban. Cuci ban dengan bersih supaya material asing yang menempel di ban hilang. Namun, pastikan menggunakan cairan khusus untuk mencuci ban.

    Keempat, bersihkan ban dengan menyikatnya. Memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membersihkan ban dari berbagai objek yang sering menempel di sela-sela alur ban atau di dinding ban seperti kerikil atau paku kecil.

    Kelima, setelah semuanya selesai, bilas dengan air bersih supaya tidak ada sisa sabun yang menempel. Ban akan bersih, sehingga aman dari ancaman retak halus.

    OLXers mau cari mobil bekas berkualitas bisa lihat di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here