Minggu, Mei 29, 2022
More
    Tips & TrikTanya Jawab (Pendapat Ahli)Begal Meresahkan, Rider Lakukan Hal Ini Untuk Pencegahan

    Begal Meresahkan, Rider Lakukan Hal Ini Untuk Pencegahan

    Begal, begitulah sebutan bagi pelaku kriminal yang merampas kendaraan bermotor dengan kekerasan.

    Tak jarang, begal kerap kali melukai korban dengan senjata tajam, bahkan sampai ada yang tewas.

    Bahkan beberapa waktu lalu, begal beraksi di wilayah Kranggan, Bekasi, dimana seorang anggota Brimob Polri Aipda Edi Santoso menjadi korban dengan luka sabetan dan satu unit sepeda motor dicuri.

    Beruntung Polda Metro Jaya cepat bertindak, sehingga para pelaku yang masih berusia di bawah umur berhasil ditangkap.

    Bicara soal begal, Pemerhati Transportasi dan Hukum, Budiyanto angkat bicara. Budi, yang merupakan mantan Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, memberikan beberapa tips antisipasi jika berkendara.

    Menurut Budi, antisipasi ini bisa diterapkan untuk mencegah street crime, khususnya para begal yang sangat meresahkan.

    “Untuk para pengendara sepeda motor terutama malam hari dan melewati jalan gelap atau kurang penerangan, diminta untuk (berkendara) tidak sendiri, dan diusahakan secara berkelompok,” ungkap Budi dalam pesan tertulis, Kamis (24/2/2022).

    Kata Budi, dengan berkendara tidak sendiri, secara tidak langsung hal ini sudah membangun situasi preventif atau pencegahan. Sebaliknya, para pelaku pun kerap melakukan aksinya minimal dua orang.

    Begal karena ada niat dan kesempatan

    Budi menyatakan, sama dengan tindak kriminal pencurian lainnya, kejahatan muncul karena ada niat dan kesempatan.

    “Pada saat kelompok penjahat berhadapan atau bertemu dengan pengendara sepeda motor, kemudian muncul niat. Dalam situasi seperti ini kesempatan sangat besar dan kejahatan sangat mungkin terjadi,” ucapnya.

    “Namun apabila pengendara dalam kelompok-kelompok, penjahat yang memiliki niat untuk melakukan kejahatan, maka dengan melihat jumlah pemotor yang banyak, kesempatan si penjahat sangat kecil, sehingga kejahatan tidak terjadi,” lanjut Budi.

    Budi juga mengatakan, pengendara sepeda motor apabila melihat hal-hal yang mencurigakan, diusahakan untuk berhenti ditempat-tempat ramai.

    Selain itu, apabila situasi memungkinkan, maka laporkanlah kepada aparat keamanan terdekat, baik itu pihak polisi, Satpam, Pokdar Kamtibmas atau lainnya.

    Pasalnya, petugas yang bertanggung jawab dibidang keamanan dapat melakukan langkah-langkah preventif dengan cara melakukan pencegahan dan patroli pada lokasi, dan jam di rawan terjadinya kejahatan.

    Budi menyarankan, agar rider yang berkendara memanfaatkan teknologi untuk membangun Panic Button. Biasanya Panic Button dapat diakses melalui aplikasi yg terkoneksi dengan kantor-kantor Polisi terdekat.

    Perlu diketahui juga, ketika hendak berkendara saat malam hari, pastikan apakah rute yang dilalui rawan atau tidak di jam-jam tertentu.

    Selain itu pastikan juga motor dalam kondisi dalam kondisi prima dan bensin terisi penuh, alias tidak ada gejala akan mogok atau kebahabisan bahan bakar.

    OLXers mau beli mobil bekas berkualitas bisa cek di OLX Autos.

    Baca juga  Lagi Di Rumah Aja? Yuk Cari Tahu Hal Sepele yang Ternyata Penyebab BBM Boros

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here