Kamis, September 29, 2022
More
    BeritaBesaran Biaya Tilang Pengendara Motor Jika Melanggar Lalu Lintas

    Besaran Biaya Tilang Pengendara Motor Jika Melanggar Lalu Lintas

    Salah satu hal yang paling dikhawatirkan pengendara motor di jalan raya biasanya kena tilang polisi.

    Ya, terkadang para pengguna kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor kerap merasa mereka telah mematuhi aturan lalu lintas. Namun, terkadang mereka lupa, khilaf bisa saja terjadi.

    Singkat kata, OLXers yang tak pernah ditilang atau memang sudah pernah, sejatinya harus terlebih dahulu mengetahui prosedur penilangan, yang baik dan benar.

    “Ketika ditilang polisi, yang bertugas akan wajib menyapa dengan sopan serta menunjukan jati diri dengan jelas,” tulis Polri.go.id

    Saat dihampiri petugas, biasanya mereka akan menerangkan kepada pelanggar apa kesalahan yang terjadi, termasuk pasal berapa yang telah dilanggar? dan tabel berisi jumlah denda yang harus dibayar oleh pelanggar..

    Setelah itu, petugas akan memberikan pilihan kepada pelanggar untuk menerima kesalahan dan memilih untuk menerima slip biru, kemudian membayar denda di bank, lalu mengambil dokumen yang ditahan di Polsek tempat kejadian.

    Atau, bisa juga menolak kesalahan yang didakwakan dan meminta sidang pengadilan serta menerima slip merah.

    Di pengadilan, hakim akan memutuskan apakah pelanggar bersalah atau tidak, dengan mendengarkan keterangan dari polisi bersangkutan dan pelanggar dalam persidangan di kehakiman setempat, pada waktu yang telah ditentukan. Biasanya 5-10 hari kerja dari tanggal pelanggaran.

    JIka tak ikut sidang di pengadilan, OLXers juga bisa mengambil barang yang disita di Kejaksaan negeri

    Jenis pelanggaran dan besaran denda tilang

    Sanksi pelanggaran lalu lintas di jalan raya berbeda-beda. Namun berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, besar denda tilang di kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta.

    Nah, berikut ini beberapa pelanggaran yang sering dilakukan pengendara bermotor, termasuk besaran biaya tilangnya.

    1. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

    2. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (Pasal 288 ayat 2).

    3. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. (Pasal 280).

    4. Setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (Pasal 285 ayat 1).

    5. Setiap pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. (Pasal 285 ayat 2).

    6. Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. (Pasal 287 ayat 1).

    7. Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. (Pasal 288 ayat 1).

    8. Setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yang tak mengenakan helm standar nasional dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (Pasal 291 ayat 1).

    9. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat 1 dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (Pasal 293 ayat 1).

    10. Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15  hari atau denda paling banyak Rp 100 ribu. (Pasal 293 ayat 2).

    11. Setiap pengendara sepeda motor yang akan berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. (Pasal 294).

    Perlu dicatat, denda berupa uang yang disebutkan di atas biasanya dikenakan maksimal oleh petugas polisi. Namun hasil akhirnya bisa saja lebih rendah jika hakim sudah memutuskan.  

    OLXers yang mau mencari mobil bekas berkualitas bisa lihat di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here