Rabu, Juni 29, 2022
More
    BeritaCatat, Polisi Larang Pengendara Motor Pakai Sandal Jepit

    Catat, Polisi Larang Pengendara Motor Pakai Sandal Jepit

    Pengendara sepeda motor yang kerap menggunakan sandal jepit, maka hal itu jangan dijadikan kebiasaan. Sebaiknya diganti dengan mengenakan sepatu.

    Himbauan ini disampaikan langsung Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Polisi Firman Shantyabudi, dengan alasan demi meminimalisir resiko dan fatalitas jika terjadi kecelakaan lalu lintas.

    “Mohon maaf saya bukan men-stressing pakai sendal jepitnya, tidak ada perlindungan pake sandal jepit itu,” ungkap Firman.

    Kata Firman, penggunaan sandal jepit tidak ada proteksi jika bersentuhan langsung dengan aspal. Lain hal jika penggunaan sepatu, maka tingkat fatalitas kendaraan akan sangat minim.

    “Karena kalau dia sering pake motor (dengan sandal jepit) kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi kita itulah fatalitas,” ujar Firman.

    Lebih lanjut Firman menyatakan, kecelakaan justru kerap terjadi saat pengendara melakukan perjalanan jalan dekat yang rutin dilakukan setiap hari.

    “Karena ada masyarakat yang bilang begini ‘Pak cuman deket aja Kok, Masa cuman mau beli tempe doang ke pasar (pakai sepatu) segala macam itu’,” ucapnya.

    Oleh karena itu Firman berharap, setiap pengendara sepeda motor hendaknya, mempersiapkan sebaik mungkin sebelum keluar rumah menggunakan motor baik jarak dekat maupun jarak jauh.

    Kata Firman, salah satunya menggunakan sepatu, helm dan jaket sebagai bentuk ikhtiar untuk menghindari kecelakaan.

    Penggunaan sandal jepit belum ada sanksi tilang

    Meski larangan penggunaan sandal jepit telah disampaikan untuk diterapkan, namun nyatanya tidak ada sanksi tilang bagi mereka yang melanggar.

    “Tidak ada sanksi tilang, saya sudah sampaikan untuk Operasi Patuh tahun ini kita sudah dibantu dengan ETLE. Yang ketemu di jalan kita akan berikan edukasi,” jelasnya.

    Firman sendiri menyadari, budaya masyarakat menggunakan sendal jepit ketika berkendara memang tidak mudah

    Sama seperti helm, kata Firman, dahulu ketika dipaksa pakai helm ada kontra karena dianggap panas. Namun ketika masyarakat menyadari kepala itu penting, helm akhirnya banyak digunakan.

    “Kita sudah mengenal helm, bagaimana dengan anggota tubuh yang lain. Itulah sekarang jangan pakai sendal kalau bisa, bukan masalah tilang, tapi kalau pakai sendal jatuh itu berbahaya, itu pasti lecet,” terangnya.

    “Syukur-syukur pakai sepatu motor, ya itu mahal, tidak ada yang murah, tapi jauh lebih mahal nyawa kita,” tutur Firman.

    Firman menegaskan, sudah kewajiban polisi untuk mengingatkan agar tertib berlalu lintas agar bisa menyelamatkan anak bangsa.

    “Siapa tahu mereka calon-calon di masa depan, calon pemikir, calon guru kita ke depan, kita selamatkan dengan perilaku di jalan,” tutupnya.

    OLXers mau cari dan beli mobil bekas berkualitas, yuk cek di OLX Autos.

    Baca juga  Mobil Ini Punya Fitur Untuk Pencegahan Penyebaran Virus Corona

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here