Kamis, Mei 26, 2022
More
    BeritaCek Biaya Tarif Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran

    Cek Biaya Tarif Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran

    Mudik merupakan ritual yang sering kali dilakukan masyarakat Indonesia agar bisa menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ya, mudik jadi obat rindu masyarakat untuk bertemu sanak saudara di kampung halaman.

    Tahun ini, mudik kembali diperbolehkan pemerintah, setelah dua tahun terakhir dilarang karena adanya penyebaran virus Covid-19.

    Nah, bicara soal mudik lebaran. OLXers yang berniat ingin melakukan perjalanan jalur darat dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil, sudah seharusnya mempersiapkan berbagai kebutuhan.

    Salah satu persiapan yang tak boleh dilupakan yaitu biaya tarif tol. Apalagi tol Trans Jawa sudah menggunakan kartu uang elektronik atau e-toll.

    Daftar tarif tol

    Jalan Tol
    Kondisi jalan tol di Cikampek. (Shutterstock)

    Tarif tol Jakarta-Cirebon

    Untuk kendaraan pribadi, seperti jenis sedan, hatchback, MPV atau SUV masuk ke dalam golongan (Gol) 1. Tentunya untuk Gol 1 ini tarifnya lebih murah dibandingkan Gol 2, 3, 4 dan 5.

    Jika masuk tol Jakarta-Cikampek, maka untuk kendaraan pribadi bisa masuk lewat Cawang atau arah Halim Perdana Kusuma kemudian berakhir di Cikampek dengan biaya RP 20.000.

    Jika ingin menuju Bandung atau jalur selatan, bisa melewati tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) melalui SS Dawun-SS Padalarang dengan biaya Rp 42.500.

    Nah, setelah itu bisa juga melanjutkan masuk tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang menghubungkan Purwakarta dengan Cirebon dengan biaya Rp 119.000 ribu.

    Di Cirebon kita bisa melalui tol Palimanan-Kanci, dimana jalan tol sepanjang 26 km masuk wilayah Kabupaten Cirebon, dan biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp 12.500.

    Cirebon-Brebes-Semarang

    Masuk wilayah Jawa Tengah, tepatnya Brebes, OLXers bisa melintasi tol Kanci-Pejagan dengan tarif Gol 1 sebesar Rp 29.500. Kemudian melintasi Pejagan-Pemalang harus merogoh kocek Rp 60.000.

    Lebih lanjut, OLXers juga bisa melintasi jalan tol Pemalang-Batang dimana tarifnya mencapai Rp 45.000.  Setelah itu, bisa juga melintasi tol Batang-Semarang (Kalikangkung) Rp 86.000.

    Nah, jika OLXers memiliki tujuan Semarang dan sekitarnya, tentu harus dipersiapkan budget tol yang sudah disebutkan di atas.

    Semarang-Surabaya

    Apabila dari Semarang ingin lanjut ke arah timur Pulau Jawa seperti Surabaya, bisa melanjutkan dengan melintasi tol Semarang-Solo Rp 65.000, kemudian lanjut tol Solo-Ngawi Rp 104.500.

    Setelah itu, OLXers bisa juga melanjutkan perjalanan melalui tol Ngawi-Kertosono dengan Panjang 87,02 km dengan tarif Rp 91.000.

    Perjalanan dilanjutkan melintasi tol Kertosono-Mojokerto yang memiliki Panjang 40,5 km dengan tarif Rp 49.000.

    Nah, setelah itu melintasi tol Mojokerto-Surabaya, dimana biaya yang harus dikeluarkan Rp 38.000.

    Tarif tol Surabaya-Malang-Probolinggo

    Jika OLXers ingin melanjutkan perjalanan dari Surabaya ke Banyuwangi, setidaknya akan ada tiga ruas tol yang harus dilewati.

    Pertama, tol Surabaya-Gempol yang memiliki panjang 45 km dibutuhkan biaya sebesar Rp 18.000. Kemudian, lanjut tol Gempol-Pasuruan tarifnya Rp 24.000.

    Apabila ke ingin menuju kota Apel, selepas di wilayah Sidoarjo OLXers harus masuk tol Pandaan-Malang dengan tarif Rp 34.500.

    Baca juga  Mazda Pluit Indah, Dealer Resmi Mazda ke-23 di Indonesia

    Adapun jika ingin ke Probolinggo, maka masuk tol Pasuruan-Probolinggo Timur dengan budget Rp 30.000.

    Untuk lebih detail, ada bisa mengakses situs resmi bpjt.pu.go.id untuk mengetahui update tarif tol, sehingga tidak bingung.

    Tips mudik pakai e-toll

    E-toll
    Siapkan e-toll untuk mudik lebaran. (Istimewa)

    Jika OLXers ingin mengisi e-toll, maka disarankan jangan mengisinya secara pas-pasan.

    Sebisa mungkin dilebihkan, karena dikhawatirkan jika salah masuk jalur tol, maka uang digital masih tercukupi sampai di tujuan.

    OLXers juga jangan menggunakan dua kartu tol berbeda, apalagi jika pintu Gardu Tol Otomatis (GTO) menggunakan sistem tertutup, dimana sistem hanya membaca kartu yang di tapping ketika masuk.

    Ya, sistem akan mengecek besaran tarif tol yang ditentukan dari asal masuk tol dan jenis kendaraannya.

    Jika dipaksakan, maka palang pintu tol justru tidak akan terbuka. Selain itu, tentu saja ini bisa membuat antrian keluar menjadi panjang.

    Sementara jika menggunakan dua kartu boleh-boleh saja, apabila pintu GTO mengusung sistem terbuka.

    Mau beli mobil bekas berkualitas, yuk cek di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here