Senin, Agustus 8, 2022
More
    Berita5 Merek Mobil Jepang Kolaborasi Percepat Akselerasi Mobil Listrik di Indonesia

    5 Merek Mobil Jepang Kolaborasi Percepat Akselerasi Mobil Listrik di Indonesia

    Indonesia semakin dekat ke tren kendaraan elektrifikasi. Apalagi setelah lima pabrikan mobil asal Jepang yang beroperasi di Tanah Air sudah bergabung dalam sebuah proyek untuk mengakselerasi pertumbuhan tren tersebut. Mitsubishi Motors, Nissan, FUSO, Isuzu dan Toyota sekarang sedang berkolaborasi dalam EV Smart Mobility – Joint Project.

    Proyek gabungan ini akan berusaha secara maksimal dalam mendorong pengembangan infrastruktur kendaraan elektrifikasi yang menyeluruh dan efektif.

    Mengusung konsep Multi-Pathway, proyek ini akan membantu masyarakat untuk melihat dan merasakan langsung bagaimana ekosistem elektrifikasi bekerja melalui teknologi elektrifikasi BEV dan PHEV pada kendaraan penumpang dan komersil. 

    Inisiatif bersama ini tentunya akan semakin memperbesar peluang akselerasi kendaraan ramah lingkungan yang mudah diakses publik, agar jangkauan teknologi elektrifikasi semakian luas. 

    EV Smart Mobility – Joint Project

    Langkah ini bukan hanya bertujuan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam mempercepat pengurangan emisi karbon, tetapi juga untuk memperluas pengenalan ekosistem kendaraan elektrifikasi yang akan menjadi salah satu mobilitas massal di masa depan.

    Komitmen ini juga sejalan dengan langkah strategis PT (Persero) PLN dalam upaya mengembangkan infrastruktur melalui pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) secara nasional. 

    Baca Juga: Ramaikan PEVS 2022, DFSK Pamer Mobil Listrik Baru

    “Dibutuhkan kerjasama yang kuat dari beberapa pihak, termasuk distributor otomotif, penyedia infrastruktur pengisian listrik, serta Pemerintah sebagai pembuat regulasi, dalam upaya mengurangi emisi karbon di Indonesia. Tidak hanya melalui strategi mengembangkan dan mempopulerkan kendaraan ramah lingkungan kepada masyarakat, tapi juga dibutuhkan dukungan pengembangan infrastruktur pengisian listrik yang terintegrasi. Dan kami mengapresiasi PLN yang telah mengambil langkah strategis untuk menciptakan infrastruktur pengisian listrik sebagai bagian dari upaya menghadirkan ekosistem elektrifikasi yang komplit kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Susumu Matsuda sebagai secretariat project yang mewakili 5 APM otomotif tersebut.

    Hal ini menurutnya semakin mempercepat dalam memberikan gambaran besar ekosistem elektrifikasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

    Sukseskan Event G-20 dengan Support Line Up Kendaraan Elektrifikasi

    Penyelenggaraan event international G-20 di Bali nanti menjadi momentum tepat bagi EV Smart Mobility – Joint Project untuk menunjukan komitmen dan keseriusannya dalam menerapkan kebijakan transisi energi hijau dan menyambut era mobilitas ramah lingkungan atau elektrifikasi kepada perwakilan masing-masing negara peserta G20.

    Masing-masing APM akan menyediakan kendaraan listrik andalannya untuk membentuk line-up di sektor kendaraan penumpang dan komersial. 

    Line-up kendaraan elektrifikasi penumpang akan digunakan untuk mendukung mobilitas di kawasan Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. 

    Sementara line-up komersial akan digunakan untuk mendukung logistik dan selanjutnya akan menjadi pertimbangan untuk berkolaborasi dengan bisnis lokal di wilayah Bali.

    “Sudah saatnya popularisasi teknologi elektrifikasi di Indonesia dijalankan pada level yang lebih massif. Kerjasama antar pemain industri otomotif dan para stakeholder menjadi sangat dibutuhkan dalam upaya mempercepat mencapai netralisasi karbon. EV Smart Mobility – Joint Project ini diharapkan mampu jadi pemantik partisipasi berbagai pihak untuk bergerak bersama mengembangkan ekosistem kendaraan ramah lingkungan yang terintegrasi di Indonesia.” sambung Susumu Matsuda.

    Untuk memenuhi komitmen penurunan emisi CO2 atau Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030, Pemerintah Indonesia mencanangkan berbagai kebijakan, termasuk percepatan popularisasi kendaraan listrik dan mengembangkan industri tersebut. 

    Pengembangan ekosistem ini membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk industri otomotif, pemerintah, produsen baterai, dan konsumen.

    Berita Terpopuler

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here