Grup Astra Paling Rajin Ekspor Mobil, Daihatsu Jadi Terbanyak

0
36

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa ekspor mobil periode Januari sampai Oktober 2020 mencapai 180.903 unit. Selama 10 bulan ternyata perusahaan dibawah payung Grup Astra menjadi paling rajin menjual brand otomotif yang diracik di Indonesia kemudian dijual ke luar negeri.

Dari total ekspor secara nasional sebanyak 180.903 unit, Grup Astra menguasai 61 persen diantaranya, dan PT Astra Daihatsu Motor selaku agen pemegang merek (APM) Daihatsu di Indonesia paling tinggi melakukan ekspor sepanjang Januari-Oktober 2020 hingga 37 persen atau sebanyak 67.740 unit ke 75 negara.

Selain itu, ada juga PT Toyota Astra Motor selaku APM Toyota yang telah mengekspor kendaraan roda empat dalam bentuk utuh sebanyak 42.131 unit pada Januari-Oktober 2020 atau mencapai 23 persen dari total ekspor kendaraan roda empat nasional.

Sementara itu, dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, IAMI telah mengekspor 2.689 unit Isuzu Traga atau senilai US$28 juta pada Januari hingga Oktober 2020. 

Sedangkan PT Astra Otoparts Tbk sebagai produsen dan distributor komponen kendaraan bermotor, saat ini telah mengekspor sekitar 74 jenis komponen yang terdiri dari baterai, ban, komponen elektrikal, transmisi mesin, hingga komponen lainnya ke 50 negara tujuan ekspor.

PT AOP sendiri diketahui mengekspor komponen otomotif untuk pasar suku cadang pengganti (replacement market) dan segmen pabrikan (original equipment manufacturer/OEM).

Selain kendaraan roda empat, Grup Astra juga mengekspor sebanyak 221.556 unit CBU motor Honda pada Januari-Oktober 2020 atau mencapai 41 persen dari total ekspor sepeda motor nasional yang mencapai 542.016 unit.

Menurut Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, meningkatkan kegiatan ekspor Grup Astra untuk mendukung program pemerintah, yakni ekspor nonmigas, sekaligus membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Kami percaya kita semua dapat melalui kondisi pandemi ini jika kita saling mendukung,” ungkap Djony dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo saat membuka acara Pelepasan Ekspor dari Indonesia ke Pasar Global menyatakan bahwa meningkatkan ekspor menjadi salah satu kunci perbaikan perekonomian nasional.

“Karena dapat menambah devisa negara dan mengurangi defisit transaksi berjalan negeri ini. Kita tidak boleh menyerah dan harus lebih jeli melihat peluang yang masih terbuka lebar. Masih banyak potensi ekspor yang sangat besar, baik dari sisi keragaman produk, volume dan kualitas. Kuncinya adalah proaktif dan jangan pasif,” ujar presiden yang akrab disapa Jokowi.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here