Senin, November 29, 2021
OLX Auto
More
    TipsIni Penyebab Persneling Gigi Mobil Keras

    Ini Penyebab Persneling Gigi Mobil Keras

    Mobil dengan transmisi otomatis kini sangat digandrungi. Hal ini karena mobil dengan transmisi otomatis sangat memanjakan pengemudinya. Seperti saat kondisi macet dan menanjak, pengemudi jadi tak mudah capek karena hanya kaki kanan saja yang mengontrol gas dan rem.

    Sebaliknya, jika menggunakan transmisi manual, ada pedal kopling yang dikendalikan oleh kaki kiri. Dimana hidup mati mesin mobil ketika di jalanan bisa tergantung dari cara kaki kiri mengontrol kopling.

    Hanya saja, beberapa sumber menyatakan mobil transmisi otomatis atau manual kerap kali masalah dimana tuas perseneling keras saat dipindahkan.

    Bahkan di mobil dengan transmisi otomatis sekalipun, dimana kerap ada pilihan D1 dan D2 namun cukup sulit tuas transmisi digeser.

    Nah, jika OLXer pernah merasakan hal yang sama, yaitu keras saat melakukan perpindahan gigi, berikut penyebabnya.

    1. Cairan atau oli transmisi kotor

    Sejatinya oli transmisi wajib diganti setidaknya setiap jarak tempuh mobil mencapai 10 ribu km. Jika oli transmisi tidak pernah diganti, maka cairan tersebut akan menjadi kotor dari waktu ke waktu. Salah satu masalah yang biasanya timbul adalah terjadi pergeseran yang cukup berat.

    Oia, waktu yang tepat untuk mengganti oli transmisi bisa dilihat dari warnanya yang menjadi coklat tua seperti terbakar. Sementara jika warna oli transmisi jadi cepat habis, kemungkinan terburuk bisa jadi karena bearing atau kopling bermasalah, dan harus diganti.

    2. Volume cairan atau oli transmisi berkurang

    Persneling transmisi mobil keras bisa juga karena cairan atau oli transmisi berada di bawah level normal. Hal ini bisa terjadi karena mengalami kebocoran, seperti pada bagian paking atau segel poros input dan output.

    Jika memang bocor, maka komponen-komponen tersebut perlu dilakukan pergantian.

    3. Komponen transmisi bermasalah

    Alasan lain jika perpindahan gigi menjadi keras bisa saja karena beberapa komponen sudah bermasalah. Kemungkinannya, bisa pada o-ring retak atau bagian spring pada piston patah. Maka dari itu, periksa kondisinya dan segel piston apakah ada kerusakan.

    Jika memang bermasalah, maka wajib diganti. Jika baik-baik saja, lanjutkan dan periksa spring  kedua di katup.

    4. Kabel tuas persneling

    Kabel tuas persneling bisa juga menjadi rusak sehingga jadi keras. Nah, jika tuas persneling keras, sebaiknya OLXer bawa ke bengkel terdekat untuk segera dilakukan perbaikan.

    5. Bushing tuas persneling

    Bushing atau karet dari tuas perseneling juga bisa saja bermasalah. Hal ini karena bushing berbahan karet, maka resikonya bushing ini bisa menjadi getas karena umur dan juga pemakaian. Hal ini dapat menyebabkan mobil akan mengalami susah masuk gigi.

    6. Kabel Kopling

    Kabel kopling juga bisa berumur. Kabel kopling ini ada dua jenis, kabel kopling biasa dan kopling hidrolik. Untuk kabel kopling biasanya berkarat sehingga menyebabkan tuas perseneling menjadi macet dan keras.

    Sementara untuk kopling hidrolik harus dicek master kopling apakah terjadi kebocoran atau tidak. Jika terjadi kebocoran maka tekanan hidrolik menjadi terganggu sehingga menyebabkan tuas perseneling menjadi keras.

    Jika memang OLXer tak bisa melakukan sendiri, sudah sebaiknya masalah ini harus dibawa ke bengkel terpercaya.

     

    OLX Auto

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here