Minggu, Juni 26, 2022
More
    BeritaJangan Pakai Lampu Hazard Saat Hujan, Ini Alasannya

    Jangan Pakai Lampu Hazard Saat Hujan, Ini Alasannya

    Mengemudi saat turun hujan memang harus lebih hati-hati. Selain jalanan menjadi becek dan licin, visibilitas atau jarak pandang pengemudi akan jadi terganggu. Nah, bicara soal mengemudi saat hujan, pereli nasional Rifat Sungkar menentang pengemudi untuk menyalakan lampu hazard.

    “Saya nggak setuju masalah lampu hazard. Ketika hujan terjadi maka kendaraan harusnya melambat,” ungkap Rifat saat acara Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Virtual Interview beberapa waktu lalu.

    Menurut Rifat, jika hujan turun sebaiknya pengemudi tidak menyalakan lampu hazard, melainkan pertahankan laju kecepatan mobil sewajarnya.

    Rifat tak menampik, jika menggunakan hazard maka hal itu akan menimbulkan kebingungan bagi pengemudi di belakang. Ini karena lampu sein tidak berfungsi karena telah digunakan untuk lampu hazard.

    Selain itu, jika hujan turun dan OLXers berada di belakang mobil lain, maka sebaiknya menghidupkan lampu utama.

    Apabila jarak pandang terganggu dan ingin memberikan sinyal kepada pengemudi lain, cukup menggunakan lampu kabut atau foglamp.

    Pasalnya, kata Rifat, foglamp merupakan salah satu fitur yang biasanya sudah ada pada semua jenis mobil. Jika pun belum ada, maka bisa dipasang dengan jenis dan daya yang pas.

    Rifat juga menyatakan bahwa sistem kendaraan terbaru saat ini sudah memiliki fitur yang mumpuni yang bisa bermanfaat digunakan kalah hujan. Salah satunya Daytime Running Light (DRL).

    Menurut Rifat yang merupakan brand ambassador Mitsubishi Indonesia, sebuah survei menyebutkan, penggunaan DRL bisa mengurangi tingkat kecelakaan.

    Lampu hazard bisa sebabkan kecelakaan

    Rifat yang juga dikenal sebagai pemerhati otomotif menyampaikan penggunaan lampu hazard tidak tepat justru jadi faktor penyebab kecelakaan.

    “Karena hazard hanya dinyalakan untuk kecepatan 0 atau berhenti. Jadi kalau dinyalakan saat jalan maka akan pengemudi lain jadi kebingungan,” ucapnya.

    Demikian juga saat berada di persimpangan jalan. Sebaiknya ketika hendak lurus, maka tak perlu menggunakan lampu hazard.

    Logiknya, jika memang mobil ingin belok kanan atau kiri, maka cukup menyalakan lampu sein. Sebaliknya jika lurus tak perlu menyalakan lampu hazard.

    Adapun saat masuk ke sebuah Lorong, maka cukup menyalakan lampu senja atau lampu utama karena lampu merah di belakang mobil sebagai reflektor ikut menyala.

    “Jadi tolong jangan gunakan hazard saat mobil berjalan. Hazard satu-satunya sinyal yang memberikan tanda bahwa mobil memang sedang berhenti (atau bermasalah/terjadi bahaya),” tutupnya.

    Aturan Mengenai Lampu Hazard

    Lampiu Hazard
    Ilustrasi tombol lampu hazard

    Lampu hazard merupakan alarm atau peringatan kepada pengguna jalan lain agar berhati-hati karena mobil yang mengirimkan sinyal darurat melalui lampu hazard ini  terkena masalah sehingga wajib berhenti. 

    Aturan penggunaan lampu hazard diatur oleh UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 121 Ayat 1 yang menyatakan: “Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di Jalan.”

    Baca juga  Perhatikan Hal Ini Jika Mobil Lewati Jalanan Banjir Air Laut

    “Isyarat lain” yang dimaksud adalah lampu darurat, dimana pada mobil difasilitasi oleh lampu belok kiri-kanan yang berkedip bersamaan. 

    Sedangkan yang dimaksud dengan “keadaan darurat” adalah kendaraan dalam keadaan mogok, kecelakaan lalu lintas, atau mengganti ban. 

    Aturan ini sudah sangat jelas, tidak hanya tertuang dalam undang-undang, bahkan di buku kepemilikan kendaraan juga tertulis jelas, penggunaan lampu hazard hanya saat mobil berhenti karena bermasalah.

    OLXers yang ingin berencana jual mobil lama kalian bisa langsung ke OLX Autos #JUJURLYAMAN.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here