Jumat, April 19, 2024
Lainnya
    Tips & Trik6 Jenis Aki Mobil dan Fungsinya yang Perlu Kalian Pahami

    6 Jenis Aki Mobil dan Fungsinya yang Perlu Kalian Pahami

    JAKARTA – Kalau kita bicara tentang mobil, pasti tidak akan pernah lepas dari aki. Aki adalah suatu komponen yang sangat penting bagi kendaraan bermotor, salah satunya mobil. Sebagai komponen sistem kelistrikan yang menyimpan energi listrik untuk kemudian didistribusikan ke komponen kelistrikan lain pada mobil, aki harus dirawat dan dijaga dengan baik.

    Aki yang terawat dan terjaga, akan membuat performa mobil terus dalam kondisi yang baik. Apalagi bagi Anda yang berniat menjual mobil, merawat aki adalah salah satu tips merawat mobil agar harganya tetap bagus.

    Baca juga: Inilah Penyebab Aki Mobil Tekor dan Cara Mengatasinya

    Fungsi Aki Mobil

    Aki pada kendaraan bermotor seperti mobil salah satunya, ternyata mempunyai fungsi yang begitu banyak. Berikut rincian fungsi-fungsi dari aki mobil:

    1. Pertama, yang paling krusial, aki memiliki fungsi untuk menyalakan sistem starter pada mobil. Nah, mesin mobil pun akan menyala setelah sistem starter berhasil dinyalakan. 
    2. Kemudian yang kedua, aki memiliki fungsi sebagai penyuplai arus listrik ke dashboard, sebagai sistem informasi yang berkaitan dengan kendaraan saat pertama kali pengemudi memasuki kabin. 
    3. Selanjutnya yang ketiga, aki memiliki fungsi untuk mengalirkan arus induksi pada alternator mobil. 
    4. Keempat, aki memiliki fungsi dalam memberikan tegangan referensi ke ECU saat mesin mobil belum menyala. 
    5. Kelima, aki memiliki fungsi untuk untuk membuka dan mengunci pintu mobil yang diaktifkan melalui kunci kontak. 

    Nah ngomong-ngomong soal aki, apakah Anda tahu berapa banyak jenis aki? Ini adalah info penting yang harus Anda pahami jika memiliki atau mau main di mobil, karena salah-salah akibatnya fatal.

    Baca juga: Dinamo Starter Mobil Rusak: Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Memperbaikinya

    Jenis-jenis Aki Mobil

    Banyak yang tahu kalau aki itu hanya aki basah dan aki kering, padahal aki punya jenis yang banyak, yuk kita simak penjelasannya.

    Aki Basah

    Salah satu jenis aki yang paling sering didengar ini, disebut aki basah karena di dalamnya terdapat cairan elektrolit atau asam sulfat. Pada aki basah, Anda harus selalu mengecek kapan waktu yang tepat untuk mengisi ulang cairan.

    Kenapa? Karena di dalam cairan aki basah, terdapat kandungan timah antimoni yang mudah menguap. Akibatnya, cairan aki bisa lebih cepat habis. Fungsi timah antimoni adalah sebagai penguat timbal untuk baterai.

    Aki Kering

    Berbeda dengan aki basah, jika mobilmu menggunakan aki kering, Anda tidak perlu melakukan isi ulang cairan, karena aki kering memang sengaja didesain agar kita tidak perlu melakukan isi ulang cairan. Selain itu, perawatan aki kering ini juga lebih mudah lho dibanding aki basah.

    Oh ya, meskipun namanya aki kering, di dalamnya tetap ada cairannya yaa, yaitu cairan elektrolit. Tapi pada aki kering, cairan elektrolit yang mengandung timah kalsium, kandungannya relatif lebih hemat dan tidak mudah menguap.

    Aki Hybrid

    Aki hybrid adalah perpaduan dari aki kering, basah, dan kalsium. Mempunyai tingkat penguapan yang rendah, menjadikan aki jenis ini lebih irit. Perawatan aki hybrid ini juga termasuk irit lho.

    Tapi, sangat disayangkan, cairan elektrolit yang ada di dalamnya memiliki efek korosif terhadap mesin mobil. Tapi, aki ini termasuk jenis yang jarang digunakan, karena jumlahnya yang terbatas.

    Aki Kalsium

    Aki kalsium adalah aki yang tingkat penguapannya lebih rendah dibandingkan aki basah dan aki kering, maka jadi lebih irit. Bukan cuma  itu, aki kalsium ini juga memiliki daya tahan baterai yang sangat baik dalam menyalurkan listrik.

    Tapi kenapa disebut aki kalsium? Jawabannya mudah dan cukup simpel, karena kutub pada aki jenis ini terbuat dari kalsium. 

    Nah, jika dibandingkan dengan aki kering dan aki basah, harga aki kalsium memang lebih tinggi, sesuai dengan kelebihannya. Aki kalsium termasuk aki yang kurang populer, dan terbatas jumlahnya. Maka wajar saja harganya cukup mahal.

    Aki MF AGM

    Aki MF AGM (maintenance free absorbent glass mate) adalah aki yang cocok untuk digunakan pada mobil-mobil jenis  Mungkin aki jenis ini kurang familiar di telinga Anda, Memang, karena tidak umum digunakan pada mobil-mobil biasa. Nah, aki jenis ini lebih cocok digunakan pada mobil jenis offroad, karena unggul pada kekuatan dan daya tahan, dibandingkan aki lainnya.

    Aki ini memiliki teknologi yang dapat membuat cairan aki terperangkap dalam separator khusus. Meskipun mobil dalam keadaan miring sekalipun, cairan aki di dalamnya tidak akan tumpah dan dapat tetap bekerja sesuai semestinya.

    Aki Gel

    Jenis aki terakhir ini adalah aki gel. Aki ini menggunakan cairan berupa gel, sesuai dengan namanya. Sesuai namanya, aki jenis ini menggunakan cairan berupa gel, berbeda dengan aki-aki lainnya yang menggunakan cairan elektrolit. Lalu, gel tersebut juga tidak bersifat korosif, apalagi merusak komponen seperti pada cairan elektrolit.

    Untuk perawatannya pun cukup mudah. Ditambah lagi, aki gel adalah jenis aki yang memiliki usia pemakaian cukup panjang. Maka, cocok banget kalau dipasang di Mobil Anda.

    Baca juga: Mengenal Stabilizer Mobil dan Cara Kerjanya

    Bahaya Menggunakan Aki Tidak Standar

    Oke, sekarang Anda sudah tahu fungsi dan jenis-jenis aki mobil. Sekarang informasi yang tidak kalah penting adalah, mengetahui bahaya jika aki yang digunakan tidak sesuai dengan standarnya. Salah satu hal terpenting yang harus diketahui adalah ukuran ampere aki mobil. Apabila Anda memakai aki yang tidak semestinya digunakan, jelas akan berbahaya bagi mobil Anda.

    Hal yang harus dihindari adalah perbaikan-perbaikan mobil justru membebani pengeluaran, karena faktanya, biaya perawatan mobil tidaklah murah. 

    Nah, untuk mengetahui bahaya apa saja yang dapat terjadi ketika kita menggunakan ukuran ampere aki mobil yang tidak sesuai, berikut informasinya:

    • Apabila Anda melakukan penggantian aki mobil dengan spek yang di luar standarnya, contoh 12 volt diganti dengan 24 volt, maka dampaknya adalah kerusakan pada komponen yang dirancang untuk bekerja 12 volt, karena jelas akan terjadi over voltage.
    • Nah, sedangkan pada penggunaan aki dengan ukuran ampere mobilnya yang lebih kecil dari standar bawaan mobil, maka dapat menyebabkan umur aki berkurang. Hal ini dikarenakan beban yang diterima aki, menjadi lebih besar dari ampere yang mampu ditampung. Apalagi untuk pemakaian jangka panjang, hal ini juga dapat merusak alternator.
    • Kemudian untuk aki dengan ampere yang lebih besar, bahayanya dapat menambah beban pada alternator. Apa resikonya? Resikonya yaitu, alternator akan rusak dan tidak bisa digunakan kembali untuk mengisi aki.

    Pada dasarnya, aki memang komponen terpenting dalam mobil. Begitu juga dengan mobil bekas yang paling banyak dicari, adalah yang komponen-komponen di dalam mesinnya masih terjaga dan terawat dengan baik. 

    Jual mobil dengan mudah, tanpa mengorbankan waktu, tenaga, dan langsung terjual di OLX Autos! Proses jual mobil di OLX sangat mudah, dan kamu bisa langsung mendapatkan pembayaran instan setelah deal.

    Populer
    GIIAS 2023
    Berita Terkait