Senin, Agustus 8, 2022
More
    BeritaJepang, Korea Selatan, Hingga China Kucurkan Triliunan Untuk Investasi Otomotif di Indonesia

    Jepang, Korea Selatan, Hingga China Kucurkan Triliunan Untuk Investasi Otomotif di Indonesia

    Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia ternyata jadi salah satu negara yang justru mengalami pertumbuhan. Bahkan Indonesia dipercaya sebagai lokasi untuk melakukan berinvestasi. Tak terkecuali dalam hal otomotif

    Melansir situs resmi Kementerian Perindustrian, saat ini, terdapat 21 industri perakitan kendaraan roda empat atau lebih dengan total investasi mencapai Rp139,36 triliun.

    Investasi tersebut berasal dari Jepang sebesar Rp 116,1 triliun (83,31 persen), disusul Korea Selatan sebesar Rp 10,54 triliun (7,56 persen) dan China sebesar Rp 11,3 triliun (8,11 persen).

    Selebihnya adalah investasi dari Uni Eropa dan dalam negeri, yaitu sebesar Rp 1,42 triliun (1,02 persen).

    Nah OXLers mau tahu darimana saja investasi yang didapat? Berikut ulasannya.

    1. Jepang

    Mitsubishi jadi negara yang cukup secara konsisten untuk berinvestasi di pasar otomotif nasional.

    Beberapa waktu lalu, ketika Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, melakukan lawatan ke Jepang Mitsubishi Motor Company (MMC) dan ingin berinvestasi sebesar Rp 10 triliun.

    Nantinya, Mitsubishi akan merealisasikan investasinya mulai tahun 2022 hingga 2025, dimana perusahaan dengan logo tiga berlian ingin menjadikan Indonesia salah satu basis produksi mobil hybrid.

    Pemerintah berharap, Mitsubishi dapat mempercepat Program Produksi Kendaraan teknologi KBL Berbasis Baterai atau EV keycar di Indonesia.

    Serta untuk mengekspor kendaraan jenis SUV dari Indonesia ke pasar Australia dalam waktu satu tahun ke depan.

    Termasuk meningkatkan dan perluasan pasar ekspor, dari 30 negara menjadi 39 negara di tahun 2024.

    Selain Mitsubishi, brand otomotif Jepang lainnya yang berinvestasi adalah Toyota Motor Corporation (TMC) akan menambah investasi Rp 27,1 triliun untuk lima tahun ke depan atau sekitar 2022-2026.

    Pemerintah juga berharap, agar Toyota mendukung upaya peningkatan penggunaan komponen lokal Indonesia. 

    “Kami juga meminta para pelaku industri ini untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal Indonesia, khususnya komponen dari industri kecil dan menengah (IKM),” ujar Agus.

    2. China

    Pada saat ini sedang dijajaki rencana investasi perusahaan otomotif asal China, yakni Chery Motor. Perusahaan Chery telah bertemu beberapa kali dengan pemerintah melalui Menperin.

    Chery sendiri telah melakukan komunikasi intensif dengan Kemenperin dan menyatakan komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai hub ASEAN dan bagian dari ekspor global perusahaan tersebut.

    Dikabarkan mereka telah melakukan pembahasan rencana investasi yang akan mulai berjalan pada tahun 2022 dengan total komitmen investasi sekitar USD 1 miliar.

    Pada tahun 2022, secara bertahap Chery akan mulai memproduksi kendaraan jenis SUV dengan total sembilan model dan di antaranya untuk kebutuhan ekspor.

    Selanjutnya, PT. Chery Motors Indonesia akan melakukan empat tahapan investasi sampai tahun 2028.

    Selanjutnya, terdapat dua perusahaan otomotif lainnya dari China yang berencana memproduksi EV, yaitu PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) dengan kapasitas produksi 10.000 unit per tahun dan PT Sokonindo Automobile dengan kapasitas produksi 1.000 unit per tahun.

    3.  Korea Selatan

    Selain dari Jepang, pelaku otomotif dari Korea Selatan juga ingin terus meningkatkan penanaman modalnya di Indonesia.

    Perusahaan kendaraan asal Korea Selatan, Hyundai, telah mulai memproduksi kendaraan secara massal untuk produk jenis B-SUV, MPV, dan EV SUV di pabrik Karawang, Jawa Barat, sejak Januari 2022 lalu.

    Hyundai juga telah meluncurkan Ioniq 5, kendaraan listrik pertama produksi pabrik tersebut pada Maret 2022.

    Pada tahap pertama, Hyundai menginvestasikan USD 750 Juta di Indonesia dengan total kapasitas produksi sebanyak 150.000 unit per tahun yang diantaranya saat ini digunakan untuk memproduksi EV sebanyak 3000 unit per tahun dan akan ditingkatkan sesuai dengan permintaan. 

    “Kemenperin menyambut baik investasi para pelaku industri otomotif, termasuk yang mengembangan bisnis kendaraan listrik. Kami mendukung penuh pembangunan ekosistem kendaraan listrik dari hulu sampai hilir untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam produksi kendaraan listrik yang berdaya saing global,” kata Menperin.

    Kemenperin terus memacu pengembangan industri otomotif ke agar lebih ramah lingkungan.

    Saat init, Industri saat ini didukung oleh 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih, dengan kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun.

    Industri otomotif nasional menyerap 38 ribu tenaga kerja, serta melibatkan lebih dari 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut, termasuk di IKM bidang komponen.

    Subsektor industri ini memiliki nilai forward linkage sebesar Rp 35 Triliun dan nilai backward linkage sebesar Rp 43 Triliun.

    OLXers mau cari mobil bekas berkualitas bisa lihat di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here