Rabu, Juni 29, 2022
More
    MobilIngin Beli Mobil Listrik? Simak Kelebihan dan kekurangannya!

    Ingin Beli Mobil Listrik? Simak Kelebihan dan kekurangannya!

    Mobil listrik Indonesia kini cukup populer dan memiliki banyak peminat sejak bebrapa pabrikan sudah mulai menjualnya di Tanah Air. Dengan segudang fitur canggih, dan juga keunggulannya pada efisiensi bahan bakar, mobil listrik kini jadi pilihan untuk digunakan dalam jangka panjang.

    Apa Itu Mobil Listrik?

    Apa itu mobil listrik? Bagi anda yang masih awam dengan kendaraan elektrifikasi ini, mobil listrik adalah kendaraan yang memiliki fungsi seperti mobil pada umumnya.

    Hanya saja perbedaan besarnya adalah di mesin mobil ini. Seluruh sistem penggerak serta fitur-fitur mobil dijalankan dengan menggunakan energi listrik, yang disimpan dalam baterai. 

    Maka dari itu mobil listrik bisa dikatakan menjadi salah satu solusi kendaraan bebas emisi dan efisien dari penggunaan energi.

    Tapi, bila OLXers hendak memutuskan membeli mobil listrik, sebaiknya teliti lebih jauh tentang apa saja kelebihan dan kekurangan dari mobil listrik.

    Seiring perkembangan teknologi, akan selalu ada model mobil untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik adalah kendaraan otomatis dengan motor listrik yang menggerakkannya.

    Karena digerakkan dengan tenaga listrik, transmisi yang digunakan adalah seperti mobil bertransmisi otomatis pada umumnya. Hal ini karena tidak ada roda gigi di mobil listrik.

    Saat pedal gas ditekan, daya ditransfer dari baterai ke motor listrik. Daya tersebut yang kemudian menjadi poros penggerak yang memutar roda.

    Selain itu, saat pengereman, mobil mulai melambat dan motor menjadi alternator, menghasilkan tenaga. Daya ini kemudian dikirim kembali ke baterai. Berkat sistem ini, mobil listrik terkenal sangat efisien dan irit dalam penggunaan energi yang dikeluarkan.

    Baca juga: Siap-siap Tahun Ini Mobil Listrik Terbaru Akan Masuk Indonesia

    Jenis-Jenis Kendaraan Elektrifikasi

    Mobil Listrik Wuling EV
    Mobil Listrik Wuling EV akan diluncurkan di Indonesia dan diproduksi di pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. (Wuling)

    Seperti halnya mobil berbahan bakar fosil, mobil listrik terdiri dari beberapa jenis. Berikut setiap jenis kendaraan elektrifikasi yang bisa dipertimbangkan:

    1. Mobil Listrik Bertenaga Baterai (EV)

    Mobil listrik satu ini merupakan tipe yang paling umum dapat kita temui di pasar otomotif. Sumber energi yang digunakan untuk menggerakkan mobil ini 100% dari listrik yang disimpan dalam baterai berkapasitas besar dibawah mobil.

    Untuk pengisian daya, tersedia port pengisi daya yang bisa di cas ulang di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan juga di rumah. Selain itu, sistem mesin penggeraknya hanya dapat dijalankan dengan sumber daya listrik.

    Secara relatif, Mobil listrik terbaik dan memiliki nilai penjualan yang tinggi di Indonesia antara lain: mobil listrik Hyundai yakni Kona Electric dan Ioniq 5.

    Ada juga pabrikan mobil kelas premium yang fokus di kendaraan listrik, yakni Tesla dengan seri model 3 dan model X nya yang sangat populer. 

    Selain itu pabrikan mobil listrik Wuling juga tidak ingin ketinggalan, melalui produknya Mini EV.

    2. Mobil Listrik Hybrid

    Jenis kedua, yakni mobil listrik dengan teknologi hybrid. Dengan sistem ini, mobil listrik memiliki kelebihan yakni mampu menggunakan dua jenis sumber energi dalam satu mobil.

    Mobil hybrid bisa dijalankan dengan energi dari listrik, maupun bahan bakar minyak (bensin dan diesel). Pengguna mobil dapat menggunakan salah satu dari dua jenis energi tersebut.

    Pada jenis mobil ini, tidak terdapat slot untuk mengecas daya listrik pada baterai mobil, namun energi listrik diproduksi dari pengereman regeneratif tepatnya saat menggunakan mesin BBM.

    Teknologi hybrid bisa mengatur pergantian motor listrik dan mesin bahan bakar secara bergantian untuk menghasilkan tenaga yang memutar roda mobil. Kekurangan dari jenis ini adalah harga jualnya yang mahal, dan kapasitas baterainya yang lebih kecil dari mobil listrik lainnya.

    Mobil hybrid terbaik yang saat ini sudah masuk ke pasar Indonesia antara lain: Mobil listrik Toyota Corolla Cross Hybrid, Toyota C-HR Hybrid, Lexus ES 300h, dan juga Alphard Hybrid.

    3. Mobil Listrik Plug-in Hybrid (PHEV)

    Kita masuk ke pembahasan jenis mobil listrik ketiga, yakni Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Secara konsep, mobil ini memiliki kemiripan dengan mobil hybrid.

    Perbedaan dari mobil ini adalah untuk mengatasi kekurangan dari mobil hybrid yang baterainya berkapasitas kecil.

    Jadi, mobil ini secara keseluruhan memiliki sistem seperti mobil listrik dengan kapasitas baterai yang besar, namun di gabungkan dengan mesin konvensional.

    Dengan kapasitas baterai yang besar, mobil ini bisa melaju dengan energi listrik cukup jauh, tanpa perlu mengaktifkan mesin bahan bakarnya.

    Mobil plug-in hybrid ternyata cukup disambut dengan baik termasuk di pasar otomotif Indonesia. Beberapa contoh mobil listrik plug-in hybrid yang dapat anda pilih yakni BMW i8, Mitsubishi Outlander PHEV, dan Toyota Prius PHEV

    Kendaraan elektrifikasi jenis yang satu ini sudah bisa dibeli dengan status mobil bekas. Mobil listrik bekas bisa ditemukan di OLX Autos.

    Baca juga: Mobil Listrik di Indonesia, Seberapa Murah?

    Kapasitas Baterai  Mobil Listrik

    Salah satu faktor penting yang seringkali membuat orang ragu untuk membeli mobil listrik, yakni seberapa jauh mobil listrik dapat dikendarai setelah di cas penuh.

    Kekhawatiran ini muncul karena stasiun pengisian baterai mobil (SPKLU) masih jarang tersedia di wilayah Indonesia dan hanya terdapat di kota-kota besar. 

    Hal ini tentunya terkait dengan besaran kapasitas baterai yang terdapat dalam mobil listrik. Setiap produk yang ditawarkan sebenarnya memiliki kapasitas yang berbeda-beda dan efisiensi atau keiritan yang berbeda pula.

    Untuk rata-rata mobil listrik di Indonesia, setiap 1 kWh listrik, bisa digunakan untuk berkendara sejauh 9 km dalam mode standar. 

    Berikut masing-masing kapasitas baterai mobil listrik yang ada di Indonesia:

    1. Hyundai Kona Electric EV: 39,2 kWh dengan klaim mampu mencapai jarak 345 km dari kondisi baterai penuh
    2. Hyundai Ioniq 5 V Lithium Polymer (short range): 58,2 kWh dengan klaim mampu mencapai jarak 523 km dari kondisi baterai penuh
    3. Hyundai Ioniq 5 V Lithium Polymer (long range): 72,6 kWh dengan klaim mampu mencapai jarak 653 km dari kondisi baterai penuh
    4. Tesla Model X (long range): 100 kWh dengan klaim mampu mencapai jarak 490 km dari kondisi baterai penuh
    5. Tesla Model 3 Standard Range Plus: 50 kWh dengan klaim mampu mencapai jarak 400 km dari kondisi baterai penuh
    6. Wuling Mini EV (short range): 9,2 kWh dengan klaim mampu mencapai jarak 120 km dari kondisi baterai penuh
    7. Wuling Mini EV (long range): 13.8 kWh dengan klaim mampu mencapai jarak 170 km dari kondisi baterai penuh 

    Baca juga: Daftar Stasiun Pengisian Mobil Listrik dan Cara Pengisian Dayanya

    Cas mobil listrik

    Pengecasan Mobil Listrik

    Faktor selanjutnya yang perlu anda perhatikan saat hendak beli mobil listrik, adalah seberapa lama waktu yang diperlukan untuk mengecas mobil listrik. Berbeda dengan mobil bermesin bensin atau diesel yang hanya perlu diisi BBM dan bisa anda kendarai, mobil listrik memerlukan pengecasan energi dalam baterai agar bisa anda gunakan.

    Hal yang mempengaruhi waktu untuk mengecas mobil listrik, diantaranya kapasitas baterai mobil listrik. Semakin besar kapasitas baterai mobil, maka akan membutuhkan waktu yang semakin lama pula. Selain itu terdapat pengaruh juga berdasarkan tipe charger yang digunakan untuk mengecas mobil. Berikut tipe-tipe charger yang umum pada mobil listrik:

    1. Pengisi Daya Lambat (Slow Charger)

    Pengisi daya lambat adalah soket steker 3-pin standar seperti gambar dibawah ini. Jenis charger ini memiliki output hingga 3kW dan biasanya digunakan untuk pengisian daya di rumah. 

    Pengisi daya lambat (slow charger) pada mobil listrik indonesia

    Bentuk soket slow charger

    Pengisi daya yang lambat biasanya membutuhkan waktu 6 hingga 12 jam untuk mengisi penuh kendaraan listrik atau 2 hingga 4 jam untuk hibrida plug-in. 

    Bila anda tipe pekerja harian yang menggunakan mobil pada jadwal tertentu, charger ini cocok untuk anda yakni dapat mengecas pada malam hari, dan mobil akan tepat terisi penuh pada pagi keesokan harinya.

    2. Pengisi Daya Cepat (Fast Charger)

    Fast charger atau pengecas cepat mobil listrik adalah yang paling umum bisa ditemukan ketika membeli mobil listrik seri terbaru. Charger ini mampu mengisi daya kendaraan listrik luar ruang standar. Output daya yang dihasilkan di antara 7 hingga 22 kW dan biasanya akan mengisi penuh kendaraan listrik dalam 3 hingga 4 jam. Walaupun sudah banyak yang mengadopsi teknologi ini, namun tidak semua mobil listrik memiliki konektor fast charging.

    Mobil listrik indonesia port Pengisi Daya Cepat (Fast Charger)

    Bentuk soket fast charger

    3. Pengisi Daya Kilat (Rapid  Charger)

    Charger jenis ini merupakan tipe yang tercepat untuk mengisi baterai mobil anda.  Ada dua jenis pengisi daya kilat, yakni AC dan DC. Model AC akan memberikan output daya 43kW sementara pengisi daya Cepat DC akan menyediakan setidaknya 50kW. 

    Kedua model pengisi daya kilat ini dapat mengisi ulang baterai mobil listrik hingga kapasitas 80% dalam waktu sekitar 30 – 60 menit tergantung pada kapasitas baterai. Namun, tidak semua mobil listrik dapat menerima arus besar melalui rapid charger.

    Baca juga  Honda Bangun Pabrik Mobil Listrik di China, Tahun 2024 Sudah Mulai Produksi

    Selain itu, bila anda hendak mengecas mobil listrik di rumah, diperlukan pula daya arus yang besar agar rapid charger dapat berfungsi optimal.

    Baca juga: Mobil Listrik Mungil Rp 71,4 Jutaan Muncul, Masuk Indonesia Nggak Ya?

    Memiliki mobil listrik, akan membawa anda ke pengalaman baru dalam mengemudikan mobil. Berikut beberapa keunggulan mobil listrik yang tidak anda temukan di mobil konvensional lainnya:

    Kelebihan Mobil Listrik

    1. Nyaman Dikendarai & Tanpa Suara Mesin

    Hal pertama yang akan Anda rasakan saat mengendarai mobil listrik adalah keheningan. Tentu saja, karena tanpa ada mesin konvensional dengan gearbox, berarti tidak akan ada suara atau getaran dari mesin maupun dentuman knalpot mobil. 

    Satu-satunya suara yang anda bisa dengarkan saat mengendarai mobil listrik, ialah suara  gesekan ban dengan permukaan jalan. Selain itu ada juga suara samar yang berasal dari angin saat berakselerasi. 

    Mobil listrik juga unggul dari akselerasinya yang sangat mulus. Mesin EV mampu memperoleh torsi maksimum yang singkat dari keadaan diam. Hal ini dapat anda rasakan di semua jenis mobil listrik bahkan pada seri paling standar. 

    2. Transmisi Otomatis

    Seluruh jenis mobil listrik merupakan mobil dengan transmisi otomatis. Hal ini dikarenakan mobil listrik tidak memerlukan kopling karena tidak bisa mogok seperti kendaraan berbahan bakar bensin atau solar. 

    Untuk itu, pabrikan mobil listrik cenderung menghindari memproduksi mobil dengan roda gigi dan mesin transmisi manual karena dirasa tidak perlu.

    3. Performa Mesin Bertenaga

    Mobil dengan mesin yang mesin penggerak bertenaga listrik secara teknis mampu menghasilkan daya tarikan puncaknya dalam keadaan diam sekalipun. Hal ini menjadi kelebihan mobil listrik. Untuk mencapai performa maksimalnya, mobil listrik bahkan tidak perlu memutar motor untuk akselerasi cepat, tidak seperti mobil bermesin bensin atau diesel.

    Untuk itu, anda mungkin pernah melihat betapa besarnya tenaga yang bisa dipacu oleh mobil listrik. Salah satunya dari Mobil listrik Tesla Model S Plaid yang kini memegang rekor melintasi lintasan sepanjang 400 m hanya dalam waktu 8 detik. 

    Mobil listrik lainnya dengan performa mengerikan yakni Koenigsegg Gemera, yang memecahkan rekor dunia sebagai mobil yang mencapai kecepatan 0-100 Km/jam hanya dalam waktu 1,9 detik!

    4. Irit dan Efisien Pada Penggunaan Energi

    Sudah lama kita dihadapkan pada kenyataan: Jika ingin mobil bertenaga, harus siap menguras kocek dengan dalam untuk mobil ber-CC tinggi. Jika ingin mobil yang irit dan hemat bahan bakar, pilihlah low cost green car atau LCGC dengan tenaga terbatas.

    Namun, seiring dengan adanya inovasi mobil listrik, anda bisa mendapatkan tenaga mobil yang maksimal, tapi tetap hemat dari biaya bahan bakar. 

    Mobil listrik dapat lebih efisien dari mobil bermesin konvensional, karena mobil langsung mengubah listrik menjadi gerakan. Ini membuatnya jauh lebih efisien daripada mobil konvensional, yang harus membakar bahan bakar (menciptakan panas) dan kemudian mengubah panas itu menjadi putaran mesin yang menggerakkan roda.

    Selain itu, mobil listrik memiliki keunggulan pada sistem pengereman regeneratif. Sistem ini mengubah energi kinetik dari pengereman, dan mengubahnya menjadi listrik yang akan mengisi kembali baterai mobil.

    Mobil listrik selalu dilengkapi dengan mode berkendara yang biasanya terdiri dari 3 jenis, yakni sport (performa maksimal) standard (performa standar) dan juga eco (mode hemat energi). Fitur ini bisa dimanfaatkan pengemudi sesuai kebutuhannya pada kendaraan.

    5. Ramah Lingkungan

    Manfaat utama mobil listrik adalah dapat berkontribusi untuk meningkatkan kualitas udara di kota-kota besar dan kecil. Tanpa asap dari knalpot, mobil listrik murni (non-hybrid)  tidak akan menghasilkan emisi karbon dioksida saat dikendarai. Ini mengurangi polusi udara secara signifikan.

    Berkat kelebihan ini, banyak pemerintah di setiap negara mendorong masyarakat agar menggunakan mobil listrik, termasuk Indonesia. Salah satu dorongan yang diberikan ialah dengan meringankan pajak tahunan kendaraan listrik, dan juga bebas dari sistem ganjil-genap plat kendaraan yang banyak diterapkan di kota besar.

     6. Hemat Biaya Servis dan Perawatan

    Mobil elektrik sempat diberitakan memiliki isu bahwa pergantian baterai akan membutuhkan dana yang sangat besar. Namun nyatanya, rerata baterai mobil listrik memiliki umur yang sangat panjang. Masa pakai baterai mobil listrik di antara 10-20 tahun. 

    Selain itu, banyak pabrikan mobil seperti Tesla atau Hyundai yang memberi garansi jangka panjang untuk baterai mobil mereka hingga 8 tahun / 160.000 Km. Untuk itu, anda tidak perlu khawatir dari biaya tak terduga untuk mengganti baterai mobil dalam jangka waktu pendek. 

    Selain dari faktor baterai, mobil listrik yang mesinnya sangat “sederhana” tanpa banyak printilan seperti mobil bermesin BBM, membuatnya sangat irit untuk biaya servis. Mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli, tidak ada gasket yang harus diganti, tidak ada katup yang tersumbat.

    Semua biaya tambahan tersebut akan hilang ketika menyervis mobil. Secara jangka panjang, memiliki mobil listrik adalah alternatif menghemat pengeluaran dibanding membeli mobil dengan mesin pembakaran internal. Mengingat mobil bermesin bbm seiring bertambahnya usia mobil, perawatan mesin bisa menghabiskan banyak uang.

    mobil listrik tesla

    Baca juga: Sekali Cas, Mobil Listrik Kini Bisa Tempuh Jarak Sejauh 1.000 Km 

    Kekurangan Mobil Listrik

    1. Jangkauan Mobil Listrik Lebih Pendek

    Bagi anda yang sering menggunakan mobil untuk perjalanan jauh, memiliki mobil listrik cukup menantang karena anda bisa saja kehabisan daya ditengah jalan. Rerata mobil listrik dengan kapasitas baterai medium, hanya mampu menempuh jarak 300-700 Km saja. 

    Maka dari itu, jika anda mengemudi keluar kota, pastikan anda memiliki rencana yang baik untuk memastikan ketersediaan SPKLU agar bisa mengisi baterai mobil. Hal ini tentu saja akan menjadi kekurangan sementara. 

    Sejak pertama kali dijual secara massal, mobil listrik terus berinovasi untuk meningkatkan jangkauan maksimal mobil listrik. Baik itu dengan meningkatkan efisiensi energi maupun meningkatkan kapasitas baterai.

    2. Perlu Waktu Lama Untuk Mengisi Baterai

    Salah satu kekurangan lainnya dari mobil listrik, ialah tidak bisa terus menerus digunakan / mobilitas tinggi, karena memerlukan jeda mengisi baterai. 

    Saat pertama kali diluncurkan, mobil listrik umumnya memerlukan minimal 6 hingga 8 jam untuk mengisi baterai hingga penuh. Tentunya hal ini bisa menjadi pembatas bagi anda yang mungkin butuh terus menggunakan mobil anda tanpa istirahat yang lama. 

    Namun sekali lagi, perkembangan teknologi bisa mengatasi masalah tersebut. Yakni dengan adanya charger berkecepatan tinggi yang bahkan bisa mengisi penuh baterai mobil dalam kurun waktu 30 menit hingga 1 jam saja.

    3. Harga Belinya Cukup Tinggi

    Dengan teknologi baru, dan masih terbatasnya pabrikan mobil yang mengembangkan mobil listrik, biaya untuk membeli mobil listrik baru relatif lebih mahal dibanding mobil konvensional dengan kelas yang sama.

    Kenapa Harga mobil listrik lebih mahal? Alasannya karena jumlah produksi mobil listrik cukup kecil dan menggunakan teknologi yang lebih baru dan lebih mahal. Namun, hal tersebut bisa mendatangkan timbal balik. 

    Seperti biaya bahan bakar yang jauh lebih terjangkau, pajak yang ringan, insentif kredit, serta manfaat lainnya pada regulasi berkendara di jalan. Bisa dibilang, biaya yang mahal di awal bisa dianggap sebagai investasi jangka panjang. 

    Tentu saja, ada alternatif untuk mengatasi harga jual mobil listrik yang mahal. Anda bisa memperimbangkan beli mobil listrik bekas. Untuk mendapatkan unit berkualitas dan lolos inspeksi, anda dapat mengunjungi dealer OLX Autos. Ada banyak pilihan di situs olx mobil listrik bekas yang berkualitas dan mungkin cocok untuk anda.

    Ada sangat banyak pilihan mobil listrik baik itu short atau long range, kelas menengah maupun premium yang dapat anda pilih di OLX Autos. Di situs OLX mobil listrik banyak pilihan bervariatif Tentunya dengan jaminan kualitas dan fitur test drive, anda bisa merasakan langsung keunggulan mobil listrik.

    Baca juga: Beli Mobil Bekas di OLX Autos, Gratis Biaya Servis Berkala Sampai 30.000 Km

    Apakah Mobil Listrik Sangat Tepat Untuk Dibeli?

    Secara keseluruhan, beli mobil listrik akan membutuhkan ketelitian, layaknya membeli mobil jenis lainnya. Anda lebih baik menilai berdasarkan kebutuhan pribadi dan penggunaan kendaraan. 

    Ada banyak keuntungan memiliki kendaraan listrik, seperti penghematan bahan bakar dan pengurangan emisi, tetapi hal ini dapat mengakibatkan tingginya budget yang anda keluarkan untuk membeli mobil, serta waktu tunggu yang lama untuk pengisian baterai.

    Jika anda mementingkan kelebihan yang ditawarkan oleh mobil listrik, dan bisa berkompromi dengan kerugian mobil listrik, maka mungkin mobil ini tepat menjadi penghuni garasi anda di rumah!

    Berita Terpopuler

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here