Rabu, Desember 8, 2021
OLX Auto
More
    ReviewMenjajal Toyota GR Yaris, Mobil Sport 3 Silinder Terbuas di Dunia

    Menjajal Toyota GR Yaris, Mobil Sport 3 Silinder Terbuas di Dunia

    Toyota GR Yaris, mobil hatchback yang satu ini akan mulai didistribusikan ke konsumen yang beruntung di Indonesia mulai November 2021 sampai awal tahun 2022.

    Kenapa beruntung? Jika OLXer baru membaca artikel ini dan ingin membeli GR Yaris, maka jangan harap bisa mendapatkannya. Sebab, mobil ini dijual terbatas, dan tak lagi dealer-dealer resmi Toyota menawarkannya.

    Ya, ini karena PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek mobil Toyota di Indonesia diketahui dari total pemesanan GR Yaris yang lebih dari 500 unit, mereka hanya mendapatkan jatah mobil tersebut sebanyak 125 unit, dan semuanya sudah sold out. Artinya, mobil ini tak akan lagi dijual.

    Adapun jika OLXer tetap ingin mendapatkan  GR Yarisi kemungkinan bisa dibeli melalui Importir Umum (IU). Atau, OLXer bisa mencarinya di pasar mobil bekas, namun untuk waktunya tidak akan didapatkan dalam waktu dekat, karena harus menunggu si pemilik menjual kembali.

    Selain itu, karena mobil ini terbatas, pastinya jika ada model bekas harganya akan melambung lebih tinggi dari harga sekarang yang dijual saat ini sekitar Rp 850 juta on the road Jakarta. Kabarnya, meski belum terlihat melintas di jalan raya mobil GR Yaris bekas harganya bisa tembus lebih dari Rp 1 miliar. Emh, karena barangnya langka bisa dijadikan investasi nih OLXer. 

    Toyota GR Yaris Lahir dari Mobil Balap

    Toyota GR Yaris Concept
    Toyota GR Yaris Concept.

    Toyota GR Yaris sejatinya bukan sebuah mobil hatchback biasa, dimana teknologi dan mesin yang digunakan layaknya mobil Yaris yang sering kita lihat di jalanan. Ya, Toyota GR Yaris memang beda, bahkan mobil ini bisa disebut sebagai mobil sport karena tujuan Toyota membuatnya sebagai syarat mengikuti kejuaran balapan World Rally Championship (WRC).

    Nah, untuk membuat GR Yaris, divisi mobil sport Toyota di Jepang yaitu Gazoo Racing, harus berjibaku dan meracik agar mobil ini sesuai dengan homologasi balapan WRC, namun tetap bisa digunakan untuk harian.

    Maka dari itu, GR Yaris ini bukanlah sebuah Yaris yang di setting ulang mesin supaya menjadi kencang. Namun mobil ini benar-benar dibuat ulang oleh tim Gazoo Racing agar bisa menang di balapan WRC.

    Oia, kabarnya untuk membuat mobil yang dirakit di Motomachi, Jepang ini sangat special. Ini karena pekerja yang membuat mobil GR Yaris harus memiliki pengalaman merakit mobil dalam waktu 60.000 jam dan mereka pun disebut Takumi atau master craftsman Toyota.

    Oleh karena itu, untuk mengikuti ajang WRC, setidaknya GR Yaris harus dibuat secara masal, dan diproduksi sebanyak 25.000 unit. Seperti disebutkan di atas, ada 125 konsumen di Indonesia yang siap mendapatkan mobil ini di garasi rumah, termasuk beberapa influencer otomotif Tanah Air yang akan kebagian, seperti Fitra Eri dan Om Mobi.

    Review Toyota GR Yaris

    Toyota GR Yaris
    Toyota GR Yaris. (Dok Toyota)

    Beberapa waktu lalu PT TAM mengajak awak media termasuk News OLX untuk menjajal kemampuan Toyota GR Yaris. Unit pengujian mobil ini memang sangat terbatas karena memang unit yang didatangkan cuma ada dua, yaitu milik salah satu dealer Toyota dan PT TAM.

    Selain itu, pengujian juga dilakukan secara singkat, dimana lokasi pengetesan GR Yaris dilakukan di Edutown Arena, BSD, Tangerang Serpong. Selain itu, tentu saja pembatasan peserta untuk mengurangi resiko penyebaran virus Covid-19.

    Lantas bagaimana kencan singkat dengan Toyota GR Yaris?

    Eksterior

    Toyota GR Yaris
    Tampak belakang Toyota GR Yaris. (Dok Toyota)

    Sebelum berada di balik kemudi, bagaimana kita lihat sekujur bodi GR Yaris terlebih dahulu. Secara dimensi GR Yaris lebih mungil dari Yaris yang ada saat ini, dimana dimensi panjang hanya 3.995 mm, lebar 1.805 mm, dan tinggi 1.455 mm.

    Belum lagi mobil ini hanya terdapat dua pintu, yang masing-masing pintu tidak menggunakan frame untuk kaca jendela, sehingga terlihat mirip mobil-mobil coupe.

    Ya, dari tampang bodi mobil ini memang tak seperti mobil Yaris yang ada di Indonesia. Namun begitu, tampang depan justru seperti Yaris yang dipasarkan di Eropa. Sedangkan bagian belakang mobil ini terlihat menggelembung dan lebih mirip sosok Toyota Corolla. Alhasil mobil ini terlihat tidak hanya keren, tapi garang dan unik.

    Diketahui, GR Yaris memang mengkombinasikan platform Toyota New Global Architecture (TNGA) B atau C. Alhasil mobil ini memang terlihat mirip mobil Yaris versi Eropa dan Toyota Corolla.

    Bagian atap Toyota GR Yaris ini sudah menggunakan material carbon fiber, yang akhirnya membuat bobot mobil ini jadi semakin ringan, dan dibuat aerodinamis. Selain itu, beberapa bagian mobil ini juga beratnya dikurangi, sehingga bobot total GR Yaris cuma sekitar 1.279,5 kg.

    Interior

    Toyota GR Yaris
    Tampak interior Toyota GR Yaris. (Dok Toyota) 

    Masuk ke dalam kabin, sepertinya tidak banyak istimewa. Akan tetapi, jok mobil ini memang didesain untuk balap dan kabinnya dibalut alcantara. Sementara itu, head unit, AC, dan pengaturan jok juga masih biasa saja untuk mobil di atas Rp 500 jutaan.

    Hanya saja, bagian lingkar kemudinya memang banyak tombol-tombol, seakan kita yang berada di balik setir jadi terasa duduk di mobil-mobil balap.

    Oia, meski mobil dua pintu, namun di baris kedua tersedia kursi penumpang. Hanya saja, mobil ini memang tak cocok untuk membawa penumpang di belakang, karena cenderung sempit. Akan tetapi, jika membawa anak-anak sudah cukup pas.

    Kendati demikian, seseorang yang membeli mobil ini sudah pasti tidak memperhatikan unsur kenyamanan tersebut, melainkan mengedepankan sebuah mobil dengan performa tinggi.

    Performa

    Toyota GR Yaris
    Toyota GR Yaris. (Dok Toyota)

    Nah, kali ini kita akan bahas soal performanya. Saat menguji Toyota GR Yaris kita diberikan kesempatan untuk menjadi penumpang, dimana setiap awak media akan didampingi pembalap Toyota Team Indonesia. Untuk News OLX kebetulan ditemani pembalap Adrianza Yunial.

    Anza begitulah sapanya, meski terlihat kalem saat berbincang, namun ketika berada dibalik kemudi, pria kelahiran 1986 ini menjadi liar. Ya, ini terlihat ketika dia mengendarai GR Yaris dan membejek pedal gas dan handling dikendalikan sampai memutari beberapa cone hingga 360 derajat, dan tak lupa melakukan aksi drift yang mulus diperlihatkan beliau.

    “Mobil ini tenagannya besar benget,” ucap Anza.

    Setelah disopiri Anza, kini giliran News OLX. Berbeda dengan Anza, saya pun tidak ambil pusing dan tentunya tidak perlu melakukan hal yang sama seperti dia. Karena Anza memang profesional sebagai pembalap.

    Namun yang pasti, ketika saya berada dibalik kemudi, torsi dari mobil ini memang terasa sangat besar, dan ketika pedal gas diinjak, serta transmisi manual dilepas, mobil langsung sangat responsive melaju sekuat tenaga.

    Toyota GR Yaris 

    Beberapa liukan untuk memacu di area zig-zag di tempat pengujian juga terasa sangat mudah dilewati, karena handling GR Yaris memang sangat ringan dan pedal kopling tidak membuat kaki cepat letih.. Alhasil mobil ini memang lincah ketika harus bermanuver.

    Usut punya usut, rahasia dari kehebatan GR Yaris tak lain berkat dibenamkannya mesin G16E-GTS 3 silinder, DOHC, 12-Valve with VVTi ditambah turbocharger, dengan kapasitas 1.600 cc.

    Di atas kertas mobil ini mampu memuntahkan daya hingga 261 Tk dan torsi 360 Nm. Belum lagi mobil dengan transmisi manual enam percepatan ini sudah menggunakan sistem all-wheel-drive atau 4WD berkode ‘GR-FOUR’.

    Tidak hanya itu, meski dibawa ‘ngepot’, namun mobil ini tetap dapat dikemudikan dengan sangat stabil. Nah, rahasia kenyamanannya ternyata tak lepas dari penggunaan suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang menggunakan Double Wishbone. Oia, meski mobil dengan transmisi manual, namun kopling mobil ini tidak terlalu dalam dan keras, alhasil, jika digunakan untuk harian masih oke.

    OLX Auto

    Berita Terpopuler

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here