Selasa, November 30, 2021
OLX Auto
More
    InformasiProdukKeren, Speaker Mobil Mewah Bentley Ternyata Buatan Surabaya

    Keren, Speaker Mobil Mewah Bentley Ternyata Buatan Surabaya

    Sadar atau tidak, produk-produk buatan asli Indonesia sangat disukai di berbagai mancanegara. Termasuk komponen audio yang fungsinya untuk mengeluarkan suara, yaitu speaker.

    Ya, perusahaan Loudspeaker asal Surabaya, Sinar Baja Electric (SBE), ternyata sudah lama mengharumkan nama Indonesia dengan menciptakan speaker yang distribusi ke sejumlah pasar global mulai dari Eropa, Australia, Asia dan Amerika Serikat.

    Bahkan, merek mobil mewah asal Inggris, Bentley ternyata juga menggunakan speaker buatan SBE. Selain Bentley, masih ada beberapa merek global juga menggunakan speaker besutan SBE mulai dari  Harman Revel, Yamaha, Honda, dan Hyundai.

     Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pemerintah melalui Kemenperin mengapresiasi kinerja perusahaan yang tidak hanya sukses menembus pasar ekspor, tetapi juga dapat memperoleh kepercayaan brand besar di level internasional yang mencerminkan kualitas tinggi dari produk-produk perusahaan di Indonesia. 

    Customer perusahaan ada juga yang bermain di segmen luxury, yang menunjukkan bahwa produk dalam negeri juga dapat bersaing di kategori high-end tersebut,” kata Agus dalam keterangan tertulis di situs Kemenperin, Kamis (27/5/2021).

    Diketahui, perusahaan yang telah berdiri sejak 1981 ini memiliki kapasitas produksi 12 juta unit per tahun dengan produk mencakup Hi-End Audio, Professional Audio dan Car Audio.

    SEB juga memproduksi speaker dengan merek sendiri maupun subkontrak (OEM). Oleh karena itu, Agus sepakat bahwa pemerintah harus mendukung industri speaker dalam negeri agar dapat lebih diterima di pasar dalam negeri, mengingat sekitar 40 persen produknya sudah tembus di pasar ekspor.

    Ke depan, produk speaker dalam negeri ini akan didorong untuk menyuplai industri-industri pengguna misalnya industri otomotif, televisi, maupun ponsel. Dengan begitu, Agus berharap dapat memberikan multiplier effect yang besar untuk perekonomian nasional. Terlebih suplai ke industri otomotif masih relatif kecil dan akan diupayakan untuk ditingkatkan.

     Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier menyatakan,  ketersediaan komponen speaker untuk produk mobil di dalam negeri akan meningkatkan daya saing produk mobil dalam negeri menyampaikan pentingnya pendalaman struktur industri untuk bersaing di pasar global.

    “Industri produk hilir yang didukung dengan tersedianya industri hulu dan antara tentu akan menghasilkan produk dengan daya saing yang tinggi, karena tidak lagi bergantung dengan komponen impor,” ucapnya.

    Adapun kata Taufik, efisiensi biaya dalam memperoleh bahan baku atau komponen tersebut akan menjadi nilai tambah bagi produk dalam negeri ketika harus bersaing di pasar ekspor.

    Sekadar informasi, SBE telah memproduksi Car Audio yang digunakan oleh produsen mobil merek Jepang maupun Eropa. Kualitas produknya diklaim mampu memenuhi standar internasional dan didukung dengan kegiatan riset dan pengembangan yang kuat menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam menjaga kepercayaan pelanggannya.

    Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan menurunkan ongkos produksi, SBE melakukan pengembangan dengan konsep vertical integration atau memproduksi komponen utama secara mandiri.

    Sebagai contoh, beberapa komponen utama speaker yang sudah dapat diproduksi antara lain voice coil, steel chassis, cone, spider, dust cap, dan lain-lain.

    “Pendalaman struktur industri akan meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dalam menjalankan proses produksi. Industri dapat lebih leluasa dalam mendesain produk yang diinginkan pasar karena didukung dengan pembuatan komponen yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut,” tutup Taufiek.

     

     

    OLX Auto

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here