Jumat, September 30, 2022
More
    BeritaIntip Koleksi Mobil Raja Charles III, Punya Mobil Jadul Dengan Sumber Tenaga...

    Intip Koleksi Mobil Raja Charles III, Punya Mobil Jadul Dengan Sumber Tenaga Limbah Keju dan Anggur

    Meninggalnya Ratu Elizabeth II di usia ke-96 di Istana Balmoral, secara otomatis tahta tertinggi kerajaan Inggris jatuh ke tangan pangeran Charles atau kini bisa disebut Raja Charles III.

    Ya, jika dilihat dari sejarahnya kerajaan, tentu saja pewaris akan jatuh ke anak pertama dan laki-laki pula, yaitu Raja Charles III.

    Bicara soal Raja Charles III, pria yang memiliki nama lengkap Charles Philip Arthur George ternyata sudah sangat akrab di dunia otomotif semasa muda, mirip dengan mendiang sang ibu, mendiang Ratu Elizabeth II.

    Mobil Raja Charles III

    Aston Martin DB6 Volante

    Aston Martin DB6 Volante Pangeran Charles (qq magazine)

    Satu hal yang istimewa dari Raja Charles dalam hal otomotif, bahwa dirinya cukup inovatif. Hal ini terlihat dari Aston Martin DB6 Volante.

    Ya, ini karena mobil Aston Martin DB6 Volante lansiran tahun 1969 yang diberikan sang Ratu kepada Pangeran merayakan ulang tahun ke-21 ternyata sudah dilakukan modifikasi.

    Usut punya usut, Aston Martin DB6 Volante yang sudah dibenamkan mesin bensin DOHC berkapasitas 3.995 cc yang sanggup memuntahkan data 282 Tk dan torsi 280 lbs-ft dirombak khususnya dalam hal bahan bakar.

    Alhasil pada tahun 2008, mobil tersebut dimodif dan bahan bakarnya saat ini merupakan sebuah cairan bioetanol hasil limbah keju dan anggur putih.

    Inovasi nyeleneh ini dilakukan mengingat, proses produksi keju dan anggur putih di Inggris, jumlahnya cukup banyak.

    Bahkan saat mobil dibawa mengemudi, baunya disebut-sebut lebih enak dibandingkan mobil mesin bensin atau diesel.

    Kendati menggunakan bahan bakar yang bisa diperbaharui, untuk sejumlah kalangan cara mendaur karbonisasi yang dilakukan Charles tidak dapat diterapkan, dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

    “Solusi kuno Pangeran Charles untuk meng dekarbonisasi Aston Martin-nya menggunakan campuran tinggi bioetanol yang terbuat dari limbah keju dan anggur tidak boleh disalah artikan sebagai solusi serius untuk meng dekarbonisasi kendaraan,” kata Greg Archer, direktur T&E Inggris, kelompok kampanye transportasi bersih Eropa.

    Raja Charles Aston Martin V8 Vantage Volante

    Aston Martin V8 Vantage Volante. (Hotcars)

    Saat masih menjadi pangeran, pada tahun 80-90an, Pangeran Charles kerap mengendarai Aston Martin V8 Vantage Volante. Mobil ini hadiah Emir Isa bin Salman Al Khalifa dari Bahrain.

    Pada tahun 1987-1995, Charles kerap mengendarai Aston Martin V8 Vantage Volante. Hanya saja saat ini mobil tersebut sudah tak diketahui keberadaannya.

    Sekadar informasi, Aston Martin V8 Vantage Volante sejatinya merupakan mobil yang bisa disesuaikan kebutuhan si pembelinya.

    Namun untuk spesifikasi standarnya, mobil ini dijejali mesin V8 berkapasitas 5,3 liter yang menghasilkan 385 PS. Di atas kertas mobil dapat berakselerasi 0-100 km per jam hanya dalam waktu 5,2 detik dan kecepatan maksimal 257,5 km per jam. 

    Raja Charles punya Jaguar I-Pace

    Banyak disebutkan jika Raja Charles sangat konsen akan sebuah kendaraan yang ramah lingkungan.

    Tak heran, pada tahun 2018 disebut-sebut telah membeli sebuah mobil SUV listrik Jaguar I-Pace.

    Mobil yang ditinggalkan di kota London, Inggris ini kerap menemani Charles untuk melakukan mobilitas atau sekadar jalan-jalan biasa di tengah padatnya kota.

    Mobil listrik yang memiliki daya 294 kW dan torsi 696 Nm ini diketahui mampu berakselerasi dari 0-100 km per jam hanya dalam waktu 4,8 detik dan kecepatan maksimalnya tembus 200 km per jam.

    Untuk seorang pangeran dan kini menjadi raja, sepertinya masih ada lagi mobil-mobil lainnya, namun tidak diketahui keberadaannya.

    OLXers mau cari mobil bekas berkualitas bisa lihat di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here