Kamis, Mei 26, 2022
More
    BeritaMobil Toyota Made in Indonesia Makin Laris Manis di Luar Negeri

    Mobil Toyota Made in Indonesia Makin Laris Manis di Luar Negeri

    Mobil Toyota made in Indonesia semakin disukai masyarakat global. Hal ini terlihat dari catatan ekspor Toyota di kuartal  (Januari-Maret) tahun 2022, yang tembus 73 ribu unit di empat benua.

    Berdasarkan data PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) angka tersebut meningkat 48 persen dibandingkan total ekspor pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya 49 ribu unit.

    Bahkan dibandingkan sebelum pandemic atau tahun 2019, ekspor Toyota made in Indonesia hanya mencapai 46 ribu, artinya saat ini naik 58 persen.

    “Optimisme ekspor dari hasil kuartal pertama 2022 ini dibayangi dengan ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi salah satunya oleh perang antara Rusia dan Ukraina,” ungkap Direktur Corporate Affairs PT TMMIN Bob Azam, dalam keterangannya.

    Namun demikian, Bab tak menampik, bahwa hingga saat ini Toyota Indonesia terus berupaya untuk berkontribusi pada ekspor otomotif nasional dengan selalu menjaga dan meningkatkan kualitas produk Toyota Indonesia.

    “Salah satunya dengan memastikan peningkatan kapabilitas SDM yang terus menerus,” ucap Bob.

    Ada Peran Toyota Veloz

    Pencapaian positif Toyota Indonesia di kuartal pertama tahun 2022, disebut-sebut tak lepas dari peran Toyota Veloz, yang sudah mengalami perubahan.

    Selain itu, beberapa model mobil Toyota yang digarap di Tanah Air, permintaan ekspor dengan tujuan Timur Tengah dan ASEAN meningkat.

    Kendati demikian, line up model Toyota made in Indonesia yang paling laris di luar negeri masih di tempati model Sport Utility Vehicle (SUV), berupa Fortuner, Rush, dan Raize yang di total mencapai 36.600 unit.

    Selain itu ada juga segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) yaitu Toyota Kijang Innova, Sienta, Avanza, Town atau Lite Ace, serta Veloz, yang jumlahnya mencapai 20.500 unit

    Sedangkan model mobil Toyota lainnya yang juga dilirik konsumen di luar negeri yaitu tipe Sedan, Hatchback, dan LCGC mulai dari Vios, Yaris, dan Agya sebanyak 15.900 unit.

    Dukungan Pemerintah

    Bob juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah memberikan kebijakan-kebijakan yang mendukung daya saing produk otomotif buatan Indonesia di pasar global.

    Hal ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia yang mencanangkan target ekspor 1 juta unit kendaraan bermotor roda empat dalam bentuk completely built up (CBU) pada tahun 2025.

    Demi mencapai target tersebut, Pemerintah akan terus membuka keran investasi, menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekspor hub, hingga memberikan kemudahan regulasi bagi pelaku industri otomotif di dalam negeri.

    Tentunya ini dilakukan agar dapat memperluas pasar ekspor baik dari prinsipal maupun ke negara tujuannya.

    Sebagai salah satu industri prioritas, pemerintah sendiri sudah memberikan berbagai fasilitas dan infrastruktur pendukung, seperti Pelabuhan Patimban guna menambah volume ekspor.

    Sekadar informasi, industri otomotif Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi mencapai 2,5 juta per tahun dengan 1,5 juta SDM potensial yang berperan dari hulu hingga hilir rantai industri otomotif.

    Baca juga  Daihatsu Sigra Masih Ambles, Bos: Ini Mobil Keluarga, Bukan 7 Kepala Keluarga

    Bahkan memasuki era elektrifikasi, Toyota Indonesia juga siap memulai produksi kendaraan listrik berteknologi hybrid di Karawang Plant yang juga ditujukan untuk pasar ekspor.

    Toyota Indonesia sendiri bertekad untuk menyediakan teknologi elektrifikasi yang saling melengkapi melalui konsep multi-pathway mulai dari flexi-engine, FCEV, BEV, PHEV, HEV, hidrogen, biofuel, hingga LCGC.

    Pilihan teknologi ini disiapkan agar masyarakat dapat berkontribusi di masing-masing segmen, bersama-sama mengurangi emisi di Indonesia sesuai porsinya.

    Mau beli mobil Toyota Bekas, Yuk Cek di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here