Senin, Agustus 8, 2022
More
    BeritaNasib BBM Premium Digantikan Pertalite? Apa Keunggulannya

    Nasib BBM Premium Digantikan Pertalite? Apa Keunggulannya

    Bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium kini semakin jarang ditemui. Sebaliknya, Pertalite jadi pilihan yang banyak dipakai pengendara baik mobil atau sepeda motor.

    Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, berdasarkan data realisasi tahun 2021, konsumsi Pertalite sebesar 23 juta kilo liter (KL).

    Angka pengguna Pertalite setiap tahun semakin meningkat. Lihat saja, pada tahun 2017 sekitar 14,5 juta KL, kemudian 2018 naik menjadi 17,7 juta KL, lalu pada tahun 2019 menjadi 19,4 juta KL.

    Nah, jika pada tahun 2020 karena Covid sempat turun menjadi 18,1 juta KL, namun penggunaan Pertalite langsung melesat pada tahun 2021 hingga 23 juta KL.

    Dengan jumlah tersebut, Pertalite jadi BBM jenis bensin yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, dengan konsumsi sekitar 79 persen.

    Bahkan kementerian ESDM memprediksi pada tahun 2022, konsumsi Pertalite diproyeksikan masih sama yaitu tetap pada kisaran 23 juta KL.

    BBM Premium Sudah Jarang Dipakai

    Dalam Focus Group Discussion yang membahas Kegiatan Penyediaan dan Pendistribusian BBM dan LPG PT Pertamina (Persero), pada akhir 2021 lalu, pemerintah disebut ingin menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

    Ya, hal ini mengarah kabar akan digantinya Premium yang masih menggunakan Research Octane Number (RON) 88, menjadi Pertalite yang memiliki angka oktan lebih tinggi yaitu 90.

    “Kita memasuki masa transisi di mana Premium akan digantikan dengan Pertalite. Sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan,” ujar Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih.

    Disebutkan bahwa pada akhir 2021, hanya tujuh negara yang masih menggunakan RON 88. Nah, Indonesia jadi salah satu negara di Asia Tenggara yang menenggak BBM dengan oktan 88, yaitu premium.

    Maka dari itu, Pertalite dengan RON 90 jadi pilihan karena dianggap lebih ramah lingkungan. Pasalnya, dengan perubahan Premium ke Pertalite, maka menurunkan kadar emisi C02 sebesar 14 persen.

    Nah, jika menggunakan oktan lebih tinggi dengan RON di atas 90, maka untuk menurunkan emisi CO2 juga jadi lebih besar.

    Pada dasarnya, RON 90 pada Pertalite bukanlah tujuan utama pemerintah. Melainkan menggunakan BBM jenis RON 98, seperti ditetapkan SK Dirjen Migas No. 177 K Tahun 2018 tanggal 6 Juni 2018 tentang Standar dan Mutu BBM jenis Bensin RON 98 yang dipasarkan di Dalam Negeri.

    Dimana bensin RON 98 sebetulnya  telah memenuhi persyaratan sesuai Permen LHK No. P.20 Tahun 2017 yakni RON 98 dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm, dapat dikatakan spesifikasi ini setara dengan Euro 4.

    Adapun untuk Solar setara Euro 4 implementasinya ditunda hingga ke tahun 2022 berdasarkan Surat Menteri LHK Nomor S-786/MENLHK-PPKL/SET/PKL-3/5/2020 tanggal 20 Mei 2020 hal Penundaan Penerapan Emisi Gas Buang Motor Diesel.

    Pada SK Dirjen Migas No. 146.K/10/DJM/2020 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Solar yang Dipasarkan di Dalam Negeri, juga sudah terdapat pentahapan pengurangan kandungan sulfur untuk Solar, dimana Solar dengan cetane number (CN) 51 kandungan sulfur 50 ppm akan diterapkan mulai April 2022.

    Keunggulan Pertalite

    Dengan warna hijau terang dan cairannya lebih jernih, Pertalite juga disebut-sebut jadi pilihan lebih tepat digunakan untuk kendaraan yang saat ini mengaspal di jalanan Indonesia.

    Melansir situs Pertamina Fuels, jenis kendaraan yang cocok minum Pertalite sebaiknya mereka mobil atau sepeda motor yang memiliki kompresi mesin 9:1 sampai 10:1.

    Adapun menurut pertamina, ada tiga keunggulan menggunakan Pertalite, yaitu:

    1. Kualitas

    Dengan RON 90 atau lebih tinggi dari Premium (RON 88), maka Pertalite menjanjikan kualitas yang lebih.

    2. Jarak Tempuh

    Pertalite dianggap memiliki pembakaran yang lebih baik pada sebuah kendaraan. Apalagi, dengan kualitas yang lebih baik, maka dapat membuat jarak tempuh  jadi lebih jauh.

    3. Harga

    Dengan RON 90, pada dasarnya harga Pertalite masih lebih terjangkau. Adapun saat ini harga Pertalite paling rendah Rp 7.650 per liter.

    Ya, harga Pertalite masih disubsidi pemerintah. Bahkan meski minyak mentah dunia terus melonjak akibat konflik Rusia-Ukraina, harga BBM jenis Pertalite yang dijual Pertamina hingga saat ini tidak mengalami kenaikan, yaitu masih RP 7.650 per liter.

    OLXers mau cari mobil bekas berkualitas bisa lihat di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here