Kamis, September 29, 2022
More
    TipsWaspada! Ini 7 Pemicu Tabrakan Beruntun di Jalan Tol

    Waspada! Ini 7 Pemicu Tabrakan Beruntun di Jalan Tol

    Untuk menghindarinya, diperlukan kesadaran dari para pengguna jalan untuk tetap waspada dan mengetahui 7 pemicu tabrakan beruntun.

    JAKARTA – Jalur bebas hambatan atau biasa disebut jalan tol memang merupakan alternatif terbaik melakukan perjalanan jarak jauh.

    Selain nyaman karena kondisi jalan yang cukup lebar dan rata-rata memiliki permukaan yang rata, jalan tol juga bisa memangkas waktu perjalanan, jika tidak terjadi kemacetan.

    Namun dibalik kenyamanan di jalan tol, ada bahaya yang juga mengintai.

    Banyak pengguna jalan tol yang tidak menyadari hal ini dan kerap berkendara seenaknya, hingga pada akhirnya berisiko memicu terjadinya kecelakaan dan tabrakan beruntun.

    Tabrakan beruntun acap terjadi di jalan tol. Hal ini tidak hanya menimbulkan kerugian bagi pengendara yang menjadi pemicu kecelakaan, tetapi juga kendaraan lainnya yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

    Parahnya lagi, tidak sedikit yang menimbulkan korban jiwa. 

    Untuk menghindarinya, diperlukan kesadaran dari para pengguna jalan untuk tetap waspada dan mengetahui pemicu terjadinya tabrakan beruntun. 

    Baca Juga: Cara Mudah Mengetahui Mobil Bekas Tabrakan

    Hindari 7 Pemicu Tabrakan Beruntun di Jalan Tol

    Berikut merupakan 7 pemicu terjadinya tabrakan beruntun yang harus dihindari oleh seluruh pengguna jalan tol:

    1. Malas Menjaga Jarak Aman

    Dengan alasan terburu-buru, performa mobil lagi enak-enaknya, pengguna jalan tol kerap memacu mobilnya tanpa memperhatikan jarak aman dengan kendaraan di depannya. 

    Ini sangat berbahaya, karena begitu ada situasi darurat, pengemudi akan kesulitan melakukan pengereman mendadak meskipun mobil telah dilengkapi fitur safety yang canggih sekalipun. 

    Jaga jarak aman dengan mobil di depan sehingga pengemudi bisa melakukan pengereman secara bertahap dan diikuti oleh mobil di belakang.

    2. Pindah Lajur Sembarangan

    Pindah lajur boleh-boleh saja, asal dilakukan dengan benar. Pastikan lajur yang akan dimasuki dalam kondisi aman dan jangan lupa untuk memberikan kode dengan menyalakan lampu sein bahwa mobil akan berpindah lajur. 

    Memaksakan diri pindah lajur, terutama ke lajur cepat, padahal ada mobil lain dari belakang, bisa memicu tabrakan beruntun. 

    3. Tidak Patuh Aturan Kecepatan

    Masih banyak pengemudi yang tidak memperhatikan kecepatan mobil dan melaju pelan di lajur cepat alias lane hogger. 

    Padahal, lajur tersebut digunakan oleh kendaraan dengan kecepatan tinggi. 

    Di lajur lambat pengemudi juga tidak boleh terlalu pelan karena berisiko sama, tapi juga jangan terlalu kencang karena bisa menabrak mobil di depan. Gunakan lajur jalan tol sesuai peruntukan dan kecepatan.

    4. Melaju di Bahu Jalan Tol

    Bahu jalan tol hanya untuk kondisi darurat dan tidak boleh dipakai untuk berkendara dengan alasan apapun. 

    Dalam banyak kasus, ada kendaraan darurat ditabrak dari belakang oleh pengguna bahu jalan. Atau menabrak mobil lain di lajur utama akibat menghindar dari mobil yang berhenti darurat di bahu jalan.

    5. Fokus Menghilang Karena Bermain Ponsel

    Banyak pengemudi mobil bermain ponsel padahal sedang melaju kencang. Karena tidak waspada, pengemudi kurang memperhatikan mobil di depan mengurangi kecepatan. 

    Atau saat mobil di depan pindah lajur atau berkurang kecepatannya tanpa disadari, padahal dari belakang ada mobil lain. Lupakan update status di media sosial, fokuslah hanya untuk mengemudi mobil.

    6. Microsleep

    Masalah microsleep atau tertidur sejenak tanpa sadar, sama bahayanya dengan bermain ponsel saat mengemudi mobil. 

    Meski hanya sepersekian detik, mobil dapat pindah lajur atau berkurang kecepatannya tiba-tiba. 

    Tentu sangat berisiko dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun. Solusi paling tepat untuk mengantuk hanya satu, yaitu tidur meskipun hanya 15 menit.

    7. Lampu Rem Mobil Mati

    Pengemudi di belakang tidak akan bisa mengetahui bahwa mobil sedang mengurangi kecepatan kalau rem mobil mati. 

    Padahal ada langkah sederhana untuk mengecek lampu rem, yaitu dengan menginjak pedal rem sebelum jalan. Nyala sinar lampu rem akan terlihat di tembok garasi rumah. Pastikan lampu sein juga berfungsi dengan melakukan hal yang sama.

    “Jalan tol adalah tempat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi sehingga harus bebas dari hambatan supaya tidak memicu kecelakaan. Pelajari pemicu tabrakan beruntun dan pastikan Anda tahu cara mencegahnya,” ujar Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000, Senin (29/8/2022).. 

    Solusi terbaik dari mencegah terjadinya tabrakan beruntun adalah berkendara dengan penuh tanggung jawab. 

    Ingat bahwa OLXers bukan satu-satunya pengguna jalan tol, banyak orang lain yang juga memanfaatkan fasilitas tersebut.

    Untuk urusan teknis mobil Toyota yang digunakan, percayakan pada bengkel Auto2000. Lakukan servis berkala untuk menjaga performa mobil seperti rem, mesin bahkan kondisi lampu supaya dapat bekerja dengan baik dalam kondisi darurat.

    Berita Terpopuler

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here