Sabtu, Desember 4, 2021
OLX Auto
More
    TipsPilih Ban Mobil Jangan Asal, Akibatnya Bisa Fatal!

    Pilih Ban Mobil Jangan Asal, Akibatnya Bisa Fatal!

    News.OLX.co.id – Saat pemilik kendaraan, baik itu mobil maupun motor ditanya, bagian apa dari kendaraan yang paling penting dalam menjaga keselamatan, pasti banyak yang menyebut rem. 

    Jawaban ini memang tidak salah, tapi ada piranti lain yang paling penting dalam menjaga keselamatan berkendara, dan itu adalah ban.

    Mengapa demikian? Karena ban adalah komponen pada kendaraan yang menempel langsung dengan permukaan jalan, sehingga untuk urusan perawatan dan pemilihannya haruslah tepat.

    Rem yang bekerja optimal tidak akan berarti jika ban yang digunakan ternyata sudah gundul atau rusak. 

    Pemilik kendaraan sudah seharusnya mengerti cara memilih ban yang tepat, sesuai dengan kebutuhan kendaraan yang dimiliki. 

    Khusus untuk kendaraan roda empat, pilih ban jangan asal, karena akibatnya bisa fatal. Salah pilih jenis ban sangat berisiko terjadinya kecelakaan dan tentunya akan merugikan.

    Nah, kali ini News.OLX bermaksud mengajak Anda untuk mengenal lebih jauh soal ban, mulai dari jenis, membaca kode ban serta bagaimana perawatannya.

    Daftar Isi:

    • Pengertian Ban
    • Jenis-Jenis Ban
    • Bagian-Bagian Ban
    • Cara Membaca Kode Ban
    • Tabel Kode Kecepatan Ban
    • Tabel Kode Indeks Beban Ban
    • Cara Memilih Jenis Ban
    • Keunggulan Ban Menggunakan Angin Nitrogen

    Pengertian Ban

    Pengertian Ban

    Ban adalah peranti yang menutupi velg suatu roda dan menjadi bagian penting dari kendaraan darat, baik roda dua, tiga, empat maupun lebih dari enam. 

    Fungsi ban sendiri adalah untuk mengurangi getaran yang disebabkan oleh kondisi permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan.

    Sebagian besar ban yang ada sekarang, terutama yang digunakan untuk kendaraan bermotor, diproduksi dari karet sintetik, walaupun dapat juga digunakan dari bahan lain seperti baja. (Sumber: Wikipedia)

    Jenis-Jenis Ban

    Perbedaan Ban Radial dan ban Bias

    Secara umum jenis ban ada tiga, ban bias, ban radial dan ban tubeless.

    1. Ban Bias

    Ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar cord yang digunakan sebagai rangka dari ban. Cord ditenun dengan cara zig-zag membentuk sudut 40 sampai 65 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban.

    2. Ban Radial

    Untuk ban radial, konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau crown dari ban. 

    Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat oleh semacam sabuk pengikat yang dinamakan “Breaker” atau “Belt”. 

    Ban jenis ini hanya menderita sedikit deformasi dalam bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi. 

    Ban radial ini juga mempunyai “Rolling Resistance” yang kecil.

    Ban Tubeless

    Ban Tubeless adalah ban yang dirancang tanpa mempunyai ban dalam. Ban tubeless diciptakan sekitar tahun 1990. Ban tubeless adalah ban pneumatik yang tidak memerlukan ban dalam seperti ban pneumatik seperti biasanya. 

    Ban tubeless memiliki tulang rusuk terus menerus dibentuk secara integral ke dalam manik ban sehingga mereka dipaksa oleh tekanan udara di dalam ban untuk menutup dengan flensa dari velg roda logam.

    Bagian-Bagian Ban

    Tread: Bagian telapak ban yang berfungsi untuk melindungi ban dari benturan, tusukan objek dari luar yang dapat berusak ban. Tread dibuat banyak pola yang disebut pattern.

    Breaker dan Belt: Bagian lapisan benang (pada ban biasa terbuat dari tekstil, sedangkan pada ban radial terbuat dari kawat) yang diletakkan di antara tread dan casing. Fungsinya untuk melindungi serta meredam benturan yang terjadi pada Tread agar tidak langsung diserap oleh Casing.

    Casing: Lapisan benang pembentuk ban dan merupakan rangka dari ban yang menampung udara bertekanan tinggi agar dapat menyangga ban.

    Bead: Bundelan kawat yang disatukan oleh karet yang keras dan berfungsi seperti angkur yang melekat pada velg.

    Cara Membaca Kode Ban Mobil

    Membaca Kode Ban

    Pada setiap ban yang melekat pada velg sebuah kendaraan, pasti ada kode tertera yang terdiri dari angka dan huruf. Masing-masing kode tersebut memiliki arti tersendiri yang bisa kita ketahui.

    Misalnya pada sebuah ban mobil tertera kode 205/55R16 95H: 

    205

    Ini adalah ukuran dari lebar tapak ban tersebut. Dimana jarak dari dinding samping ban mobil yang satu dengan yang lain adalah sejauh 205 mm. 

    55

    Setelah tanda garis miring, kemudian ada kode 55 yang merupakan rasio aspek tinggi sidewall terhadap lebar. Angka ini membuat siapa saja bisa tahu ketinggian yang dimiliki oleh sidewall. Semakin kecil angkanya, maka jarak telapak ban dengan bibir pelek kian dekat.

    R

    Huruf R menunjukan jenis ban yang dipakai adalah Radial. 

    16

    Angka ini menunjukkan besarnya diameter dari ban mobil yang disesuaikan dengan ukuran velg. 

    95

    Angka ini menunjukan indeks beban yang dimiliki suatu ban. Anda bisa mengetahui berapa besar kapasitas daya dukung ban terhadap besaran beban yang bisa ditopang untuk melaju di atas aspal. Pastikan angka yang tercantum pada ban pilihan Anda sesuai dengan standar spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrikan. (Lihat Tabel Kode Indeks Ban)

    H

    Kode berupa huruf H pada ban adalah batas kecepatan maksimum pada ban tersebut. Huruf H menandakan rating kecepatan tertinggi ban adalah 210 km/jam. Di atas kecepatan tersebut, ban yang digunakan sangat berpotensi pecah. (Lihat Tabel Kode Kecepatan Ban)

    Selain itu, ada beberapa kode-kode lain seperti AT (All Terrain) yang artinya ban tersebut dapat digunakan di hampir semua kondisi jalan. Atau HT (Highway Terrain) yang hanya bisa digunakan pada jalan beraspal.

    Tabel Kode Kecepatan Maksimal pada Ban

    Kode

    Kecepatan (Km/Jam)

    B

    50

    C

    60

    D

    65

    E

    70

    F

    80

    G

    90

    J

    100

    K

    110

    L

    120

    M

    130

    N

    140

    P

    150

    Q

    160

    R

    170

    S

    180

    T

    190

    H

    210

    U

    200

    V

    240

    W

    270

    Y

    >300

    Tabel Indeks Beban pada Ban

    Kode

    Beban Maksimum (Kg)

    30

    106

    31

    109

    32

    112

    33

    115

    34

    118

    35

    121

    36

    125

    37

    128

    38

    132

    39

    136

    40

    140

    41

    145

    42

    150

    43

    155

    44

    160

    45

    165

    46

    170

    47

    175

    48

    180

    62

    265

    63

    272

    64

    280

    66

    300

    68

    315

    70

    335

    73

    365

    75

    387

    80-89

    450-580

    90-100

    600-800

    Memilih Jenis Ban Sesuai dengan Kendaraan

    Ban All Terrain

    Kondisi jalan di Indonesia memang sangat beragam, mulai dari jalan aspal yang halus sampai jalan berbatu yang sangat kasar. Masing-masing kondisi jalan tersebut butuh jenis ban berbeda.

    Mengingat pentingnya fungsi ban, sangat dianjurkan bagi pemilik kendaraan untuk memilih jenis ban yang sesuai dengan kebutuhan. Tentunya hal ini berpatokan pada medan jalan yang sering dilalui.

    Pertama kali yang harus ditentukan adalah jenis pattern yang cocok. Kalau lebih sering lewat jalur highway dengan kondisi permukaan yang rata, sebaiknya pilih pattern (kembangan) yang halus. 

    Tapi sebaliknya, kalau jalur yang sering dilewati adalah permukaan yang kasar atau jalan berbatu, maka kebutuhannya adalah ban dengan pattern yang agak kasar. 

    Tentunya sesuaikan juga dengan jenis mobil Anda. Sebaiknya untuk jalur seperti ini, model SUV bisa jadi pilihan pas. 

    Untuk jalur kombinasi dari jalan mulus hingga sedikit berbatu, disarankan untuk memilih jenis ban All Terrain (AT). 

    Untuk yang lebih banyak melewati jalan bergelombang, berbatu dan tidak mulus, sebaiknya pilih ban jenis Mud Terrain (MT). 

    Untuk pencinta offroad, yang selalu mencari jalan tanah serta berbatu, pilihannya tentu pada jenis ban mobil MT Extreme. 

    Keunggulan Ban Menggunakan Angin Nitrogen

    Keunggulan pakai angin nitrogen

    Apapun jenis ban yang digunakan, sudah pasti tidak akan lepas dari faktor angin yang mengisi ban tersebut. Selain harus memperhatikan ukuran tekanan angin pada ban, jenis angin yang digunakan juga penting.

    Pilihan angin untuk diisikan pada ban ada dua, angin biasa dan angin nitrogen. Mana yang paling baik untuk Anda pilih?

    Tentu saja angin jenis nitrogen sangat direkomendasikan. 

    Nitrogen merupakan gas udara murni yang sudah tersaring dan tidak memiliki kandungan air di dalamnya. Sementara kalau angin biasa zat di dalamnya masih mengandung air. Inilah perbedaan kedua jenis angin tersebut.

    Efeknya jika masuk ke dalam ruang ban, ban yang terisi angin biasa akan terasa lebih berat saat proses pemuaian di dalam ban. Sebaliknya, jika menggunakan angin nitrogen, ban akan terasa lebih enteng. 

    Berikut adalah keunggulan ban yang menggunakan angin nitrogen: 

    1. Peningkatan suhu pada ban lebih lambat

    Penggunaan angin nitrogen pada ban membuat tekanan angin ban cenderung lebih stabil ketimbang angin biasa. Hal ini disebabkan oleh partikel molekul nitrogen yang lebih besar daripada partikel molekul pada angin biasa sehingga angin nitrogen lebih sulit untuk keluar dari pori-pori ban.

    2. Lebih efisien

    Sifat angin nitrogen yang lebih dingin saat proses pemuaian menjadikan tekanan angin cenderung lebih stabil. Laju kendaraan pun lebih ringan sehingga konsumsi bahan bakar jadi lebih irit. 

    Penjelasan sederhananya seperti ini. Tekanan angin yang tidak stabil menyebabkan tekanan angin pada ban terus berkurang. Kondisi ban yang kurang angin atau agak kempes akan membuat berat laju kendaraan lebih berat dan butuh tenaga yang lebih besar. Otomatis mesin akan bekerja keras untuk membuat mobil tetap melaju sesuai pijakan gas. Hasilnya bahan bakar lebih boros.

    3. Lebih dingin sehingga tidak gampang pecah ban

    Seperti dijelaskan di awal, angin nitrogen memiliki sifat lebih dingin daripada angin biasa. Dengan suhu yang lebih rendah, maka udara di dalam ban juga lebih stabil, tidak gampang panas sehingga terhindar dari risiko pecah ban. 

    Di masa PPKM seperti ini, dimana mobil lebih banyak diam, dengan mengisi angin nitrogen maka tekanan angin bisa bertahan lebih lama dibandingkan angin biasa. Hitungannya bisa satu atau tiga minggu lebih awet.

    4. Usia Ban Lebih Lama

    Karena angin biasa mengandung air, maka sangat mungkin terjadi proses oksidasi yang mengancam daya tahan karet ban. Beda jika menggunakan angin nitrogen, akan membuat umur ban lebih awet. Harus diingat, kondisi karet ban yang sudah jelek akibat oksidasi akan mempengaruhi traksi ban dengan permukaan jalan, dan ini sangat berbahaya. 

    Jika sudah tahu fungsi dan keunggulan angin nitrogen, tentunya tidak ada pilihan sebaik Anda mengisi ban kendaraan kesayangan dengan angin nitrogen bukan?

    OLX Auto

    Berita Terpopuler

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here