Sabtu, Desember 4, 2021
OLX Auto
More
    BeritaPlat Nomor Akan Berubah Warna, Kapan Berlakunya?

    Plat Nomor Akan Berubah Warna, Kapan Berlakunya?

    Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor kendaraan di Indonesia akan berganti warna. Setidaknya hal itu sudah ditetapkan dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor per 5 Mei 2021, serta ditetapkan Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

    Untuk perubahan warna plat nomor yang awalnya berwarna dasar hitam dan bertuliskan putih untuk angka dan huruf, nantinya akan diganti menjadi warna dasar putih, dengan angka dan huruf berbalut kelir hitam.

    Aturan mengenai warna pada plat nomor sejatinya sesuai dengan yang dijelaskan dalam pasal 45 ayat 1 yang berbunyi:

    1. TNKB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (1) berwarna dasar:

    a. putih, tulisan hitam untuk Ranmor perseorangan, badan hukum, PNA dan Badan Internasional;

    b. kuning, tulisan hitam untuk ranmor umum;

    c. merah, tulisan putih untuk ranmor instansi pemerintah; dan

    d. hijau, tulisan hitam untuk ranmor di kawasan perdagangan bebas yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Sedangkan warna plat nomor untuk kendaraan bertenaga listrik akan ada tanda khusus. Tanda tersebut akan menempel di bagian yang mudah terlihat dan teridentifikasi pada bagian depan serta belakang plat nomor.

    Alasan plat nomor harus ganti warna

    Perlu diketahui, saat ini kepolisian belum menunjukan desain dari plat nomor dengan warna putih. Akan tetapi standarisasi plat nomor baru berikut material yang akan digunakan diatur dalam ayat 4 dan 5 pasal 45 Peraturan Polisi yang sama, yaitu:

    4. Standarisasi spesifikasi teknis TNKB ditetapkan dengan Keputusan Kakorlantas Polri.

    5. Pengadaan material TNKB diselenggarakan secara terpusat oleh Korlantas Polri.

    Perlu dicatat, perubahan warna plat nomor bukan tanpa sebab dilakukan kepolisian RI. Menurut Kasubdit STNK Korp Lalu Lintas Polri Muhammad Taslim Chairuddin, perubahan terkait dengan TNKB, selain untuk mengakomodir kendaraan listrik, juga dalam rangka keberlanjutan program pembangunan, termasuk tilang elektronik.

    “Mengapa perlu ada perubahan, karena kita sejak awal (tahun 2014), sudah merancang dan memimpikan untuk bisa menerapkan ETLE (Electronic Law Enforcement), menilang ranmor yang melakukan pelanggaran secara elektronik, atau menggunakan bantuan kamera dan meng-capture atau untuk alat bukti pelanggarannya,” kata Chairuddin.

    Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini kepolisian sedang merencanakan tahapan selanjutnya, dan mempersiapkan aplikasi layanan regident ranmor yang nomenklatur (tata nama) Electronic Registration Identification (ERI), dan hal lainnya 

    Sejalan dengan penerapan CCTV atau ETLE, dengan mengganti warna plat nomor, hal ini dipercaya akan lebih efektif dalam meng-capture atau mengidentifikasi kendaraan yang dioperasikan dan melakukan pelanggaran di jalan.

    “Sifat kamera adalah menyerap warna hitam sebagaimana juga hukum alam cahaya. Itulah mengapa kita perlu melakukan perubahan menjadi warna dasar putih dan tulisan hitam, agar tingkat kesalahan kamera dalam mengidentifikasi ranmor di jalan lebih kecil,” jelasnya.

    “Jika tulisan putih dan warna dasar hitam, maka tingkat kesalahan tinggi, 5 bisa dibaca S atau sebaliknya,demikian juga antara angka 1 dengan huruf I, dan seterusnya,” sambung Chairuddin. 

    Kapan warna plat nomor baru diterapkan? 

    Meski aturan soal perubahan warna plat nomor sudah ditetapkan dalam Peraturan Polisi No 7 Tahun 2021, namun untuk waktu penerapannya saat ini belum bisa dilaksanakan.

    “Jika Perkap (Peraturan Kapolri) hanya bersifat juknis (petunjuk teknis) bagi anggota regident, maka Peraturan Polisi lebih luas dan bisa mengikat ke masyarakat luas,” terangnya. 

    Oleh karena itu, Chairuddin mengatakan, untuk mengimplementasi aturan tersebut, maka tahap selanjutnya harus mengikuti manajemen anggaran pemerintah yang baru diajukan tahun ini dan baru tahun depan pengadaan material TNKB-nya dilaksanakan. Maka dari itu, bukan tak mungkin aturan soal perubahan plat nomor baru diterapkan tahun 2022.  

    “Setelah TNKB-nya ada, baru kita bisa pasang di kendaraan bermotor milik masyarakat. Pemasangannya juga harus bertahap, dimulai dari kendaraan baru yang akan didaftarkan, dan kendaraan yang masa berlaku TNKB-nya habis, termasuk kepemilikan 5 tahun atau perpanjangan STNK, ada perubahan pemilik, ada perubahan nomor,” ungkapannya.

    Chairuddin tidak menampik, tahapan penggantian plat nomor ini tidak bisa dilakukan serentak karena untuk pembuatan TNKB ada biaya yang harus ditanggung oleh pribadi atau badan melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

    “Dengan begitu, TNKB pada dasarnya adalah milik masyarakat, ketika kita akan gantikan jangan merugikan masyarakat. Kalau diganti secara serentak, siapa yang mesti bayar PNBP-nya. Hal ini juga perlu dipahami oleh masyarakat agar nantinya jangan kaget ketika dilapangan, ada dua macam TNKB umum, yang lama dan yang baru,” tutupnya. 

     

    OLX Auto

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here