Rabu, Desember 8, 2021
OLX Auto
More
    BeritaPolisi Gunakan Sistem Poin Untuk Pelanggaran Lalu Lintas, Ini Sanksinya

    Polisi Gunakan Sistem Poin Untuk Pelanggaran Lalu Lintas, Ini Sanksinya

    Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengeluarkan kebijakan baru berupa Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi (SIM) baik untuk pengendara roda dua maupun roda empat yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

    Dari aturan yang dibuat, ada yang cukup menyita perhatian yaitu soal Pemberian Tanda yang tertuang dalam pasal 34 yang berbunyi:

    (1) Pemberian tanda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 Ayat 1, dilakukan dengan memberikan Poin untuk setiap pelanggaran tindak pidana lalu lintas. 

    (2) Pemberian tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh petugas Polri pengemban fungsi lalu lintas.

    Menurut Kasi Standar Pengemudi Dit Regident Korlantas Polri, AKBP Arief Budiman aturan tersebut telah berlaku, namun sampai dengan saat ini kepolisian masih terus berupaya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas.

    “Betul adanya bahwa Perpol tersebut sudah resmi ditandatangani pada Februari 2021 lalu, yang artinya telah ditetapkan dan resmi berlaku. Namun, saat ini ada masa sosialisasi terkait aturan tersebut dengan waktu minimal 6 bulan usai diterbitkan. Jadi jelas ya, Perpolnya memang telah berlaku sekarang ini,” ungkap Arief seperti dilansir Korlantas Polri. 

    Disebutkan pula, bahwa sistem pencatatan menggunakan poin pelanggaran lalu lintas dan atau kecelakaan lalu lintas dilakukan baik secara elektronik atau manual. 

    Adapun untuk setiap pelanggaran lalu lintas disesuaikan dengan pasal 35, dimana yang melanggar akan dikenakan bobot satu, tiga dan lima poin. Sedangkan untuk yang melanggar hingga terjadi kecelakaan lalu lintas seperti disebutkan pada pasal 36 bobotnya mulai dari lima, 10 dan 12 poin. 

    Setiap pelanggaran akan diakumulasikan dan terbagi atas dua penalti. Setiap pemilik SIM maksimal diberikan batas 12 poin dan 18 poin.

    Lebih lanjut, dalam Perpol diterangkan tiap pelanggaran lalu lintas memiliki poin yang berbeda-beda sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Sanksi

    Ya, dengan aturan ini atau pemberian poin, maka jika pengendara yang sudah mencapai poin pelanggaran akan dikenai sanksi berupa penahanan SIM sementara hingga pencabutan SIM sesuai dengan putusan dari Pengadilan, sesuai dengan pasal 38, yaitu:

    (1) Pemilik SIM yang mencapai 12 (dua belas) Poin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (2) huruf a, dikenai sanksi penahanan sementara SIM atau pencabutan sementara SIM sebelum putusan pengadilan. 

    (2) Pemilik SIM yang dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus melaksanakan pendidikan dan pelatihan mengemudi apabila ingin mendapatkan SIM kembali yang telah dikenakan sanksi penahanan sementara SIM atau pencabutan sementara SIM.

    “Untuk jenis pelanggarannya itu nanti terbagi menjadi ringan, sedang, dan berat. Jadi ada poinnya juga masing-masing. Jika si pengendara sudah mencapai poin tertinggi atau angka penalti maka nanti SIM-nya akan dicabut entah itu sementara atau permanen sesuai dengan putusan dari pengadilan,” tutup Arief.

     

    OLX Auto

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here