Jumat, September 30, 2022
More
    MobilReviewReview Hyundai Stargazer, Jajal Performa Mobil Keluarga Terbaru

    Review Hyundai Stargazer, Jajal Performa Mobil Keluarga Terbaru

    Hyundai Stargazer bisa jadi pilihan baru bagi konsumen di Indonesia yang menginginkan sosok mobil Low Multi Purpose Vehicle (MPV), atau sudah merasa bosan dengan beberapa mobil yang ada. 

    Ya, di kelas Low MPV ini pasarnya cukup besar dan peminatnya cukup tinggi, seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Mitsubishi Xpander dan Nissan Livina.

    Sejatinya, masih ada lagi beberapa Low MPV lainnya, namun penjualannya kurang seksi, contohnya Honda Mobilio yang tak lagi terekspos. Selain itu beberapa tahun lalu muncul Chevrolet Spin yang diproduksi di Pondok Ungu, Bekasi. 

    Untuk Chevrolet Spin, meski awalnya jor joran, namun akhirnya merek mobil asal Amerika Serikat itu mundur dari persaingan.

    Maka dari itu, jika Hyundai Stargazer ingin bertarung di kelas Low MPV dengan jumlah peminat menggeliat, maka mereka harus memberikan perbedaan dan kelebihan yang menarik.

    Kebetulan, akhir pekan lalu News OLX berkesempatan mengikuti acara Media Test Drive Hyundai Stargazer dengan rute Surabaya-Malang-Solo.

    Saat melakukan pengujian, kami mengemudi Hyundai Stargazer tipe Prime atau paling tertinggi dengan transmisi Intelligent Variable Transmission (IVT) dan di baris kedua menggunakan jok captain seat. 

    Sekadar informasi, Hyundai Stargazer sendiri memiliki empat varian, yaitu Active, Style, Trend dan Prime. Tentunya, akan sangat berbeda. Namun yang paling komplit adalah tipe Prime.

    Nah, mau tahu bagaimana impresi dan performa Hyundai Stargazer? Berikut ulasannya.

    Desain Hyundai Stargazer

    Hyundai Stargazer diuji solo

    Eksterior

    Secara tampilan luar, desain Hyundai Stargazer ini memang sangat eye catching dan berbeda dari Low MPV pada umumnya. Lihat saja bagian kaca yang lebar dan bonet depan dibuat landai.

    Bentuk seperti ini disebut agar mobil memberikan kesan aerodinamis. Sehingga saat mobil dipacu, maka akan lebih mudah memecah ketika angin.

    Hal menarik lainnya yaitu penggunaan lampu LED dan Daytime Running Light (DRL) yang dibuat melintang dari kanan ke kiri. Demikian juga pada bagian lampu belakang yang terlihat seperti huruf H, sehingga tampilan mobil kala malam hari jadi lebih indah.

    Hyundai Stargazer tes jalan tol malam

    Alhasil, ketika mobil dipacu saat malam hari, mobil ini akan terlihat berbeda. Konon desain lampu yang memanjang melambangkan garis khatulistiwa. Sehingga Hyundai Stargazer jadi Indonesia banget.  

    Hanya, untuk desain eksterior depan dan belakang seperti Hyundai Stargazer itu subjektif, bisa saja ada yang suka atau tidak. Itu semua tergantung selera.

    Hyundai Stargazer juga terlihat menarik berkat penggunaan velg alloy berukuran 16 inch dengan desain futuristik.

    Oia, dimensi Hyundai Stargazer juga lebih melar daripada mobil Low MPV lainnya. Ya, secara dimensi mobil ini memiliki panjang 4.460 mm, lebar 1.780 mm, tinggi 1.690 mm, dan jarak sumbu roda 2.780 mm. Mau tahu soal perbandingan dimensinya, lihat ulasannya di sini.

    OLXers juga perlu tahu, karena Hyundai Stagazer lebih lebar, maka perlu menyiapkan garasi lebih luas agar mobil tersebut masuk, sehingga terhindar dari hujan maupun panas. 

    Interior

    Ketika berada di kabin, area yang pasti langsung terlihat yaitu pada bagian dashboard. Menurut penulis agak kurang sreg. Pasalnya, instrument cluster dan head unit, terkesan memaksa agar menempel pada dashboard, ditambah warnanya tidak senada.

    Belum lagi tambahan dashboard ini tidak memberikan kesan mewah, karena masih terlihat bermaterial plastik. padal di beberapa bagiannya sudah kulit.

    Tapi tentu saja bentuk dashboard ini sekadar soal selera. Belum tentu semuanya sepakat. Buktinya, desainer Hyundai tetap menerapkannya. Ini tandanya mereka sudah melakukan berbagai survei dan revisi sebelum akhirnya disetujui untuk dicetak.

    Hyundai Stargazer interior

    Namun begitu, tentu saja masih banyak lagi yang cukup menarik pada Hyundai Stargazer. Seperti head unit dengan layar sentuh berukuran 8 inch ini masih mudah dijangkau pengemudi. 

    Termasuk putaran volume yang cukup terjangkau oleh pengemudi dan itu dipikirkan sang desainer. Kemudian Head unit ini sudah memiliki konektivitas smartphone baik Android maupun iOS.

    Untuk menyalakan mesin cukup menekan tombol start stop, kemudian posisi lingkar kemudi bisa di setting berkat Tilt Steering agar memastikan pengendara nyaman saat berkendara.

    Oia, lingkar kemudi Hyundai Stargazer dilengkapi sejumlah tombol, baik untuk mengatur audio, menyeting digital instrument cluster, hingga mengaktifkan fitur cruise control.

    Mobil ini juga dilengkapi AC digital, tuas transmisi mirip mobil Eropa, cluster instrument digital dengan ukuran 4,2 inch, hingga Ambient Mood Light.

    Yang tak kalah menarik dari Hyundai Stargazer ini yaitu ruang penyimpanan yang cukup banyak. Termasuk small tray, cup holder, extra pockets dan picnic table di baris kedua. Bahkan untuk menyimpan lebih dari 15 botol di dalam Hyundai Stargazer, mulai dari depan hingga belakang.

    OLXers bisa mengisi daya smartphone dengan memanfaatkan fitur wireless smartphone charger. Namun bisa juga menggunakan soket USB dan slot 12 volt yang tersedia di semua baris. Tapi perlu dicatat, sebaiknya cukup menggunakan soket USB daripada slot 12 volt, karena saat ini lebih banyak digunakan dan lebih praktis.

    Hal minus dari interior mobil ini, meski Hyundai Stargazer tipe Prime sudah termahal, namun nyatanya belum dilengkapi rem jari seperti yang ada pada kompetitor. 

    Jok Captain Seat

    Jok captain seat Hyundai Stargazer

    Satu hal yang cukup menarik perhatian yaitu keberadaan jok captain seat. Ya, saat menjadi penumpang dengan duduk di baris kedua, jok captain seat membuat kita jadi merasa lebih privasi.

    Selain itu, adanya arm rest atau sandaran tangan, jadi terasa lebih nyaman. Ditambah headroom dan legroom yang sudah sangat baik sehingga terasa lapang.

    Dengan adanya captain seat, penumpang yang hendak duduk di belakang dapat melangkah lebih leluasa lantaran akses lebih lebar sehingga memberikan rasa nyaman. Oia, jok captain seat Stargazer juga dilengkapi fitur maju mundur.

    Untuk mendapatkan jok captain seat setidaknya, konsumen harus menambah rogoh kocek hingga Rp 1 jutaan.

    Hyundai Bluelink

    Hyundai Stargazer sudah dilengkapi teknologi inovatif, yang disebut Hyundai Bluelink. Fitur ini merupakan sebuah Connected Car Service yang memungkinkan pengguna untuk selalu terhubung dengan mobil mereka melalui smartphone.

    Berkat Hyundai Bluelink pemilik Stargazer akan merasakan banyak manfaat, seperti mengetahui kondisi kendaraan terkini, menghidupkan atau mematikan mesin, mengatur suhu kabin, mengunci atau membuka kunci pintu, menyalakan klakson, menyalakan atau mematikan lampu, termasuk mengetahui di mana kendaraan diparkir.

    Mobil ini juga dijejali beberapa fitur menarik lainnya, tombol SOS/Emergency Assistance dan Roadside Assistance (RSA).

    Nah, untuk fitur-fitur unggulan lain dari Hyundai Bluelink juga meliputi Remote Engine Start/Stop, Climate Control, Remote Door Lock/Unlock, Remote Horn & Light Control, dan mengetahui lokasi parkir mobil melalui Find My Car.

    Fitur keamanan dan keselamatan

    Hyundai Stargazer tes Drive 1

    Hyundai sudah dilengkapi fitur keamanan, termasuk Hill-Start Assist Control (HAC) yang dapat mencegah kendaraan mundur saat menyalakan mesin dari posisi berhenti di tanjakan.

    Kemudian ada juga Forward Collision-Avoidance Assist (FCA), yang dirancang untuk membantu mendeteksi adanya kendaraan dari arah depan dan memperingatkan pengemudi bahwa akan terjadi potensi tabrakan. Jika diperlukan, fitur ini akan secara otomatis melakukan pengereman. 

    Lalu, ada Lane Keeping Assist (LKA) yang dapat mendeteksi marka jalan atau tepi jalan saat berkendara di atas kecepatan tertentu. Kelebihan dari fitur ini yaitu memperingatkan pengemudi jika kendaraan menjauh dari jalur tanpa menggunakan lampu sein atau secara otomatis akan membantu pengemudi untuk mencegah kendaraan keluar jalur.

    Hyundai Stargazer juga memiliki Lane Following Assist (LFA), yang mampu membantu mendeteksi marka jalur dan atau kendaraan di jalan, serta membantu mengarahkan roda kemudi untuk membantu menjaga kendaraan di jalur.

    Fitur keselamatan lainnya pada mobil ini yaitu Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA), Rear Cross Traffic Collision Avoidance Assist (RCCA), Rear View Monitor (RVM), Safe Exit Warning (SEW), Driver Attention Warning (DAW) dan High Beam Assist (HBA).

    Performa Mesin Hyundai Stargazer

    Hyundai Stargazer mesin

    Berada di balik kemudi, kita cukup menekan tombol start stop, maka mesin akan menyala dengan suara lembut. Demikian juga saat mobil diajak berlari kabin cukup kedap. Kemungkinan peredam yang dipasang sangat rapi dan bagus.

    Menurut penulis, saat pedal gas diinjak, impresi mobil ini cukup responsif. Saat melintasi jalan tol, jiwa ingin menggeber sampai kecepatan tinggi sangat tergoda. Namun, hal itu tidak boleh di dilakukan jika di jalan raya atau tol.

    Sebab, kita harus mematuhi aturan yang berlaku, dimana batas kecepatan menurut undang-undang Lalu Lintas Angkutan Jalan hanya 60-100 km per jam.

    Tapi kami sangat yakin, mobil ini sebenarnya masih bisa sanggup melibas aspal dengan kecepatan lebih dari 140 km per jam. Tentu saja kalau mau mengujinya jangan di jalan umum ya.

    Kami sempat menuju sebuah hotel di Kawasan Batu, Malang, di sana jalanan cukup berkelok dan menanjak. Nah, Hyundai Stargazer tak ada kendala, termasuk body roll cukup minim meski kondisi jalan meliuk-liuk.

    Kenyamanan Hyundai Stargazer tak lepas dari settingan suspensi yang digunakan, seperti pada bagian depan dipasang Double Wishbone dan belakang Torsion Beam.

    Secara keseluruhan soal performa mesin ini sudah cukup baik. Tentunya ini tak lepas dari jantung pacu yang dibenamkan berupa mesin yang sama seperti Hyundai Creta, yaitu MPI 16-valve dengan konfigurasi 4-silinder, berkapasitas 1.497 cc. 

    Dengan mesin tersebut, tenaga yang dimuntahkan mencapai 113 Tk pada 6.300 rpm dan torsi 4.500 rpm. Tenaga mesin ini disalurkan melalui transmisi otomatis yang mereka sebut Intelligent Variable Transmission (IVT), untuk menggerakan roda depan. 

    Kesimpulan

    Hyundai Stargazer diuji batu 1

    Soal desain eksterior dan interior yang terasa minim jangan terlalu diambil pusing, karena itu tergantung selera. Belum lagi ini merupakan generasi awal dan belum banyak beredar dan masukan dari konsumen. 

    Pasalnya, setiap mobil pasti memiliki rencana ke depan, termasuk soal penyegaran ringan atau besar.

    Hyundai Stargazer cukup nyaman untuk membawa keluarga dan performanya cukup tangguh untuk sebuah mobil Low MPV. 

    OLXers mau cari mobil bekas berkualitas bisa lihat di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here