Minggu, Mei 29, 2022
More
    BeritaSah, Hyundai Punya Pabrik Baru di Cikarang dan Siap Bikin Mobil Listrik

    Sah, Hyundai Punya Pabrik Baru di Cikarang dan Siap Bikin Mobil Listrik

    Merek mobil asal Korea Selatan, Hyundai akhirnya meresmikan pabrik pertamanya di Asia Tenggara, tepatnya berlokasi di Deltamas, Cikarang Tengah, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/3/2022).

    Peresmian pabrik milik Hyundai Motor Company melalui PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) ini disahkan langsung Presiden Joko Widodo.

    “Momen yang saya tunggu-tunggu, karena kita ingin segera melakukan  transisi besar-besaran dari mobil ber BBM (Bahan Bakar Minyak) fosil ke mobil yang ramah lingkungan,” ungkap Jokowi saat sambutan acara peresmian pabrik Hyundai.

    Sementara itu, Executive Chair Hyundai Motor Group Euisun Chung mengklaim, Indonesia adalah pusat dari strategi mobilitas Hyundai Motor kedepannya.

    “Pabrik ini akan memainkan peran penting dalam industri otomotif khususnya di bidang kendaraan listrik,” ucapnya.

    “Selain itu, Hyundai akan terus berkontribusi dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia melalui sinergi pabrik baterai yang sedang kami kembangkan,” sambung Euisun.

    Euisun mengaku optimis, kehadiran pabrik dengan luas tanah 77,7 hektar dan bangunan mencapai 18,8 hektar akan mendorong Indonesia untuk memainkan peran penting di kancah internasional.

    “Kami berharap teknologi baru yang diusung Hyundai di masa mendatang akan menjadi pondasi untuk kolaborasi yang jauh lebih besar antara Hyundai dan Indonesia,” ucapnya.

    Fasilitas pabrik Hyundai di Cikarang

    Sebagai perusahaan yang memproduksi mobil-mobil Hyundai, PT HMMI diklaim mampu memproduksi 150 ribu unit mobil di tahun ini dan akan mencapai hingga 250 unit unit per tahun kedepannya.

    Pabrik yang memiliki nilai investasi sekitar USD 1,55 miliar ini pun dibangun dengan mengedepankan visi “Progress for Humanity”.

    Disebutkan, jika pabrik Hyundai mengusung teknologi ramah lingkungan, seperti solar panel yang dapat memenuhi kebutuhan pasokan listrik untuk operasional area Assembly Shop.

    Selain itu, pada proses pengecatan kendaraan, Hyundai menggunakan cat berbasis air atau water borne yang memiliki kandungan Volatile Organic Compound (VOC) lebih rendah dibandingkan jenis cat lain.

    Sebagai informasi, VOC dapat merusak kesehatan dan lingkungan. Selain itu, bau tak sedap dari larutan thinner juga dapat dikurangi akibat dari penggunaan waterborne.

    Hyundai juga mengutamakan kenyamanan karyawan selama bekerja dengan memasang fasilitas AC (air conditioner) di hampir seluruh bangunan area pabrik.

    Pabrik Hyundai juga dilengkapi dengan Safety Training Center yang menyediakan sesi pelatihan bagi seluruh karyawan serta mitra lokal yang akan terlibat dalam semua kegiatan di dalam pabrik.

    Pusat pelatihan ini juga mengadopsi teknologi Virtual Reality (VR) sebagai bagian dari materi pelatihan untuk simulasi langsung di lapangan.

    Di lokasi ini terdapat pula Mobility Innovation Center yang memiliki peran untuk mendorong pengembangan model produk strategis di ASEAN, dengan fasilitas yang beragam mulai dari lab material hingga fasilitas evaluasi berkendara.

    Baca juga  Harga Belum Dirilis, Hyundai Ioniq 5 Diklaim Dipesan Lebih dari 800 Unit

    Melalui Mobility Innovation Center, Hyundai memiliki misi untuk tumbuh dan berkembang bersama mitra lokalnya di Indonesia dengan mengadakan berbagai kegiatan pelatihan untuk bertukar ilmu dan teknologi.

    Langkah ini menunjukan bahwa pabrik tersebut tidak hanya fokus kepada proses produksi, tetapi juga berkontribusi lebih lanjut dan tumbuh bersama Indonesia.

    Mobil yang diproduksi

    Hyundai Creta
    Hyundai Creta jadi mobil yang diproduksi di pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).

    Dengan disahkannya pabrik Hyundai di Indonesia, tentu saja ada mobil yang ditujukan untuk pasar domestik.

    Nah, dipabrik ini ada model pertama Hyundai yang diproduksi yaitu  Hyundai Creta, dimana mobil ini merupakan model Sport Utility Vehicle (SUV)

    Selain itu, Hyundai juga berencana mempersiapkan produksi secara massal mobil berbasis baterai murni (BEV), yakni Ioniq 5 dalam waktu dekat.

    Hyundai Ioniq 5 bersama Genesis Electrified G80 juga akan menjadi kendaraan pendukung perhelatan KTT G20 Bali.

    Disamping memproduksi mobil listrik, Hyundai juga membangun berbagai infrastruktur untuk mendukung era elektrifikasi Indonesia, mulai dari stasiun pengisian daya atau charging station yang telah tersedia lebih dari 180 titik di seluruh Indonesia.

    Selain itu, Hyundai juga sudah bekerja sama dengan LG Energy Solutions melalui nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintahan Indonesia untuk membangun pabrik sel baterai dengan nilai investasi mencapai USD 1,1 miliar.

    Pabrik tersebut ditargetkan selesai pada semester pertama tahun 2023 dan mulai berproduksi pada tahun 2024.

    Mau cari mobil Hyundai bekas berkualitas, cek di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here