Selasa, November 30, 2021
OLX Auto
More
    MobilMobil BaruSejarah Munculnya LCGC di Indonesia Sampai Daftar Harga Terlengkap

    Sejarah Munculnya LCGC di Indonesia Sampai Daftar Harga Terlengkap

    Industri otomotif di masa pandemic Covid-19 mengalami dampak buruk hingga penjualannya turun drastis. Hal ini juga terlihat dari penjualan otomotif di Tanah Air yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada 2020 dan sampai pertengahan Juni 2021.

    Padahal, sebelum adanya pandemi industri otomotif nasional menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

    Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik, juga membuat muncul masyarakat golongan menengah yang membutuhkan kendaraan dengan harga terjangkau, seperti segmen mobil LCGC. Adanya segmen LCGC inilah yang saat ini ikut mendorong penjualan otomotif di Indonesia.

    Pengertian LCGC dan awal kemunculan

    Jenis mobil LCGC mungkin kerap OLXer dengar atau baca di berbagai media massa. Tak sedikit juga jika pergi ke dealer, beberapa sales menjelaskan soal mobil LCGC.

    Nah, LCGC adalah kepanjangan dari Low Cost Green Car atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi mobil murah ramah lingkungan atau disebut juga Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2).

    Ya, awal muncul mobil LCGC atau KBH2, merupakan program pemerintah era presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2013. Dimana kala itu, rencana munculnya jenis mobil LCGC bertujuan memenuhi kebutuhan transportasi ramah lingkungan di pedesaan.

    “Jadi bukan mobil pribadi,” ungkap SBY kala itu seperti dilansir Tempo.co.

    Namun seiring berjalanya waktu, mobil LCGC saat ini semakin banyak dimiliki masyarakat tidak hanya di pedesaan tetapi juga di perkotaan.

    Mobil LCGC Diatur Pemerintah

    Mobil LCGC faktanya diatur pemerintah, maka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai perwakilan pemerintah menerbitkan kebijakan mengenai mobil LCGC yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi KBH2.

    Nah, aturan ini merupakan turunan dari program mengenai mobil dengan emisi karbon rendah atau low emission carbon (LEC) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

    Permenperin ini saat itu ditetapkan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat pada 1 Juli 2013 dan telah diundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 895 pada 5 Juli 2013 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsudin.

    Tujuan LCGC

    Kehadiran model mobil LCGC sebenarnya memiliki tujuan sesuai dengan aturan Permenperin No.33/2013, yaitu mendorong dan mengembangkan industri otomotif nasional, khususnya industri komponen agar mampu menciptakan motor penggerak, transmisi dan axle yang berdaya saing.

    Bahkan jika suku cadang dibuat di Indonesia, diharapkan harganya jadi terjangkau. Selain itu, karena ini program pemerintah, maka diberikan keringanan PPnBM menjadi nol persen.

    Perlu diketahui, pada Maret 2021 lalu di masa pandemi pemerintah memberikan keringanan pajak untuk pembelian mobil baru. Namun mobil-mobil LCGC tidak mendapatkan keringanan pajak tersebut. Nah, untuk diluruskan bahwa mobil LCGC sejatinya tidak dikenakan PPnBM sudah lama. 

    Adapun aturan soal potongan PPnBM untuk mobil baru selama pandemi ini tertuang dalam aturan Permenperin No. 169 Tahun 2021, tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Ditanggung oleh Pemerintah pada Tahun Anggaran 2021.

    Syarat dan Ketentuan LCGC

    Sesuai dengan Permenperin No.33/2013, pabrikan otomotif yang ingin ikut program LCGC, maka diwajibkan memenuhi berbagai ketentuannya, antara lain

    1. Kapasitas mesin. Mobil jenis LCGC diharuskan untuk motor bakar cetus api kapasitas isi silinder 980-1200 cc. Untuk motor bakar nyala kompresi (diesel) kapasitas isi silinder sampai dengan 1500 cc.

    2. Bahan bakar. Untuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM) paling sedikit 20 km/liter atau bahan bakar lain yang setara. Ketentuan yang harus dipenuhi untuk spesifikasi mesin bensin minimal Research Octane Number (RON) 92 dan mesin diesel Cetane Number (CN) 51 untuk diesel.

    3. Radius putar. Mobil LCGC secara teknis radius putar (turning radius) dan jarak terendah dari permukaan tanah (ground clearance) diatur dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan Permenperin tersebut. 

    4. Ketentuan penggunaan tambahan merek, model, dan logo yang mencerminkan Indonesia.

    5. Harga. Pemerintah juga mengatur besaran harga jual mobil LCGC dimana saat itu pada tahun 2013, harga paling tinggi Rp 95 juta berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek.

    Mengenai besaran harga mobil LCGC, dapat disesuaikan apabila terjadi perubahan-perubahan pada kondisi atau indikator ekonomi yang meliputi besaran inflasi, kurs nilai tukar Rupiah dan harga bahan baku.  Termasuk penggunaan transmisi otomatis atau teknologi pengaman penumpang. 

    Untuk penyesuaian harga berdasarkan penggunaan teknologi transmisi otomatis maksimum sebesar 15 persen, sedangkan untuk penggunaan teknologi pengaman penumpang maksimum sebesar 10 persen.

    APM yang ingin memperoleh fasilitas perpajakan atau insentif program LCGC, setidaknya harus memiliki empat syarat :

    Pertama, setiap ATPM wajib memberikan hasil uji konsumsi bahan bakar, uji ketentuan teknis, bukti visual penggunaan tambahan merek Indonesia, termasuk model dan logo yang mencerminkan Indonesia. 

    Kedua, setiap perusahaan wajib memberikan data dan bukti realisasi investasi, manufaktur motor penggerak (mesin), transmisi, dan axle, termasuk rencana menggunakan komponen lain dari pasokan lokal yang diketahui mencapai 85 persen.

    Ketiga, pemberian surat pernyataan bermaterai berisi harga jual produk LCGC ke konsumen sesuai ketentuan yang berlaku. 

    Keempat, seluruh ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan sebelumnya wajib lolos verifikasi oleh lembaga independen Surveyor. Tanpa memenuhi keempat persyaratan tersebut, setiap ATPM tidak bisa mendapatkan potongan PPnBM.

    Perlu diketahui, insentif PPnBM nol persen khusus LCGC rencananya akan dicabut. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PM) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM.

    Dalam aturan itu, disebutkan bahwa mobil LCGC akan dikenakan PPnBM sebesar tiga persen. Rencananya, PP yang ditandatangani Presiden Joko Widodo akan berlaku pada 16 Oktober 2021.

    Jenis-jenis Mobil LCGC

    Seperti yang sempat disebutkan di atas, konsep awal mobil LCGC diperuntukan untuk angkutan pedesaan. Namun konsep tersebut abu-abu bahkan tidak seperti mobil pedesaan.

    Sebaliknya, mobil LCGC muncul seperti city car atau mobil perkotaan pada umumnya yang memiliki bentuk atau dimensi kecil, dengan kapasitas 4-5 orang penumpang.

    Adapun beberapa model mobil LCGC dengan bentuk city car yang saat ini ada di pasaran yaitu Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, Suzuki Karimun Wagon R, dan juga Toyota Calya.

    Selang tiga tahun atau pada 2016, mobil LCGC dilengkapi model Multi Purpose Vehicle (MPV) dengan kapasitas tujuh orang penumpang.

    Setidaknya, model LCGC MPV ini diluncurkan hasil kolaborasi Toyota dan Daihatsu berupa Calya dan Sigra. Si kembar tapi tak sama ini seperti produk Toyota-Daihatsu lainnya. Meski terlihat mirip, namun beberapa bagiannya tetap dibuat beda dengan ciri khas masing-masing.

    Sebelumnya, mobil LCGC city car juga ada dari merek Datsun yang disebut GO dan LCGC MPV yaitu GO+ Panca. Hanya saja, Datsun mengumumkan berhenti menjual dan memproduksi mobil pada Januari 2020. Alasannya, penjualan Datsun tidak memenuhi skala ekonomis.

    Nah, OLXer mau tahu macam-macam mobil LCGC berikut ulasannya :

    Daihatsu Ayla

    Daihatsu Ayla merupakan kembaran dari Toyota Agya. Nama Ayla sendiri diambil dari Bahasa sansekerta artinya cahaya.

    Menurut Daihatsu, mobil Ayla merupakan mobil kompak dengan tampilan sporty yang cocok digunakan untuk kaum muda dan generasi milenial.

    Daihatsu Ayla yang memiliki dimensi panjang 3.600 mm, lebar 1600 mm dan tinggi 1520 mm, memiliki beberapa fitur yang dibenamkan, antara Steering Audio Switch, 2 DIN Touchscreen Audio, New Seat Structure and Cover Pattern, Luggage Tray yang lebih luas, Dark Silver Painted Ornament, hingga Air Conditioner.

    Fitur keamanannya terdiri dari dua Airbag yang berada di depan pengemudi dan penumpang, serta ada juga sensor parkir. Selain itu, city car ini juga telah dilengkapi dengan Side Impact Beam, yang dapat melindungi penumpang dari sisi samping jika terjadi kecelakaan.

    Daihatsu Ayla dijejali dua pilihan mesin yaitu 998 cc dan 1.197 cc. Untuk mesin 998 cc dayanya mencapai 65 Tk dan torsi 86 Nm. Sedangkan mesin 1.197 cc, powernya hingga angka 88 Tk dan torsi 108 Nm.

    Honda Brio Satya

    Honda Brio Satya kini kerap merajai penjualan otomotif di Indonesia. Bahkan pada Januari-Juni 2021, catatan penjualan ritel Brio Satya tembus di angka 18.723 unit.

    Selain disukai anak muda dan keluarga baru, yang pertama kali membeli mobil anyar, Honda Brio Satya juga dianggap memiliki desain kekinian, sehingga mampu menarik konsumen. Honda Brio Satya juga disegani karena jeroan jantung pacunya.

    Honda Brio Satya, sudah dilengkapi fitur keselamatan Dual Front i-SRS Airbag, Sabuk pengaman 3P ELR di baris pertama, Sabuk pengaman 3P ELR dan 2P ELR, Pretensioner dengan Load Limiter, Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD)

    Selain itu untuk fitur keamanan ada Sistem alarm, Auto door lock by speed, Immobilizer, Rear trunk opener, dan Keyless entry.

    Nah, Honda Brio Satya diketahui sudah mengusung mesin 1.2L SOHC, 4 Cylinders In-Line, 16 Valve, i-VTEC + DBW, yang mampu menghasilkan daya hingga 88,7 Tk pada putaran 6.000 rpm, dan torsi maksimum 110 Nm pada putaran 4.800 rpm.

    Suzuki Karimun

    Di urutan selanjutnya ternyata masih keluarga Suzuki, dimana Karimun Wagon R yang juga jenis LCGC berhasil menjual 1.030 unit selama enam bulan pertama di 2021.

    Suzuki Karimun Wagon R jadi city car yang memiliki bentuk boxy. Namun begitu, hal ini membuat headroomnya jadi lebih lega dibandingkan city car lainnya.

    Mobil yang masuk kelas LCGC ini sebenarnya memiliki empat varian yaitu GA, GL, GX dan Dilago. Keempat varian ini memiliki pilihan lampu depan berbeda.

    Secara keseluruhan, penyegaran yang dilakukan meliputi lampu proyektor, grill, fascia depan baru. Kemudian lambang Garuda yang semula di depan pindah ke belakang. Selain itu ada juga logo Suzuki yang ada pada grill depan.

    Fitur yang dimiliki city car ini antara lain dashboard dengan tachometer, kursi baris kedua bisa dilipat, sistem audio single DIN (pemutar kaset/CD/radio), under seat tray, auto Gear Shift (AGS), AC, dan Power Window.

    Karimun kotak dilengkapi mesin K10B berkapasitas 998cc, yang sanggup menghasilkan daya hingga 68 Tk dan torsi 3.500 Nm.

    Toyota Agya

    Tepat di bawah Daihatsu Ayla, ada kembarannya yaitu Toyota Agya dengan penjualan 9.041 unit selama Januari-Juni 2021. Si kembar yang tak serupa ini memang memiliki selera masing-masing. Ada yang menyukai brand Toyota ada juga Daihatsu.

    Secara keseluruhan termasuk mesin pada dasarnya, Toyota Agya sama dengan Daihatsu Ayla. Sedangkan yang membedakannya terlihat eksterior, dimana wajah depan termasuk grille dan bumper sangat berbeda, termasuk beberapa lekukan pada bagian body, serta desain velg. Toyota Agya punya versi TRD, dimana tipe ini memiliki spoiler berkelir sama dengan body.

    Untuk bagian interior, Toyota Agya dan Daihatsu Ayla tak banyak berbeda. Namun keduanya kini memiliki center console dengan desain baru, yang dilengkapi panel AC Digital, head unit layar sentuh berukuran 7-inci.

    Oia, khusus Toyota Agya TRD kini sudah dilengkapi fitur star-stop button. Sedangkan versi termahal Daihatsu Ayla sekalipun belum ada. Sedangkan fitur keselamatan Agya dan Ayla sudah dilengkapi Dual SRS Airbag untuk semua varian. Sementara pengereman ABS + EBD hanya untuk tipe tertinggi.

    Daihatsu Sigra

    Sama seperti Ayla-Calya, Toyota dan Daihatsu punya mobil kembar Sigra dan Calya. Daihatsu Sigra memiliki beberapa perbedaan dengan Calya, khususnya dari segi tampilan.

    Memiliki dimensi Panjang 4.070 mm, lebar 1.655 mm, dan tinggi 1.600 mm, Daihatsu Sigra memiliki 10 varian dengan empat tipe berbeda, yaitu D, M, X, R, X Deluxe, serta R Deluxe. Sedangkan pilihan warna ada glittering silver metallic, bronze metallic, orange metallic, icy white solid, dark grey metallic, red solid, dan ultra black solid.

    Daihatsu Sigra yang memiliki makna respon cepat sudah dilengkapi bagian dengan list grill chrome lebih besar, kemudian tipe M, X dan R sudah dilengkapi lampu LED dan Multi Reflector Headlamp yang memberikan kesan stylish, serta Fog lamp dengan desain asimetris memanjang dilapisi chrome.

    Bagian samping Daihatsu khususnya tipe R dan R Deluxe,  spion sudah dapat dilipat secara elektrik dan retractable, desain door handle model grips dan desain velg two-tone berukuran 14 inci.

    Pada bagian buritan, Daihatsu Sigra sudah dilengkapi smoke lamp dan lens garnish dengan pintu bagasi bertema ducktail. Untuk tipe teratas, mobil ini sudah dilengkapi rear spoiler dan washer.

    Untuk interior, Daihatsu Sigra penyegaran paling terlihat terasa pada warna Dashboard dengan balutan cat two-tone warna dark dan light grey, kemudian Head unit layar sentuh berukuran 7 inci, dan adanya layar MID (Multi Information Display).

    Oia, headrest jok baris kedua dan ketiga bisa diatur sesuai keinginan, selain itu ada juga fitur one touch tumble untuk melipat kursi agar bisa membuka akses ke baris jok ketiga. Kamu pun bisa menyimpan barang-barang pada ruang penyimpanan yang tersedia di bawah jok mobil.

    Untuk jantung pacu, Daihatsu Sigra  tipe D dan M 1.0 sudah dibenamkan mesin 1 KR-VE, DOHC VVT-i berkapasitas 998cc yang menghasilkan daya sebesar 66 Tk pada 6.000 rpm dengan torsi 872 Nm pada 4.400 rpm.

    Sedangkan Daihatsu Sigra tipe X dan R 1.2 sudah mengusung mesin 3NR-VE, DOHC Dual VVT-i berkapasitas  1.197cc yang menghasilkan daya 86  Tk pada 6.000 rpm, sedangkan torsi maksimal mencapai 1059 Nm pada 4.200 rpm.

    Toyota Calya

    Meksi sama dengan Daihatsu Sigra, Toyota Calya yang namanya memiliki makna sempurna ini memiliki beberapa perbedaan dengan kembarannya.  

    Toyota Calya memiliki tipe E dan G, keduanya juga memiliki perbedaan. Seperti halnya batok lampu kabut tipe G dibalut warna hitam glossy atau piano-black, sedangkan tipe E hanya warna plastik hitam biasa.

    Untuk tipe G, sudah dilengkapi fog Lamp, sedangkan tipe E belum ada, hanya ada tempatnya saja. Toyota Calya tipe G memiliki aksen krom hitam atau coklat gelap pada bagian depan dan belakang, sedangkan tipe E sewarna body.

    Toyota Calya tipe G memiliki lampu sein pada Spion, sedangkan tipe E tidak ada. Selain itu, warna pilar tipe E, pillar B dan C pada bagian samping dikelir sewarna body, sedangkan pada tipe G diberi aksen plastik hitam.

    Untuk interior tipe E, warna panel AC, dashboard konsol tengah AC dan knop AC berkelir hitam, sedangkan tipe G diberi warna silver. Selain itu, tipe memiliki tempat penyimpanan di bawah panel AC, sedangkan tipe E tidak ada. Aksen krom pada Calya tipe G menempel handle pintu & sekeliling exhaust AC, sedangkan pada tipe E cuma hitam polos.

    Toyota Calya tipe G ada aksen silver pada armrest di door trim dan palang stir, sedangkan tipe E hanya warna coklat muda sewarna jok. Tipe G juga memiliki fitur Retractable Mirror yang bisa dilipat secara elektrik. Sedangkan pada tipe E tidak ada.

    Untuk Head Unit, tipe G telah dilengkapi monitor layar sentuh tujuh inch, sedangkan tipe E masih seperti double din dengan tampilan monochrom dan belum dapat support video display. Tipe G juga dilengkapi Audio Steering Switch pada lingkar kemudi Calya. Sedangkan tipe E belum ada. Pilihan Transmisi tipe G juga ada otomatis & manual, sedangkan E tidak ada transmisi otomatis.

    Oia, semua Toyota Calya kecuali E STD MT sudah dilengkapi fitur keselamatan Airbag atau kantung udara dan Anti Lock Braking System (ABS)

    Untuk jantung pacu, semua varian masih sama, yaitu dibekali mesin kode 3NR-VE  4-silinder segaris Dual VVT-i berkapasitas 1,2 liter yang menghasilkan daya 86 Tk pada putaran 6.000 rpm dan torsi maksimal sebesar 107 Nm pada putaran 4.200 rpm.

    Daftar Harga LCGC

    Daihatsu

    –   Ayla 1.0 X MT Rp 126.300.000

    –   Ayla 1.0 X Deluxe MT Rp 133.650.000

    –   Ayla 1.0 D+ MT Rp 115.500.000

    –   Ayla 1.0 D MT Rp 103.300.000

    –   Ayla 1.0 X AT Rp 135.350.000

    –   Ayla 1.0 X Deluxe AT Rp 142.700.000

    –   Ayla 1.2 X MT Rp 137.600.000

    –   Ayla 1.2 R MT Rp 144.550.000

    –   Ayla 1.2 R Deluxe MT Rp 148.550.000

    –   Ayla 1.2 X AT Rp 147.600.000

    –   Ayla 1.2 RAT Rp 157.050.000

    –   Ayla 1.2 R Deluxe AT Rp 161.050.000

    Honda

    –   Brio Satya S MT Rp 151.400.000

    –   Brio Satya E MT Rp 160.400.000

    –   Brio Satya E CVT Rp 175.400.000

    Suzuki

    –   Karimun Wagon R GA Rp 122.000.000

    –   Karimun Wagon R Blind Van Rp 134.500.000

    –   Karimun Wagon R GL M/T Rp 135.500.000

    –   Karimun Wagon R GL AGS Rp 144.500.000

    –   Karimun Wagon R GS M/T Rp 144.000.000

    –   Karimun Wagon R GS AGS Rp 152.500.000

    Toyota

    –   Agya 1.0 G M/T Rp 144.900.000

    –   Agya 1.2 G M/T STD Rp 149.200.000

    –   Agya 1.2 G A/T STD Rp 162.740.000

    –   Agya 1.2 G M/T TRD Rp 154.545.000

    –   Agya 1.2 G A/T TRD Rp 170.390.000

     Daihatsu

    –   Sigra 1.0 M MT Rp 131.050.000

    –   Sigra 1.0 D MT Rp 120.650.000

    –   Sigra 1.2 X MT Rp 140.400.000

    –   Sigra 1.2 X MT DLX Rp 145.900.000

    –   Sigra 1.2 R MT Rp 146.800.000

    –   Sigra 1.2 R MT DLX Rp 150.600.000

    –   Sigra 1.2 X AT Rp 153.200.000

    –   Sigra 1.2 X AT DLX Rp 158.700.000

    –   Sigra 1.2 R AT Rp 159.600.000

    –   Sigra 1.2 R AT DLX Rp 163.400.000 

    Toyota

    –   Calya 1.2 E M/T STD Rp 146.190.000

    –   Calya 1.2 E M/T Rp 148.990.000

    –   Calya 1.2 G M/T Rp 155.290.000

    –   Calya 1.2 G A/T Rp 167.490.000

    Kelebihan dan Kekurangan LCGC

    Setelah mengetahui soal asal mula sampai model yang dipasarkan, mobil LCGC juga memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain:

    Kelebihan

    1.  Harga Terjangkau

    Satu hal yang membuat mobil LCGC laris dipasaran, itu karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan jenis mobil lainnya.

    Untuk mobil LCGC, sampai artikel ini dibuat harganya tak sampai Rp 200 juta. Bahkan tipe mobil paling termahal hanya Honda Brio Satya yang dibanderol sekitar Rp 175 jutaan.

    Adapun untuk harga, APM tidak bisa sembarangan menaikan harga  karena harus sesuai ketetapan dari regulasi pemerintah.

    Hal ini termasuk saat membeli kredit. Maka harganya akan lebih murah. Belum lagi saat membeli kredit, biasanya sepaket dengan asuransi

    2.  Irit Bahan Bakar

    Mobil LCGC juga dikenal irit bahan bakar. Hal ini sesuai aturan pemerintah yang mengharuskan konsumsi BBM 1 liter hanya harus menempuh jarak 20 km.

    3.  Perawatan murah

    Selain harga mobilnya terjangkau, perawatan mobil LCGC tergolong murah. Bahkan jika perawatan berkala di bengkel resmi, rata-rata biayanya kurang dari Rp 2 juta.

    Tidak hanya itu, harga part atau komponen yang ditawarkan untuk mobil LCGC ini juga tergolong terjangkau. 

    4.  Harga jual Kembali

    Karena harga mobil LCGC tergolong terjangkau, ternyata resale value atau nilai jual kembali tidaklah rendah. Namun perlu dicatat, untuk harga mobil bekas memang tidak bisa pasti, karena tergantung kondisi, jarak tempuh, warna, kelengkapan surat-surat, dan faktor lainnya.

    5.  Cocok untuk pemilik mobil pertama

    Kehadiran mobil LCGC dengan harga terjangkau ini sangat cocok untuk pemilik mobil pertama atau orang yang sudah beralih dari sepeda motor ke mobil.

    6.  Cocok untuk modifikasi

    Harga terjangkau, menjadi alasan banyak orang memilih  mobil LCGC. Nah, biasanya banyak pemilik mobil mengalokasikan dananya untuk melakukan modifikasi. Selain itu, mobil LCGC juga tak kalah keren jika didandani.

    Kekurangan

    1.  Minim fitur

    Karena harganya yang cukup murah untuk sebuah mobil, jenis mobil LCGC ternyata dianggap minim akan fitur yang dibenamkan.

    Bahkan, tidak semua model atau varian mobil LCGC dilengkapi fitur canggih seperti Anti Lock Braking System, serta Airbag. Jika pun ada, biasanya dipasang di varian termahal.

    2.  Bobot mobil ringan

    Mobil LCGC memang sengaja dibuat irit bahan bakar dengan syarat konsumsi BBM 1 liter harus menempuh jarak 20 km. Nah, biasanya salah satu bagian mobil yang dikorbankan bobotnya.

     

    Karena bobot yang lebih ringan dari jenis mobi lainnya, mobil akan terasa goyang saat kecepatan tinggi. Apalagi jika ada kendaraan lain di sebelah guncangannya sangat terasa.

    3.  Terasa sempit 

    Khusus LCGC city car, jenis mobil ini terasa sempit. Alhasil, selain hanya mampu menampung lima orang, jika untuk membawa barang besar masih cukup sempit.

    Untuk LCGC MPV penumpang, tak jarang masih ada yang menyebutkan, baris ketiga lebih ideal digunakan untuk penumpang anak-anak daripada orang dewasa.

    4.  Kurang bertenaga

    Seperti diketahui, mobil LCGC ini syaratnya mengusung mesin 980-1200 cc. Nah, kebanyakan mobil LCGC yang ditawarkan adalah mesin 1.000-1.200 cc. Dan mesin ini tidak disematkan turbo dan tenaga yang dihasilkan tak sampai 90 Tk.

     

     

    OLX Auto

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here