Strategi Shell Indonesia Mendorong Energi Bersih

0
17

News.OLX.co.id – Indonesia secara tegas menargetkan untuk menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 41% sampai tahun 2030 mendatang.

Mendukung percepatan ke arah lingkungan udara yang lebih bersih, Shell Indonesia terus memperkuat komitmennya dengan menghadirkan energi yang lebih bersih melalui portofolio produk yang rendah emisi kepada pelanggannya.

Sejak Maret lalu, Shell Indonesia menghadirkan produk bahan bakar premium terbaru Shell V-Power Nitro+ yang sudah memenuhi standar Euro 4. Bahan bakar ramah lingkungan dari Shell ini memiliki teknologi Dynaflex yang berkemampuan membersihkan serta melindungi kendaraan dari endapan karbon sisa pembakaran yang bisa mengurangi performa mesin. 

Selain itu, Shell Indonesia dalam menjalankan operasional perusahaan terus berupaya mengurangi intensitas karbon pada setiap material, teknologi, rancangan, peralatan, mekanisme operasi, hingga urusan edukasi terhadap seluruh karyawan. 

Komitmen ini dilandasi strategi Powering Progress yang dicanangkan oleh Shell secara global untuk mempercepat transisi bisnis menuju perusahaan energi dengan net-zero emission di 2050 sesuai dengan perkembangan ekspektasi masyarakat secara umum.

“Strategi Shell secara global berupaya menjadi yang terdepan dalam mendukung masyarakat dunia untuk menggunakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dukungan ini kami wujudkan dengan menghadirkan produk-produk rendah karbon dan berbagai solusi efisiensi energi sebagai bagian dari strategi global Shell yang baru, yaitu Powering Progress,” ujar Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Dian Andyasuri dalam sebuah siaran pers, Kamis (29/4/2021).

Melalui strategi tersebut, Shell yakin mampu mewujudkan pencapaian ambisinya dalam menjadi perusahaan yang bebas emisi di masa depan.

Hadirkan Portofolio Produk BBM Rendah Karbon di Kendaraan Diesel

Selain Shell V-Power Nitro+, SPBU Shell juga menyediakan produk bahan bakar berkualitas khusus untuk mesin diesel, yakni Shell V-Power Diesel yang telah memenuhi standar EURO 5 dengan kadar sulfur ultra rendah 10ppm.

Tentunya bahan bakar mesin diesel yang ramah lingkungan dari Shell ini sejalan dengan upaya Pemerintah yang tengah menggodok secara serius rencana penerapan kebijakan standar Euro 4 pada produksi kendaraan niaga di April 2022 mendatang.  

Dian menjelaskan, saat ini produk-produk bahan bakar yang disediakan Shell sudah memenuhi standar Euro 4 dan Euro 5 yang nantinya memberikan dampak positif bagi konsumen di Indonesia dan juga industri otomotif. 

“Proses pembakaran pada mesin kendaraan nantinya akan menjadi lebih efisien, menghemat bahan bakar, dan mencegah korosi pada mesin sehingga menghasilkan kadar emisi karbon kendaraan yang lebih rendah,” terangnya.

Shell Sudah Punya Fasilitas Pengisian Daya Kendaraan Listrik

Menyambut tren kendaraan listrik yang sekarang terjadi di Indonesia, Shell juga berusaha dalam kontribusinya untuk mempermudah konsumen pemilik mobil listrik dalam melakukan pengisian daya.

Dalam hal ini Shell sudah menyediakan fasilitas pengisian daya Shell Recharge di SPBU Shell Pluit Selatan 1. 

Tawarkan Produk Pelumas Netral Karbon

Masih terkait produk ramah lingkungan, sepanjang tahun ini Shell juga telah meluncurkan berbagai pelumas netral karbon yang didukung oleh mekanisme carbon offset atau penyeimbangan karbon dari proyek Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions/NBS) milik Shell. 

Produk pelumas ramah lingkungan tersebut antara lain Shell Gadus S5, Shell Omala S4 WE, Shell Omala S4 GXV, Shell Mysella S5, Shell Rimula R6 LM dan Shell Helix Ultra 0W20. 

Rangkaian produk netral karbon ini memungkinkan pelanggan melakukan operasional bisnis sehari-hari mereka berjalan lebih efisien dan rendah emisi. 

Untuk tujuh tahun ke depan, Shell bertujuan untuk memperluas portofolio dengan memproduksi lebih banyak pilihan energi yang lebih ramah lingkungan bagi berbagai jenis kendaraan pelanggan di seluruh dunia.

Selain itu Shell juga terus berupaya merangkul seluruh pihak dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia sangat dibutuhkan dalam mewujudkan agenda penyediaan energi yang lebih bersih. Kami siap untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tujuan bersama yang mulia tersebut,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here