Kamis, Desember 8, 2022
More
    TipsDFSK Berbagi Tips Berkendara Saat Hujan, Apa Saja Persiapannya?

    DFSK Berbagi Tips Berkendara Saat Hujan, Apa Saja Persiapannya?

    Menghadapi kondisi hujan, pengemudi kendaraan dituntut untuk lebih waspada dan berhati-hati. DFSK berbagi tips berkendara saat hujan agar tetap selamat. 

    JAKARTA – Intensitas hujan di beberapa wilayah Indonesia sudah mulai tinggi. Beberapa waktu lalu Kota Jakarta malah sempat turun hujan cukup deras dan mengakibatkan kemacetan di beberapa titik jalan karena genangan air yang cukup tinggi.

    Menghadapi kondisi seperti ini, pengemudi kendaraan dituntut untuk lebih waspada dan berhati-hati. 

    Selain itu, perlu juga melakukan berbagai pengecekan rutin sebelum berkendara. 

    Melakukan pengecekan serta mempersiapkan kendaraan sebelum dibawa beraktivitas di musim hujan menjadi sangat penting. 

    Tidak harus ke bengkel, cukup melakukan persiapan ini di rumah saja secara mandiri. Jika menemukan hal-hal yang tidak seharusnya, baru selanjutnya dibawa ke bengkel resmi untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan.

    Ada sejumlah tips berkendara yang sebaiknya dilakukan oleh pemiliknya untuk memastikan kendaraan tersebut siap untuk menghadapi perjalanan di musim hujan. Apa saja? 

    5 Tips Berkendara Saat Hujan dari DFSK

    Tips Berkendara Saat Hujan

    1. Cek Kondisi Lampu

    Bagian pertama yang harus diperiksa kondisinya adalah lampu. Ini wajib dilakukan karena lampu adalah penunjang visibilitas saat berkendara di tengah kondisi hujan. 

    Pastikan seluruh lampu-lampu menyala dengan baik, lampu jauh dan lampu dekat serta lampu tanda seperti lampu sein dan hazard berfungsi.

    Salah satu fitur yang cukup membantu dalam hal ini adalah Auto Light seperti yang ada di DFSK Glory i-Auto.

    Dengan fitur Auto Light, lampu mobil akan menyala (hidup) secara otomatis saat kondisi gelap. 

    Selain itu, DFSK Glory i-Auto didukung juga cornering light pada foglamp sehingga akan membantu pengemudi mendapatkan pencahayaan tambahan saat berbelok.

    2. Kondisi Wiper Harus Maksimal

    Bagian yang kedua yang juga tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah wiper.

    Hampir sama dengan fungsi lampu saat hujan, wiper membersihkan permukaan kaca depan dari air hujan sehingga pandangan saat mengemudi akan clear.

    Pastikan karet di wiper bisa menyeka air secara maksimal. Biasanya kondisi karet wiper yang kurang baik justru akan menimbulkan masalah lain, termasuk baret di kaca mobil.

    Jika memang sudah harus diganti, sebaiknya ke bengkel resmi dan minta pergantian karet wiper ini, terutama di musim hujan.

    Cek juga cairan pembersih wiper untuk memaksimalkan pembersihan kaca yang kotor.

    Kecanggihan mobil DFSK Glory i-Auto juga bisa dirasakan dengan hadirnya fitur Auto Wiper with Rain Sensor yang akan bekerja secara otomatis saat hujan turun.

    “Berkendara di musim hujan tentu membutuhkan ekstra perhatian karena lebih menantang serta karakteristik jalanan yang berbeda. Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada konsumen DFSK lebih berhati-hati dan bisa memaksimalkan sejumlah fitur yang dimiliki oleh kendaraan-kendaraan DFSK demi menunjang perjalanan yang lebih aman dan nyaman,” ungkap Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi. 

    3. Menjaga Kondisi Ban & Tekanan Angin

    Selanjutnya adalah memeriksa kondisi ban. Tidak kalah penting dari dua komponen di atas, ban juga punya peran penting dalam menjaga keselamatan berkendara. 

    Apalagi komponen ini yang langsung bersentuhan dengan aspal.

    Cek kondisi kembangan ban, apakah masih cukup tebal dan layak untuk dibawa jalan. 

    Jika ternyata sudah menipis, sebaiknya langsung diganti agar daya cengkramannya maksimal saat berjalan di atas permukaan aspal yang basah.

    Jangan lupa juga untuk mengecek tekanan angin apakah sudah sesuai dengan rekomendasi pabrikan. 

    Petunjuk rekomendasi tekanan angin ban biasanya tertempel di pilar B pintu pengemudi.

    4. Hindari Jalanan yang Tergenang atau Banjir

    Jalan yang tergenang air membuat kita tidak tau kondisi permukaan aspal. Bisa saja jalan tersebut ada lobang yang cukup dalam yang bisa menyebabkan mobil menjadi rusak saat melaluinya.

    Sebaiknya hindari genangan tersebut, jangan malah menjadikannya sebagai tantangan untuk bisa melaluinya. 

    Sama halnya saat dihadapkan pada kondisi banjir. Jika masih memungkinakn untuk putar balik dan mencari rute lain, sebaiknya pilih opsi tersebut.

    Banyak risiko yang harus ditanggung ketika memutuskan untuk menerjang banjir, mulai dari kaki-kaki lebih cepat karat hingga risiko water hammer yang membuat mesin mati.

    Apalagi kerusakan akibat kesengajaan menerjang banjir tidak akan ditanggung klaim kerusakannya oleh pihak asuransi.

    5. Menjaga Kecepatan

    Selalu jaga kecepatan berkendara karena jalanan lebih licin dan pandangan mengemudi lebih terbatas akibat air hujan. 

    Biasanya kalau di jalan tol jarak kendaraan dengan kendaraan lainnya harus bisa dijaga dengan jarak 3 detik. Hal ini juga untuk menghindari risiko tabrakan beruntun.

    Berita Terpopuler

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here