Jumat, Agustus 19, 2022
More
    MotorJangan Posisikan Anak di Bagian Depan Saat Bonceng Pakai Sepeda Motor, Bahaya!

    Jangan Posisikan Anak di Bagian Depan Saat Bonceng Pakai Sepeda Motor, Bahaya!

    Sepeda motor menjadi alat mobilitas paling efektif dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Mau kemana-mana paling mudah dan paling gampang ya pakai motor. Lebih cepat, jarang terjebak macet dan yang pasti lebih irit ongkos. Nah, ini ada tips bonceng anak pakai motor yang dibagikan oleh PT Astra Honda Motor (AHM).

    Berboncengan menggunakan sepeda motor adalah hal yang sudah sangat biasa. 

    Jika yang dibonceng adalah orang dewasa tentu bukan soal. Tapi jika yang dibonceng anak kecil, disini sangat dituntut kesadaran orang tua untuk memahami cara yang aman saat membonceng anak agar selamat selama perjalanan hingga sampai ke tujuan.

    Apalagi saat ini aktivitas belajar tatap muka sudah dimulai, artinya anak sudah harus kembali masuk sekolah. Aktivitas antar jemput anak sekolah kembali jadi rutinitas. 

    ”Setiap orang tua tentunya ingin anak selamat saat berboncengan di jalan raya. Sehingga, perhatian ekstra dan edukasi sejak dini diperlukan agar anak mendapat pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan bersama orangtuanya,” ujar Johannes Lucky, Manajer Safety Riding Department PT Astra Honda Motor, Sabtu (23/7/2022) melalui keterangan tertulis.

    Nah, meski rata-rata orang tua sudah paham cara aman berkendara, khususnya saat membonceng anak kecil, ternyata aplikasi di lapangan masih banyak yang salah.

    Salah satu contoh kesalahan yang paling banyak dilakukan adalah menempatkan anak di posisi depan. 

    ”Biasanya orang tua membonceng anak di depan karena berbagai alasan sederhana. Misalnya anak bisa menikmati pemandangan dan merasa senang saat duduk di depan. Ada juga yang berpikir posisi anak di depan lebih aman dan mudah dikontrol saat tertidur. Padahal ini tidak benar,” ujar Lucky.

    Menurutnya ini sangat mengundang potensi bahaya. Anak bisa terbentur setang kemudi, terjepit, mendapatkan gangguan kesehatan, menutupi ruang lingkup pandangan pengemudi, mengganggu pengendalian, hingga salah komunikasi atau membaca informasi dari panel meter sepeda motor.

    Baca Juga: 7 Trik Jitu Agar Tak Cape Saat Naik Motor

    Tips Bonceng Anak Pakai Motor

    Berikut cara Cari_aman berkendara menggunakan sepeda motor dan harus diperhatikan, khususnya ketika berboncengan dengan anak kecil:

    Perlengkapan berkendara

    Meski anak yang dibonceng masih kecil, bukan berarti sebagai orang tua bisa abai untuk urusan perlengkapan berkendara anak. Helm, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu tetap wajib dikenakan oleh anak yang dibonceng. Karena pembonceng dan pengendara memiliki risiko yang sama.  

    Posisi

    Pastikan anak yang dibonceng berada di belakang, bukan di depan. Posisinya harus lurus dengan tubuh pengendara dan rapat agar anak bisa memeluk atau memegang tubuh pengendara dengan lebih baik. Ini juga bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan saat berkendara.

    Anak siap dibonceng

    Salah satu syarat anak sudah bisa dibonceng motor adalah ketika kakinya sudah bisa menginjak pull step motor. Harus diingatkan juga agar saat dibonceng, anak tidak memainkan kakinya untuk menghindari tersenggol oleh kendaraan lain. 

    Pastikan juga tangan anak sudah bisa melingkar untuk memeluk dengan kuat untuk menjaga keseimbangan. 

    Jika dirasa perlu, tambahkan sabuk pembonceng sehingga keseimbangan dan posisi anak dapat lebih terjaga.

    Kontrol kecepatan

    Nah, ini juga penting untuk dilakukan oleh orang tua yang sedang membonceng anak kecil. Disini pengendara harus bisa mengontrol kecepatan berkendara agar:

    1. Mencegah anak terpental kebelakang/berguncang saat kita mebuka gas karena pegangan anak yang belum kuat, atau anak tidak siap terhadap pergerakan tiba-tiba sepeda motor.

    2. Mencegah anak terlempar saat bermanuver/menikung dengan kecepatan tinggi. Hal ini berpotensi terjadi karena kekuatan pegangan anak ke tubuh pengendara tidak akan sekuat orang dewasa.

    3. Mencegah terjadinya pengereman yang kuat. Saat menggunakan kecepatan tinggi, kita berpotensi untuk melakukan pengereman kuat yang akhirnya memberikan rasa tidak nyaman kepada anak kita.

    Atur waktu, rute, dan jarak

    Anak memiliki ketahanan fisik yang berbeda dengan orang dewasa, sehingga mereka tidak bisa diperlakukan sama. Sebaiknya atur waktu keberangkatan lebih pagi untuk menghindari terik matahari. 

    Atur rute keberangkatan agar terhindar dari kemacetan sehingga bisa sampai lebih cepat. Tapi pastikan juga rute yang dipilih itu aman, layak dan tidak melanggar peraturan lalu-lintas. 

    Atur juga jarak perjalanan untuk menentukan waktu istirahat jika ini adalah perjalanan jarak jauh. 

    Konfirmasi

    Sering-sering berkomunikasi dengan anak saat dibonceng. Jangan bosan untuk melakukan konfirmasi, tanyakan apakah dia haus, mengantuk, capek dan lainnya. Komunikasi atau konfirmasi tersebut tidak perlu dilakukan sambil menoleh ke anak karena mengganggu konsentrasi berkendara. Cukup menghadap ke depan dengan bersuara sedikit lebih kencang agar terdengar. 

    Ketika sering melakukan konfirmasi, kita dapat menemukan masalah pada anak sedini mungkin, sehingga dapat mencegah terjadinya potensi bahaya.

    Edukasi Cari_aman

    Terakhir, agar anak-anak juga mengerti bagaimana cara dibonceng dengan baik dan benar, berikan edukasi sedini mungkin tentang keselamatan berkendara dan rambu lalu lintas yang berlaku.

    Astra Honda Motor (AHM) punya kampanye Cari_aman yang bisa didapatkan anak-anak ketika belajar di Kids Traffic Park yang terletak di AHM Safety Riding Park (AHMSRP), Deltamas, Cikarang.

    Fasilitas ini mengenalkan anak-anak mengenal rambu-rambu lalu lintas, cara menyebrang jalan yang aman menggunakan jalur penyeberangan, dan cara berinteraksi dengan pengguna jalan lain dengan berbagai alat peraga. 

    AHMSRP juga memiliki jalur simulasi berkendara sepanjang 130 meter yang dilengkapi dengan 22 rambu lalu lintas dan 6 traffic light. 

    Cara belajarnya juga tentunya akan sangat fun, karena mereka bisa menggunakan push bike dan sepeda kayuh sebagai alat simulasi keselamatan berkendara.

    Berita Terpopuler

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here