Kamis, Desember 8, 2022
More
    Tips & TrikTanya Jawab (Pendapat Ahli)Flushing Saat Ganti Oli, Tips Merawat Transmisi Otomatis Mobil Tetap Awet

    Flushing Saat Ganti Oli, Tips Merawat Transmisi Otomatis Mobil Tetap Awet

    Melakukan penggantian oli transmisi setiap 20.000 km sekali adalah tips merawat transmisi otomatis mobil yang paling dianjurkan. Dianjurkan untuk melakukan flushing setiap ganti oli transmisi.

    JAKARTA – Bagi penduduk di wilayah perkotaan dengan kesehariannya harus menghadapi kemacetan di jalanan, memilih mobil dengan transmisi otomatis adalah sangat bijak.

    Alasannya adalah karena dengan mobil transmisi otomatis, kalian tidak perlu capek-capek lagi menginjak kopling setiap akan memindahkan tuas transmisi di saat harus melakukan stop and go di tengah kondisi macet.

    Kalaupun masih banyak orang yang anti dengan mobil transmisi manual, ini kebanyakan masih dipengaruhi soal harga beli dan cara perawatannya yang dianggap lebih susah.

    Memang harga mobil dengan transmisi otomatis masih lebih mahal dibandingkan mobil transmisi manual. 

    Begitu juga dengan urusan perawatannya, mobil transmisi otomatis memang harus mendapat ekstra perhatian lebih dari para pemilik mobil.

    Meski demikian, pemilik mobil bisa menjaga agar transmisi otomatis-nya tetap awet tanpa kendala. Cukup dengan memahami cara kerja transmisi itu sendiri. 

    Paling tidak kalian harus tahu fungsi dari setiap posisi gigi pada tuas transmisi otomatis tersebut yang biasanya diwakili dengan huruf mulai dari P, R, N, D, 3, 2, L dan S.

    Mengetahui Tanda-Tanda Masalah di Transmisi Otomatis

    Mendeteksi gejala kerusakan pada mobil transmisi otomatis memang lebih rumit dibanding transmisi manual. 

    Tapi setidaknya kalian bisa mengidentifikasi tanda-tanda awal saat transmisi otomatis mulai mengalami kendala. 

    Hal ini sangat penting agar kalian bisa mengantisipasi sejak awal dan tidak perlu menunggu sampai benar-benar terjadi kerusakan yang butuh biaya perbaikan yang tentunya tidak kecil.

    Jadi dalam hal ini memang sangat disarankan bagi pemilik mobil trnasmisi otomatis agar mau memberikan perhatian ekstra dalam merawat mobilnya agar tidak cepat rusak.

    Berikut adalah tanda-tanda kerusakan transmisi otomatis yang patut kalian waspadai, paling tidak agar kalian bisa segera membawanya ke bengkel untuk ditangani sesegera mungkin sebelum kerusakannya semakin parah.

    Sentakan atau Bunyi Kasar Saat Perpindahan Transmisi

    Tanda pertama yang patut diwaspadai adalah timbulnya sentakan kasar atau bunyi ketika mobil melakukan perpindahan gigi. 

    Misalnya ketika memindahkan tuas dari posisi P (Parkir) ke D (Drive), tiba-tiba muncul suara dan getaran, atau bahkan saat tuas transmisi dipindah dari N (Netral) ke D , atau N ke R dan terdengar suara dan getaran. Hal ini harus diwaspadai jika timbulnya secara terus menerus.

    Oli Transmisi Bocor

    Adanya kebocoran dari cairan transmisi bisa dideteksi saat mobil berada di garasi. 

    Oli transmisi pada mobil transmisi otomatis sangat vital karena mengakibatkan kinerja mobil tidak bisa optimal jika volume olinya berkurang. 

    Volume oli transmisi harus pas agar bisa berfungsi dengan baik, jadi sedikit saja kebocoran transmisi di mobil jenis ini bisa menimbulkan masalah yang cukup serius.

    Transmisi Tidak Berfungsi Saat Mesin Mobil Dingin

    Penyakit seperti ini sering terjadi pada tahapan selanjutnya jika transmisi otomatis mengalami kerusakan.

    Berikutnya adalah timbulnya gejala saat mesin mobil masih dingin transmisi tidak berfungsi atau mobil tidak mau jalan. Sementara ketika mesin panas, mobil baru berjalan normal. 

    Itulah tanda-tanda awal transmisi otomatis mobil sedang mengalami masalah. Makanya dalam urusan ini sangat penting bagi pemilik atau pengguna mobil transmisi otomatis agar selalu rutin melakukan pengecekan terhadap transmisi mobilnya.

    Hal yang penting dilakukan adalah selalu rajin untuk mengganti oli transmisi sesuai dengan anjuran dari pabrikan mobil itu sendiri. 

    Jika sudah mulai ada tanda-tanda seperti yang diterangkan di atas, sebaiknya langsung bawa mobil ke bengkel resmi agar cepat mendapatkan penanganan sebelum terlambat. 

    Baca Juga: Ini Tanda Oli Mesin Mobil ‘Tekor’ dan Penyebabnya

    Rajin Mengganti Oli, Tips Merawat Transmisi Otomatis Tetap Awet

    Salah satu kiat menjaga agar transmisi otomatis mobil tetap awet adalah dengan rajin mengganti oli transmisi.

    Ini merupakan hal hal yang tidak boleh dilupakan atau dilewatkan oleh para pemilik mobil bertransmisi otomatis. 

    Oli transmisi memiliki fungsi vital melumasi bagian mekanis di dalam sistem transmisi. 

    Brahma Putra Mahayana, Technical Specialist PT. Pertamina Lubricants (PTPL) memberikan saran agar selalu memperhatikan jumlah volume oli transmisi di mobil bertransmisi otomatis.

    “Setiap melakukan servis perawatan 20.000 km, lakukan pengecekan oli transmisi. Jika ditemukan volume oli transmisi berkurang, maka sebaiknya segera ditambah untuk menghindari terjadinya kerusakan,” terangnya.

    Tapi menurutnya mengganti oli transmisi saja belum cukup, karena ada faktor lain yang juga harus diperhatikan oleh para pemilik mobil transmisi otomatis setiap ingin melakukan penggantian oli transmisi. 


    “Pada mobil matic, sistem transmisi juga bisa mengalami keausan, imbasnya akan ada partikel misalkan kotoran seperti debu halus yang merupakan produk keausan tersebut. Lama kelamaan debu ini akan bisa mengubah properties pelumas seperti viskositas, warna, dll. Contohnya warna, apabila oli matik menjadi lebih gelap ada baiknya transmisi matik melakukan flushing atau pengurasan oli secara total,” anjur Brahma.

    Penyebab lain oli transmisi jadi jelek adalah karena terjadi oksidasi di pelumas itu sendiri.

    Oksidasi ini menghasilkan zat bernama varnish. Pada transmisi otomatis varnish berlebih akan mengganggu kinerja dari sistem transmisi itu sendiri, terutama pada fitur perpindahan gigi otomatisnya. 

    “Penggantian pelumas transmisi dilakukan agar sistem transmisi tetap terlumasi dengan baik, karena pelumas juga memiliki masa pakai yang akan berkurang fungsinya seiring waktu pemakaian. Saat melakukan penggantian oli transmisi, gunakan oli yang memang direkomendasikan oleh pabrikan mobilnya itu sendiri,” lanjut Brahma.

    Lakukan Flushing Setiap 20.000 Km

    Untuk penggantian oli transmisi, sebaiknya dengan cara flushing. 

    “Untuk flushing ini dibutuhkan oli transmisi yang lebih banyak, karena oli lama dikuras dulu, kemudian masukkan oli baru, setelah itu dikuras sampai warna oli yang keluar kembali bening lagi, baru terakhir dimasukkan oli matik yang baru,” bebernya. 

    Lakukan hal ini berdasarkan jarak tempuh kendaraan. Untuk mobil yang biasa digunakan di kota yang banyak dijumpai macet seperti Jakarta, Brahma menyarankan flushing atau kuras oli transmisi dilakukan setiap kelipatan 20.000 Km sampai 25.000 Km.

    PT Pertamina Lubricants sendiri memiliki oli untuk transmisi otomatis yang dikembangkan dan disesuaikan dengan suhu dan kondisi di Indonesia.

    Pertamina ATF adalah pelumas transmisi otomatis multifungsi berkualitas tinggi yang diformulasikan dari bahan dasar sintetik dan aditif selektif. 

    Pelumas Pertamina ATF ini dibanderol dengan harga Rp 62.000.

    “Pelumas ini direkomendasikan untuk transmisi otomatis semua jenis kendaraan modern saat ini, dan juga untuk sistem hidrolik seperti power steering,” pungkas Brahma.

    Dengan tetap menjaga transmisi otomatis mobil tetap baik, maka secara tidak langsung juga ikut menjaga harga jual mobil jika suatu waktu mau dijual.

    Berita Terpopuler

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here