Senin, Agustus 8, 2022
More
    TipsMasih Bingung Transmisi D-CVT Daihatsu Bukan CVT? Ini Penjelasannya

    Masih Bingung Transmisi D-CVT Daihatsu Bukan CVT? Ini Penjelasannya

    Bagi sebagian masyarakat, sebuah kendaraan mobil, motor, bus atau truk pasti memiliki transmisi manual atau otomatis. Namun seiring perkembangan zaman, transmisi otomatis semakin digemari, karena dianggap simple dan mudah digunakan.

    Dewasa ini, transmisi otomatis semakin banyak jenisnya. Bahkan  tidak hanya sekadar transmisi CVT atau Continuously Variable Transmission, sebab ada juga D-CVT yang dikembangkan Daihatsu.  

    Ya, jenis transmisi CVT sendiri memang sudah lama ada dan semakin banyak digunakan pada mobil-mobil terbaru.

    Alasannya, keberadaan CVT membuat perpindahan gigi menjadi halus, dan minim hentakan,  sehingga lebih nyaman dibandingkan transmisi lainnya.

    Dengan adanya transmisi CVT, maka tidak perlu menggunakan RPM tinggi ketika ingin melakukan akselerasi, sehingga saat menggunakan transmisi ini, mobil jadi lebih irit dalam hal efisiensi bahan bakar.

    Perbedaan transmisi CVT dan D-CVT

    Lantas apa yang berbeda dengan D-CVT yang dikembangkan Daihatsu, sehingga transmisi cukup diandalkan dan sudah diterapkan pada Daihatsu Rocky, Xenia dan juga Sirion.

    Menurut Staf Instruktur Technical Training Center PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Ichsan Ady Permana, pada dasarnya CVT dan D-CVT sama saja karena mekanisme kerja menggunakan belt.

    “Tapi yang berbeda pada D-CVT, dikombinasikan dengan split gear yang merupakan keunggulan dari sistem transmisi D-CVT,” ungkap Ichsan saat acara Workshop bertema Sharing Technology & Tips seputar transmisi New D-CVT, di Technical Technology & Tips Center PT ADM, Selasa (19/7/2022).

    Lebih lanjut dia menyebutkan, mobil yang dilengkapi transmisi D-CVT melalui mekanisme split gear dengan 1 set planetary gear,  membantu penyaluran tenaga dari mesin dengan mengkombinasikan antara belt dan planetary gear.

    Selain itu, transmisi D-CVT juga sudah dilengkapi dengan puli primer dan puli sekunder, yang dihubungkan belt atau sabuk bermaterial baja.

    Alhasil, dengan D-CVT kecepatan rendah perpindahan transmisi terasa lebih halus dan bertenaga.

    Namun saat kecepatan tinggi, perpindahan tenaga berpindah dari belt ke split gear, sehingga membuat akselerasi mobil dapat maksimal dan konsumsi bahan bakar minyak lebih efisien.

    Penggunaan dan perawatan D-CVT  

    Penggunaan transmisi ini juga tidak jauh berbeda dengan transmisi otomatis c pada umumnya, yaitu mengoperasikan tuas transmisi pada posisi D (drive) pada saat berkendara, R (reverse) pada saat mundur, dan pada transmisi ini dibekali dengan posisi S (sport) yang berfungsi untuk mendapatkan akselerasi lebih tinggi.

    Ada juga juga posisi M (manual) yang memungkinkan driver dapat merasakan sensasi memindahkan gigi secara manual, bahkan di model New Sirion dilengkapi dengan posisi B (brake) untuk memaksimalkan engine brake ketika turunan.

    Untuk perawatan, transmisi D-CVT juga terbilang mudah, cukup dua hal yang harus dipastikan yaitu.

    Pertama, melakukan pengecekan volume dan kualitas olinya secara berkala. Untuk pengecekan dilakukan setiap 20 ribu kilometer atau 12 bulan.

    Kedua, untuk penggantian oli sebisa mungkin dilakukan setiap 80 ribu kilometer atau 48 bulan lamanya, mana yang tercapai terlebih dahulu.

    OLXers mau cari mobil bekas berkualitas, #PilihYangPasti di OLX Autos.

    Berita Terpopuler

    Herdi Muhardi
    Penulis konten otomotif mulai dari sepeda motor, mobil, bus hingga truk yang sempat menjadi jurnalis sejak 2011 di beberapa media mainstream ternama di Indonesia.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here